Kriminal
Share this on:

Jadi Mucikari Online, Mahasiswi Dijebak lalu Ditangkap

  • Jadi Mucikari Online, Mahasiswi Dijebak lalu Ditangkap
  • Jadi Mucikari Online, Mahasiswi Dijebak lalu Ditangkap

SAMARINDA - Jemari lentik menelusuri kontak-kontak di ponsel. GD, perempuan berstatus mahasiswi punya pekerjaan sampingan. Yakni menawarkan jasa esek-esek, dan kini ramai dibicarakan dengan sebutan prostitusi online. Aktivitas terselubung itu mampu dibongkar polisi. Minggu (13/1), kasus yang menjerat perempuan asal Bontang itu dibeberkan.

Di dalam mobil, perempuan berjilbab itu menunjukkan foto dua perempuan lain melalui media sosial, WhatsApp. Berkulit putih, kurus, rambut kecokelatan, lesung pipit di kedua pipi, dan rambut sebahu lurus terurai.

“Sip,” ujar seorang pria yang berada satu mobil dengan GD. Mahasiswi asal Bontang itu tak tahu, pria yang ditunjukkan foto itu adalah polisi. Namun, menyamar menggunakan pakaian sipil. GD sempat menolak untuk menawarkan jasa muncikarinya.

“Dia juga tidak curiga,” sebut Kanit Ekonomi Khusus (Eksus) Satreskrim Polresta Samarinda Ipda Reno Chandra Wibowo.

Pengungkapan polisi nyaris gagal. Hingga GD menghendaki kemauan polisi yang tengah menyamar. Dua hotel disepakati sebagai tempat bertemu. “Kami coba pastikan dua perempuan yang dijajakan pelaku, makanya pesan dua hotel,” sambung Reno.

Masing-masing, harga yang dipatok Rp1 juta. Bayaran tersebut hanya untuk sekali kencan, dan belum termasuk biaya sewa kamar hotel. Setelah kesepakatan, dua perempuan di hotel berbeda datang.

“Bukan di bawah umur, tapi masih kategori muda,” jelas perwira balok satu itu.

Dua perempuan tersebut, yakni GA (23) dan RD (22). Salah seorang perempuan yang ditawarkan GD adalah pengusaha barang online shop. Bahkan, bukan hanya dua perempuan tersebut, teman pelaku juga ada yang ditawarkan ke beberapa pria hidung belang lainnya.

Dari kesepakatan harga, sang muncikari mendapat uang Rp100-200 ribu per sekali berhubungan. Namun, GD juga tak mematok uang yang wajib disetorkan kepadanya. Jika tak diberi uang jasa, mahasiswi semester akhir itu diajak makan bersama.

Kepada penyidik, GD mengaku, berani menawarkan teman-temannya ke pria hidung belang mulai 2017. “Iseng-iseng saja,” sebutnya.

Namun, pengakuan GD tak selaras dengan kesaksian salah seorang perempuan yang dijajakannya melalui WhatsApp. “Dua perempuan yang ditawarkan kami jadikan saksi. Dari salah satunya menyebut, aktivitas muncikari itu sudah sejak awal 2016,” sebut Reno.

Pelanggannya rata-rata juga warga biasa, dan kebanyakan dari kalangan pemuda. Disinggung perihal pelanggan dari kalangan pejabat, hal itu tidak menutup kemungkinan.

Sembari menutup wajahnya, GD bersikeras tak menjual melalui media sosial lainnya. “Jangan tambah informasi yang enggak benar. Saya tidak begitu (menjual melalui aplikasi berbasis online),” sebut pelaku.

Reno menegaskan, masih mendalami keterangan pelaku dan saksi. (dra/rsh/k15/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Dua Pelajar Main Game Sambil Nyabu

Dua Pelajar Main Game Sambil Nyabu

Tim Anti Bandit Polsek Karangpilang menangkap dua pelajar bermain game online jenis battle royal (PUBG) yang lagi ngetrend.


Teror Pembakaran Kendaraan Masih Hantui Semarang

Teror Pembakaran Kendaraan Masih Hantui Semarang

Aksi teror pembakaran kendaraan yang telah menggemparkan Kota Semarang, dua minggu lalu sempat hilang seolah di telan bumi.


TV Mele, Rumah Muhsen Jadi Arang

TV Mele, Rumah Muhsen Jadi Arang

RK. Muhsen, warga RT 2/RW 1, Dusun Batu Pahat, Desa Batu Pahat, Kecamatan Nanga Mahap Kabupaten Sekadau hanya bisa pasrah.


ABG Dibawa Kabur lalu Digauli

ABG Dibawa Kabur lalu Digauli

Mengawali tahun 2019, kasus kekerasan seksual kembali terjadi di Kabupaten Tapin.


Belajar Aborsi dari Internet, Tukang Urut Dibayar hingga Rp1,6 Juta

Belajar Aborsi dari Internet, Tukang Urut Dibayar hingga Rp1,6 Juta

Terungkapnya praktik aborsi di salah satu hotel melati di Jalan Ahmad Yani, Balikpapan Tengah, akhir pekan lalu lalu menyingkap rentannya moral muda mudi.


Sembilan Gram Sabu Dilarutkan Air lalu Dibuang

Sembilan Gram Sabu Dilarutkan Air lalu Dibuang

Satuan Reserse Narkoba Polres Tegal Kota bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) Tegal, Kamis (31/1), memusnahkan barang bukti 9 gram sabu-sabu.


ABG Diduga Diculik lalu Dicabuli Tiga Kali saat Pulang Ngaji

ABG Diduga Diculik lalu Dicabuli Tiga Kali saat Pulang Ngaji

Perbuatan Iwan Romansyah (26) memang biadab. Dia menculik dan mencabuli VN (12), seorang siswi di Tanah Bumbu.


Nyambi Jadi Kurir Narkoba, Sopir Disergap Polisi

Nyambi Jadi Kurir Narkoba, Sopir Disergap Polisi

NE (26), warga Desa Bener Kecamatan Wiradesa Kabupaten Pekalongan yang berprofesi sebagai sopir ditangkap Sat Res Narkoba Polres Pemalang, Senin (28/1) lalu.


Slip, Mobil Tabrak Teras Warga

Slip, Mobil Tabrak Teras Warga

Kecelakaan tunggal terjadi di jalan raya Desa Pengadegan, Kecamatan Pengadegan, akhir pekan lalu.


Bolos Sekolah, Lima Pelajar Pesta Miras

Bolos Sekolah, Lima Pelajar Pesta Miras

Bhabinkamtibmas Polsek Purwojati mengamankan lima pelajar yang kedapatan membolos, Sabtu (26/1) lalu.



Video

Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!