Kriminal
Share this on:

Jadi Tersangka, Mantan Direktur PT DPS Tak Ditahan

  • Jadi Tersangka, Mantan Direktur PT DPS Tak Ditahan
  • Jadi Tersangka, Mantan Direktur PT DPS Tak Ditahan

SURABAYA - Penyidikan dugaan korupsi di PT Dok dan Perkapalan Surabaya (DPS) terus berlanjut. Setelah menjebloskan rekanan ke dalam tahanan, penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim menetapkan mantan direktur PT DPS Riry Syeried Jetta sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan kapal floating crane senilai Rp100 miliar itu.

Mengenai penetapan status tersangka tersebut dibenarkan Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jatim Didik Farkhan Alisyahdi, Jumat (28/12). Dikatakan, dari keterangan saksi dan juga sejumlah barang bukti, Riry diduga kuat terlibat dalam dugaan korupsi pengadaan kapal sekitar tahun 2015 tersebut. Baik mulai saat perencanaan hingga pada pengadaan.

"Fakta dan hasil pemeriksaan sejumlah saksi menyatakan ada keterlibatan tersangka," ungkap Didik.

Meski sudah ditetapkan sebagai tersangka, Riry tidak ditahan lantaran dianggap kooperatif selama pemeriksaan. "Kami tidak menahan (Riry) karena beliau sangat kooperatif. Saat ini kami terus melengkapi berkas perkara,” ujar mantan Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya ini.

Didik mengatakan dengan penetapan tersangka baru maka sudah ada dua tersangka dalam kasus ini. Sebelumnya, Kejati Jatim sudah menetapkan Presiden direktur PT A&C Trading Network Antonius Aris Saputra selaku rekanan pengadaan kapal. Antonius ditahan rumah tahanan (rutan) Kejati Jatim.

Diketahui, pada 2015, PT DPS mendapat Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp200 miliar. Dari jumlah itu, Rp100 miliar diantaranya digunakan untuk membeli kapal floating crane. Rekanan dalam pengadaan kapal ini adalah PT A&C Trading Network. Meski alokasi anggarannya sebesar Rp100 miliar, namun harga kapal sendiri dibeli seharga Rp60 miliar.

Kapal floating crane yang diibeli, berasal dari Rusia. Sayangnya, kapal tersebut bukan kapal baru. Melainkan kapal bekas buatan tahun 1973. Ketika kapal itu dibawa ke Indonesia, ternyata tenggelam di laut China. Dengan begitu, egara tidak mendapat kemanfaatan dari pembelian kapal tersebut. (yua/nug/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Penangguhan Kivlan Zein Hanya Tinggal Tunggu Waktu

Penangguhan Kivlan Zein Hanya Tinggal Tunggu Waktu

Satu persatu tokoh oposisi pendukung Capres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang sempat ditahan mendapat penangguhan penahanan.


Manajer Bobol Kas BRI Rp12 Miliar

Manajer Bobol Kas BRI Rp12 Miliar

Asisten Manager Operasional dan Layanan (AMOL) Kantor Cabang BRI Tambun Kabupaten Bekasi, berinisial ET ditetapkan sebagai tersangka.


Pemerintah Akan Tindak Tegas Aksi Massa di MK

Pemerintah Akan Tindak Tegas Aksi Massa di MK

Tak ada alasan dari pihak manapun untuk menggerakan aksi massa di Mahkamah Konstitusi (MK), Kamis (27/6) besok.


Mantan Bupati Bogor Jadi Pesakitan Lagi

Mantan Bupati Bogor Jadi Pesakitan Lagi

KPK menetapkan mantan Bupati Bogor Rachmat Yasin (RY) sebagai tersangka dugaan korupsi, Selasa (25/6).


29 Wanita WNI Jadi Korban Perdagangan Orang ke China

29 Wanita WNI Jadi Korban Perdagangan Orang ke China

29 perempuan warga negara Indonesia (WNI) diduga menjadi korban perdagangan orang yang melibatkan sindikat China dan Indonesia.


Penahanannya Ditangguhkan, Eggi Wajib Lapor Dua Kali Seminggu

Penahanannya Ditangguhkan, Eggi Wajib Lapor Dua Kali Seminggu

Wajah tersangka dugaan makar, Eggi Sudjana terlihat begitu semringah saat keluar dari tahanan, setelah permohonan penangguhan penahanannya dikabulkan.


Astaghfirullohaladzim, Uang Negara Rp470 Juta Diduga Jadi Bancakan

Astaghfirullohaladzim, Uang Negara Rp470 Juta Diduga Jadi Bancakan

Ketua Pokja Unit Layanan Pengadaan (ULP) Sekretariat KPU Kota Bogor berinisial MH ditetapkan sebagai tersangka.


Dalami Penganggaran e-KTP, Dua Anggota DPR Diperiksa KPK

Dalami Penganggaran e-KTP, Dua Anggota DPR Diperiksa KPK

KPK memeriksa seorang mantan dan dua anggota DPR terkait kasus dugaan korupsi Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP).


Tiga Tersangka Kebakaran Pabrik Korek Api Langsung Ditahan

Tiga Tersangka Kebakaran Pabrik Korek Api Langsung Ditahan

Polisi menetapkan tiga tersangka dalam kebakaran yang merenggut 30 korban jiwa di pabrik korek api di Binjai, Jumat (21/6) lalu.


Tak Usah Takut, 13 Ribu Personel Gabungan Siap Amankan MK

Tak Usah Takut, 13 Ribu Personel Gabungan Siap Amankan MK

Sebanyak 13 ribu personel gabungan TNI-Polri akan melakukan pengamanan di sekitar gedung Mahkamah Konstitusi (MK).



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!