Kriminal
Share this on:

Jaksa Tahan Kivlan Zen di Rutan Guntur

  • Jaksa Tahan Kivlan Zen di Rutan Guntur
  • Jaksa Tahan Kivlan Zen di Rutan Guntur

JAKARTA - Tersangka kasus dugaan kepemilikan dugaan senjata api ilegal, Kivlan Zen ditahan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Pusat di Rutan Guntur Jakarta.

Penahanan terhadap mantan Kepala Staf Kostrad, Mayjen TNI (purn) Kivlan Zen dilakukan setelah penyidik Polda Metro Jaya menyerahkan tersangka dan barang bukti (tahap dua) setelah berkas perkara dinyatakan lengkap atau P21 oleh tim jaksa peneliti Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Jakarta Pusat, Sugeng Riyanta saat dikonfirmasi Fajar Indonesia Network (FIN), membenarkan adanya pelimpahan tahap dua dari penyidik Polda Metro Jaya terkait kasus dugaan kepemilikan senjata api ilegal.

"Benar kami telah menerima penyerahan brang bukti berikut dua tersangka KZ (Kivlan Zein) dan HM (Habil Marati) setelah berkas perkara keduanya dinyatakan lengkap atau P21," katanya, Rabu (22/8).

Saat ini, kata Sugeng, tim jaksa penuntut umum tengah menyempurnakan surat dakwaan sebelum melimpahkan perkara ini ke pengadilan untuk disidangkan. Lalu soal penahanan, untuk tersangka Kivlan Zen dilakukan di Rutan Guntur. Sementara untuk tersangka Habil Marati ditahan di Rutan Salemba. Penahanan dilakukan untuk memudahkan menjalani proses persidangan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan telah melimpahkan dua tersangka, terkait kasus kepemilikan senjata api dan tersangka kasus makar, yaitu Kivlan Zen dan Habil Marati, berikut barang buktinya ke Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat.

Pelimpahan itu dilakukan setelah berkas perkara masing-masing tersangka itu sudah dinyatakan lengkap dan bisa segera disidangkan. "Jadi, berkas dari tersangka KZ (Kivlan Zen) dan tersangka HM (Habil Marati), dianggap P21 atau lengkap, maka kewajiban kami menyerahkan ke Kejaksaan untuk proses hukum berikutnya," kata Argo, Kamis (22/8).

Argo mengakui, berkas perkara dari keduanya itu dinyatakan lengkap atau P21 tidak dalam waktu yang bersamaan, melainkan berbeda waktu. "Untuk tersangka KZ P-21, tanggal 16 Agustus, dan untuk tersangka HM, tanggal 21 Agustus kemarin," ungkap Argo.

Adapun proses penyerahan kedua tersangka ini, kata Argo, dilakukan pihak penyidik pada siang hari, sekitar pukul 12.00 wib, dalam waktu yang bersamaan. "Ya, sudan kita limpahkan tadi," tutup perwira menengah Polri berpangkat melati tiga ini.

Untuk diketahui, Habil menjadi tersangka kasus makar terkait dugaan rencana pembunuhan empat tokoh nasional. Habil disebut memberi uang, senilai SGD 15 ribu untuk uang operasional ke Kivlan Zenuntuk membeli senjata api ilegal.

Kemudian dengan uang itu, Kivlan lalu mencari eksekutor dan memberi target pembunuhan empat tokoh nasional, yaitu Wiranto, Budi Gunawan, Luhut Binsar, dan Yunarto Wijaya bos lembaga survei Charta Politika.

Sedangkan, Kivlan Zen ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kepemilikan senjata api ilegal. Kivlan disebut-sebut menerima aliran dana dari Habil Marati untuk digunakan membeli senjata api.

Kivlan sempat membantah dirinya menggunakan uang Habil untuk membeli senpi, dan menyuruh para eksekutor untuk merencanakan pembunuhan terhadap empat tokoh nasional.

Kivlan juga dianggap menunggangi aksi unjuk rasa menolak hasil Pilpres 2019, di Jakarta, pada 21-22 Mei 2019. Enam orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka, yakni HK, AZ, IR, TJ, AD, dan AF. (lan/mhf/zul/gw/fin)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Kantor Dinas Pertanian dan BPKAD Mojokerto Digeledah

Kantor Dinas Pertanian dan BPKAD Mojokerto Digeledah

Jaksa Penyidik Kejaksaan Negeri Kabupaten Mojokerto mengembangkan hasil penyidikan dugaan tindak pidana korupsi Pembangunan Irigasi Air Tanah Dangkal/Sumur Dang


Jaksa, Hakim, dan Penyidik Siap-siap Mulai Garap Karhutla

Jaksa, Hakim, dan Penyidik Siap-siap Mulai Garap Karhutla

Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dari setiap tahun selalu menjadi masalah di Indonesia.


Ditahan di Polda, Infeksi Paru-paru Kivlan Zen Kambuh

Ditahan di Polda, Infeksi Paru-paru Kivlan Zen Kambuh

Tersangka kasus dugaan kepemilikan senjata api Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen dilarikan ke Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Senin (16/9) s


Buronan WN Prancis Diserahkan ke Pemerintah Hong Kong

Buronan WN Prancis Diserahkan ke Pemerintah Hong Kong

Tim Jaksa Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali melaksanakan penetapan Pengadilan Negeri (PN) Denpasar terhadap Mathias Hubert Marie Echene (48), warga negara Perancis


Jaksa Agung Tak Persoalkan Pimpinan KPK Terpilih

Jaksa Agung Tak Persoalkan Pimpinan KPK Terpilih

Komisi III DPR telah memilih lima komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) priode 2019-2023.


Tak Nyaman, Rommy Minta Dipindah ke Lapas Cipinang

Tak Nyaman, Rommy Minta Dipindah ke Lapas Cipinang

Mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy alias Rommy merasa tak nyaman berada di Rutan Cabang KPK di belakang Gedung Merah Putih KPK.


Kenakan Rompi Oranye Iwa Karniwa Ditahan di Rutan Guntur

Kenakan Rompi Oranye Iwa Karniwa Ditahan di Rutan Guntur

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat nonaktif Iwa Karniwa.


Tak Ada Intervensi Jaksa Agung di Kasus Mantan Gubernur Sulteng

Tak Ada Intervensi Jaksa Agung di Kasus Mantan Gubernur Sulteng

Informasi adanya intervensi Jaksa Agung HM Prasetyo dalam perkara korupsi yang menjerat mantan Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Mayjen (Purn) Bandjela Paliudj


Terpidana Kebiri Kimia Ajukan Peninjauan Kembali (PK)

Terpidana Kebiri Kimia Ajukan Peninjauan Kembali (PK)

Rencana jaksa di Mojokerto, Jawa Timur, yang akan mengeksekusi hukuman kebiri terhadap Muhammad Aris, terpidana kejahatan seksual sembilan anak tampaknya belum


Dicurigai Jadi ajang Pemerasan, TP4 Kejaksaan Diminta Bubar

Dicurigai Jadi ajang Pemerasan, TP4 Kejaksaan Diminta Bubar

Masyatakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) mendesak Jaksa Agung HM Prasetyo untuk membubarkan TP4 dan TP4D.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!