Kriminal
Share this on:

Jazad Bayi Terpotong-potong Hebohkan Warga

  • Jazad Bayi Terpotong-potong Hebohkan Warga
  • Jazad Bayi Terpotong-potong Hebohkan Warga

JAKARTA - Mengerikan, mungkin ungkapan ini bisa disematkan pada kejadian yang menggemparkan warga sekitar Pos TPA Pejaten Barat, Jakarta Selatan, Rabu (20/3) kemarin. Warga menemukan sesosok bayi baru lahir dalam kondisi tubuh terpotong-potong.

Dari informasi yang dihimpun Fajar Indonesia Network, bayi naas itu pertama kali ditemukan seorang pemulung sekitar pukul 06.00 WIB. Awalnya, pemulung diketahui bernama Nurali (36) menyangka potongan tangan dan kaki adalah bagian boneka yang biasa ia temukan saat memulung.

Dari jarak lima meter, rona wajah Nurali langsung memerah, rasa takut menyelimuti hatinya. Ternyata potongan yang dikiranya boneka tak lain adalah potongan tubuh bayi.

Jazad bayi malang itu ditemukan di tengah jalan masuk pos sampah dalam keadaan tanpa busana. Bagian tubuhnya berserakan di sana sini. Tali pusarnya pun sudah terpotong saat ditemukan. Tetapi, dipastikan jasad bayi itu bukan dimutilasi.

Jasad bayi bisa sampai terpotong-potongdiduga karena terlindas mobil truk sampah yang keluar masuk.Diduga bayi itu sudah meninggal dunia saat dibuang ke sana.

Nurali yang juga warga sekitar itu langsung mencari bantuan dengan memanggil rekan pemulung lainnya, M Akum (58). Keduanya pun melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian setempat.

Kasubag Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Suharsono mengungkapkan penyelidikan sementara jazad bayi malang itu diduga hasil hubungan gelap orangtuanya, kemudian digugurkan dan dibuang di lokasi. Sementara itu, mengenai kondisi jazad bayi yang ditemukan terpotong-potong disebabkan karena terlindas truk sampah di jalan.

"Dari informasi yang diterima anggota dilapangan, usia bayi itu baru sekitar 2-3 hari. Dan kami belum bisa pastikan jenis kelaminnya, karena ditemukan dalam keadaan telanjang, dengan kondisi terpotong-potong diduga akibat terlindas truk sampah," jelas Suharsono, Rabu (20/3) kemarin.

"Jadi, berdasrkan keterangan saksi, bayi itu ditemukan bukan di pos sampah, melainkan ditengah jalan menuju lokasi yang kerap dilalui oleh truk-truk sampah," sambungnya.

Terpisah, Kapolsek Pasar Minggu Kompol Prayitno mengatakan, pihaknya sampai saat ini masih melakukan penyelidikan terkait penemuan jasad bayi di lokasi tersebut. "Kita masih selidiki kasus ini, untuk mengetahui pelakunya, dengan mengumpulkan keterangan dilokasi," ujar Priyatno.

Adapun berdasarkan dari keterangan saksi-saksi tersebut, kata Priyatno, saksi yang menemukan jasadnya ditengah jalan sudah terinjak truk sampah. Sedangkan, dari saksi lain yang merupakan penjaga pos sampah menyebut, kalau dia sebelumnya sama sekali tak melihat ada orang datang.

"Dari sejumlah keterangan, diduga pelaku (orangtuanya, Red.) membuang korban di lokasi, sekitar pukul 03.00 wib. Sebab, keterangan penjaga pos sampah sampai pukul 23.00 wib, dia tidak melihat bayi itu di lokasi," terangnya.

"Anggota masih terus bekerja untuk segera mengungkap kasus ini mohon doanya," tutupnya. (Mhf/fin/zul)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Kinerja Polri Ungkap Kerusuhan Disorot Amnesty Internasional

Kinerja Polri Ungkap Kerusuhan Disorot Amnesty Internasional

Polri hingga kini belum menjelaskan kepada publik, terkait tewasnya sejumlah warga saat kericuhan Aksi 22 Mei.


Polisi Tetapkan 32 Tersangka Bentrokan Antardesa di Buton

Polisi Tetapkan 32 Tersangka Bentrokan Antardesa di Buton

Polri menetapkan 36 tersangka dari 82 orang yang diamankan dalam peristiwa bentrokan antara warga dua desa di Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara.


Indonesia Vonis Warga Prancis Hukuman Mati

Indonesia Vonis Warga Prancis Hukuman Mati

Pengadilan Negeri Mataram menjatuhkan vonis hukuman mati seorang warga negara Prancis bernama Felix Dorfin, Senin (20/5) lalu.


Satu Gadis Tasik Rp25 Juta

Satu Gadis Tasik Rp25 Juta

Empat Warga Negara Asing (WNA) asal Tiongkok diketahui telah memberikan uang Rp25 Juta kepada empat gadis asal Karangnunggal, Tasikmalaya.


Arab Saudi Penggal 34 Warga Penganut Syiah

Arab Saudi Penggal 34 Warga Penganut Syiah

Arab Saudi telah melaksanakan hukuman pemenggalan kepala terhadap 37 warga mereka yang kebanyakan adalah penganut syiah dalam eksekusi massal.


 Sedang Santap Mi Ayam, Pria Kejang-kejang lalu Meninggal Dunia

Sedang Santap Mi Ayam, Pria Kejang-kejang lalu Meninggal Dunia

Maut bisa datang di mana saja dan kapan saja. Seperti dialami Rudi Hendrawan (44), warga Perum Armada Village RT 5 RW 5 Desa Danurejo, Mertoyudan, Magelang.


Usai Membunuh, Pelaku Sempat Kabur ke Solo

Usai Membunuh, Pelaku Sempat Kabur ke Solo

Samsudin, sempat kabur ke wilayah Solo, Jawa Tengah setelah membunuh mantan istrinya Sudarti (45) warga Desa Kubangpari, Kecamatan Kersana, Kabupaten Brebes.


Dirayu Akan Dinikahi, Remaja Tega Setubuhi Anak di Bawah Umur

Dirayu Akan Dinikahi, Remaja Tega Setubuhi Anak di Bawah Umur

Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Tegal meringkus CM (19), warga Margasari, karena menyetubuhi anak di bawah umur.


Pamit beli Rokok, Pria Paruh Baya Ditemukan Tewas di Kebun

Pamit beli Rokok, Pria Paruh Baya Ditemukan Tewas di Kebun

Castolani (51), warga Dukuh Corotan, Desa Kutosari, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan, ditemukan keluarganya sudah tak bernyawa.


Selundupkan Satwa Langka, Mahasiswa asal Brebes Dibekuk Mabes Polri

Selundupkan Satwa Langka, Mahasiswa asal Brebes Dibekuk Mabes Polri

RVA (26), warga Desa Cibendung Kecamatan Banjarharjo Kabupaten Brebes diduga terlibat penyelundupan dan penjualan satwa langka.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!