Kriminal
Share this on:

Jokdri Jalani Pemeriksaan Mendalam

  • Jokdri Jalani Pemeriksaan Mendalam
  • Jokdri Jalani Pemeriksaan Mendalam

JAKARTA - Mantan Plt Ketua umum ketum PSSI Joko Driyono (Jokdri) telah mendekam di Rumah tahanan (Rutan) Polda Metro Jaya, sejak Senin (25/3). Penahanan ini merupakan kewenangan dan subjektifitas penyidik berdasarkan hasil gelar perkara.

Ketua tim Media Satgas Antimafia Bola Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, kondisi Jokdri pasca ditahan itu sempat terkejut dan kaget, namun tidak sampai membuat kondisi kesehatan mengalami drop sesuai pemeriksaan tim Dokkes Polda Metro Jaya.

"Iya, ini hari pertama pak Jokdri di tahan, tentunya yang bersangkutan kaget. Tetapi, kondisi dia normal setelah kita lakukan pemeriksaan dari dokkes Polda Metro Jaya. Kondisi kesehatannya normal, tidak ada masalah," kata Argo di Polda Metro Jaya, Selasa (26/3).

Menurut Argo, penahanan Jokdri ini merupakan subjektifitas dan kewenangan penyidik. Ada beberapa alasan subjektivitas penyidik dalam menahan seorang tersangka. "Alasan penahanan ya, subjektivitas penyidik yang mempunyai kewenangan untuk menahan, bisa agar tidak melarikan diri, dan sebagainya," ujar Argo.

Argo menjelaskan, penahanan Jokdri ini terkait kasus pencurian, perusakan dan penghilangan barang bukti pengaturan skor di kantor Komdis. Namun, diakui Argo, tidak menutup kemungkinan penyidikmengembangkan perkara, dan menjerat Jokdri dalam kasus dugaan pengaturan skor.

"Penahanan ini masalah menyuruh menghilangkan barang bukti, merusak, mengambil. Tapi, tentunya nanti penyidik akan mengembangkan lagi seperti apa nanti, apakah ada kaitannya dengan pengaturan skor dan sebagainya. Itu semua akan dikembangkan lagi," jelasnya.

Lebih jauh, kata Argo, untuk proses pengembangan kasus ini penyidik bakal lakukan pemeriksaan secara maraton terhadap Jokdri pasca ditahan, dan agendanya sudah berjalan sejak pagi, dan hingga siang ini masih berlangsung.

"Saat ini masih diperiksa, setelah sempat istirahat di Rutan Polda Metro Jaya. Dan kita kan memerlukan beberapa fasilitas untuk tersangka. Kita berikan, seperti sembahyang ibadah, kemudian ada makan siang. Semua kita berikan ke dia selama pemeriksaan," terang Argo.

Terakhir, Argo mengakui, proses pemeriksaan Jokdri ini penyidik masih menyelidiki, dan mengembangkan kasus dari perkara yang dilakukan Jokdri, dan penyidik tak menutup kemungkinan adanya tersangka baru.

"Itu kemungkinan bisa terjadi juga. Sekarang masih dalam pendalaman penyidik. Tentunya masih dalam pemeriksaan saksi yang lain, apakah ada kaitannya terlibat atau tidak. Tetapi semua kemungkinan bisa terjadi," imbuhnya.

Terpisah, Kuasa hukum Jokdri Andri Bimaseta menyebut, kliennya tidak layak ditahan karena selama ini bersikap kooperatif saat diperiksa oleh penyidik, danmenilai alasan subjektif penyidik tidak bisa menjadi dasar penahanan Jokdri.

"Kalau bagi kami sebenarnya apa, tidak sepatutnya Pak Joko dilakukan penahanan, tapi itu alasan subjektif dari penyidik. Kenapa?,karena memang artinya, pertama, untuk dia melarikan diri tidak mungkin karena di Imigrasi sudah dicekal, mau lari ke mana?" ujarnya saat dihubungi wartawan, Selasa (26/3).

"Selain itu dianggap akan mengulangi tindak pidana, dan itu tak mungkin terjadi karena semua barang bukti sudah dilakukan penyitaan. Sementara, kalau alasan objektifnya ancaman hukumannya, harus di atas 5 tahun. Nah berarti penyidik memakai alasan subjektif seperti itu," tambahnya.

Ditanya terkait pihaknya akan mengajukan penangguhan penahanan, Andri mengakui, saat ini pihaknya masih memikirkan langkah hukum untuk kliennya, dan masih akan dibahas dengan keluarga dan timnya.

"Saya belum tahu, masih dipikirkan. Memang terdekat, akan mengajukan penangguhan penahanan. Tapi, ini belum belum dibahas lagi, saya harus berdiskusi dengan keluarga sebagai penjamin," tutup Andri. (mhf/der/fin/zul)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Polisi Tampik Dokter Ani Hasibuan Jadi Target

Polisi Tampik Dokter Ani Hasibuan Jadi Target

Pemeriksaan dokter spesialis syaraf Robiah Khairani Hasibuan atau Ani Hasibuan dinilai dipaksakan dan terlalu tergesa-gesa.


Lusa, Permadi dan Lieus Sungkharisma Kembali Diperiksa Bareskrim

Lusa, Permadi dan Lieus Sungkharisma Kembali Diperiksa Bareskrim

Politisi Gerindra Permadi dan aktivis sosial Lieus Sungkharisma kompak mangkir dari panggilan pemeriksaan Bareskrim Polri, Selasa (14/3) kemarin.


Sidang Kedua Jokdri Tertunda

Sidang Kedua Jokdri Tertunda

Sidang kedua kasus perusakan barang bukti dengan terdakwa mantan Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan (Jaksel) tertunda.


Diperiksa Tujuh Jam, Sofyan Basir Belum ditahan KPK

Diperiksa Tujuh Jam, Sofyan Basir Belum ditahan KPK

KPK menggelar pemeriksaan perdana bagi tersangka kasus dugaan suap kesepakatan kontrak kerja sama proyek PLTU Riau-1, Sofyan Basir, Senin (6/5) kemarin.


Jokdri Terancam Tujuh Tahun Penjara

Jokdri Terancam Tujuh Tahun Penjara

Bulan Ramadan hari pertama juga menjadi momen sidang perdana kasus-kasus yang selama ini ditangani Satgas Antimafia Bola.


Dicecar 116 Pertanyaan, Pemeriksaan Egy Belum Rampung

Dicecar 116 Pertanyaan, Pemeriksaan Egy Belum Rampung

Penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya kembali mengagendakan pemeriksaan Eggi Sudjana sebagai saksi terlapor kasus dugaan makar (people power).


Berkas P21, Jokdri Dikirim ke Rutan Salemba

Berkas P21, Jokdri Dikirim ke Rutan Salemba

Tersangka kasus dugaan perusakan barang bukti pengaturan skor sepakbola Indonesia, Joko Driyono (Jokdri) akhirnya diserahkan ke Kejagung.


Diduga Lakukan Pemerasan, Empat Oknum Polisi Jalani Patsus

Diduga Lakukan Pemerasan, Empat Oknum Polisi Jalani Patsus

Empat oknum anggota Direktorat Intelijen dan Keamanan (Intelkam) Polda Lampung yang diduga terlibat pemerasan menjalani penempatan khusus.


Bawa Narkoba di Celana Dalam, Bandar Dicokok Polisi dan BNN

Bawa Narkoba di Celana Dalam, Bandar Dicokok Polisi dan BNN

Menghindari pemeriksaan petugas, Samsuri alias Sam alias Sampoleng menyimpan sabu dan pil ekstasi di celana dalamnya.


Pelaku yang Mutilasi Anaknya Diduga Sedang Dalami Ilmu Hitam

Pelaku yang Mutilasi Anaknya Diduga Sedang Dalami Ilmu Hitam

Mut Mainah (30), pelaku pemutilasi anaknya sendiri masih terus menjalani pemeriksaan kejiawaan dan psikis oleh tim dokter kepolisian.



Berita Hari Ini

Video

Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!