Kriminal
Share this on:

Karyawan Bobol Toko Majikan

  • Karyawan Bobol Toko Majikan
  • Karyawan Bobol Toko Majikan

SURABAYA - Semua orang pastinya ingin memiliki tabungan yang bermanfaat di masa depan. Namun tabungan yang diperoleh dari usaha ilegal bukan manfaat yang didapat. Sebaliknya penjara menanti seperti dialami Suda'i, ini.

Pria yang tinggal di Jalan Giri Surabaya ini sebenarnya berasal dari

Kecamatan Jabung. Suda'i ingin masa depannya tak kesulitan dalam hal keuangan. Maka dia memilih untuk menanamkan investasi berupa dua ekor sapi. Dibenaknya, sapi-sapi itu nilainya akan lebih besar dalam setahun .

Hanya saja dana pembelian sapi tersebut diperoleh dari usaha yang melanggar hukum. Bersama Junaedi, 43, warga Jalan Jepara, Surabaya dan Asmar, 33, warga Sampang ini membobol brankas di toko palawija Jalan Kalimati, Panggung di tempatnya bekerja. Polisi juga menangkap satu lagi tersangka M Muklis, 26, warga Jalan Gili untuk kasus lain yang juga berkomplot dengan Suda’i.

Kapolsek Pabean Cantikan AKP Mellysa Amalia menuturkan, polisi awalnya mencari pelaku pembobolan toko palawija di Jalan Kalimati Panggung. Saat itu, diketahui uang di dalam brankas toko sebesar Rp 110 juta amblas diambil kawanan pencuri. Pelaku membobol besi brankas dengan menggunakan gergaji besi dan mengambil hard disk CCTV toko.

"Penyelidikan dilakukan di lokasi dan kami mencurigai ada orang dalam yang bermain," katanya.

Selanjutnya polisi mencurigai Asmar yang merupakan pegawai toko. Dia biasa membersihkan recorder closed circuit television (CCTV) toko dan membenarkan CCTV jika ada kerusakan. Ditambah lagi, saat kejadian dia sibuk berada di sekitar lokasi penyimpanan recorder untuk bersih-bersih.

"Kami curiga karena ia seakan membersihkan sidik jari. Saat itu, kami belum cukup bukti. Baru Rabu (26/9) kemarin, kami tanya Asmar dan menunjukkan lokasi dibuang hard disk," terangnya.

Setelah terungkap satu tersangka, polisi mencari rekan komplotan tersangka Asmar. Hingga terungkap Suda'i yang melakukan aksi atau eksekutor pencurian brankas tersebut. Hanya hitungan menit, polisi menangkap Suda'i dan adiknya Junaedi. Mereka ditangkap tak jauh dari lokasi pembobolan brankas tersebut.

"Suda'i dan Junaedi ini kakak beradik dan kerjanya di Jalan Kalimati juga. Kami ringkus mereka," tegasnya.

Dari penuturan Suda'i diketahui, mereka menjalankan aksinya setelah mendapat informasi dari Asmar. Asmar yang bekerja di toko tersebut menggambar jalur pembobolan. Kemudian, Suda'i bertugas masuk melalui atap dan turun menggunakan tali tambang.

Dia langsung menggergaji brankas dan mengambil uang tersebut. Selanjutnya ia mengambil hard disk berisi rekaman CCTV toko.

"Ia sebelumnya diajari tersangka Asmar cara mengambil hard disk tersebut," terangnya.

Setelah lolos, uang tersebut dibagi. Suda'i dan Junaedi mendapat bagian masing-masing Rp 40 juta. Sedangkan tersangka Asmar mendapat Rp 30 juta.

Usai mendapat uang ini Asmar membeli sebuah sepeda motor. Junaedi membelikan barang-barang elektronik dan membayar utang. Sementara, Suda'i memilih menginvestasikannya dengan membeli dua ekor sapi.

"Saya ingin investasi dan untuk orang tua juga. Jadi saya belikan sapi," tutur Suda'i.

Sementara itu, Kanitreskrim Pabean Cantikan Iptu Tritiko mengatakan, pihaknya sempat menginterogasi tersangka Suda'i. Dari sini diketahui ia juga membobol toko di kawasan Jalan Songoyudan.

Saat itu, ia mengajak tersangka Muklis. Dari lokasi tersebut keduanya mendapat uang Rp 5 juta.

"Modusnya sama membobol atap toko," jelasnya.

Muklis sendiri mengaku, pernah melakukan pembobolan sendiri di pertokoan Jalan Kalimati pada 20 Juli silam bersama temannya yang lain. Saat ini polisi masih mencari komplotan pembobol pertokoan tersebut. (gun/rtn/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Manajer Bobol Kas BRI Rp12 Miliar

Manajer Bobol Kas BRI Rp12 Miliar

Asisten Manager Operasional dan Layanan (AMOL) Kantor Cabang BRI Tambun Kabupaten Bekasi, berinisial ET ditetapkan sebagai tersangka.


Mobil Perampok emas 6 Kilogram Sempat Dilempari Batu

Mobil Perampok emas 6 Kilogram Sempat Dilempari Batu

Tujuh nampan berisi perhiasan emas 6 kg di Toko Emas Permata digasak komplotan perampok, Sabtu (15/6) kemarin.


Kejagung Malaysia Banding Pembebasan Majikan Adelina

Kejagung Malaysia Banding Pembebasan Majikan Adelina

Kejaksaan Agung Malaysia mengajukan banding terhadap keputusan Mahkamah Tinggi yang membebaskan majikan Adelina Sau.


Petisi Protes Pembebasan Majikan Adelina Tembus 18.709 Pendukung

Petisi Protes Pembebasan Majikan Adelina Tembus 18.709 Pendukung

Petisi jejaring yang memprotes pembebasan majikan pembantu rumah tangga asal Kupang Nusa Tenggara Timur Adelina Sau tembus 18.709 pendukung.


Bunuh Majikan, TKI di Singapura Terancam Dihukum Mati

Bunuh Majikan, TKI di Singapura Terancam Dihukum Mati

Seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI), Daryati (26), terancam hukuman mati di Singapura, setelah terbukti membunuh majikannya.


Indonesia Selidiki Bebasnya Penyiksa TKI Hingga Tewas

Indonesia Selidiki Bebasnya Penyiksa TKI Hingga Tewas

Pemerintah Indonesia terkejut atas keputusan pengadilan Malaysia membebaskan S Ambika, majikan TKI asal Nusa Tenggara Timur bernama Adelina Jemira Sau.


Kejar Pelaku Teror di Jawa Timur, Polisi Lacak Toko Kimia

Kejar Pelaku Teror di Jawa Timur, Polisi Lacak Toko Kimia

Polisi memburu otak rencana aksi teror di Jawa Timur dan Jawa Barat berinisial A.


Pakai Deepweb, Bobol ATM Bank 91 Kali

Pakai Deepweb, Bobol ATM Bank 91 Kali

Polda Metro Jaya masih terus melakukan penyidikan kasus pembobolan rekening bank melalui sistem Skimming yang menjerat salah satu kerabat Prabowo Subianto Ramya


Kontrak Tak Diperpanjang, Mantan Karyawan Berkomplot Bobol Alfamart

Kontrak Tak Diperpanjang, Mantan Karyawan Berkomplot Bobol Alfamart

Tim Resmob Satreskrim Polres Tegal meringkus komplotan pencuri yang membobol sejumlah minimarket di Kabupaten Tegal.


Sejumlah Merek Obat Diamankan Polisi

Sejumlah Merek Obat Diamankan Polisi

Sejumlah anggota Polres Pekalongan Kota, dipimpin Kapolres AKBP Ferry Sandy Sitepu mendatangi sebuah toko obat di Jalan Sultan Agung, Kota Pekalongan.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!