Kriminal
Share this on:

Kejagung Klaim Selamatkan Uang Negara USD 477 Juta

  • Kejagung Klaim Selamatkan Uang Negara USD 477 Juta
  • Kejagung Klaim Selamatkan Uang Negara USD 477 Juta

JAKARTA - Hingga Triwulan Pertama 2019, jajaran Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun) Kejaksaan Agung mengklaim pihaknya telah menyelamatkan uang negara hingga USD 477,625.927. Jumlah tersebut didapatkan dari penanganan perkara pidana khusus seperti pidana ekonomi, korupsi, dan pidana khusus lainnya.

Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun), Loeke Larasati Agustina mengatakan untuk triwulan pertama sejak Januari hingga Maret 2019 berhasil menyelamatkan keuangan negara Rp1.104.470.694 dan USD 2.975.017. "Jadi secara total, uang negara yang telah diselamatkan total sebanyak, 477.625.927 dolar AS, katanya di Kejaksaan Agung, Kamis (11/4) kemarin.

Loeke mengatakan, saat ini anggapan penyelamatan uang negara adalah tolak ukur kinerja penegakan hukum. Padahal, menurutnya kejagung juga memberikan bantuan hukum berupa litigasi. Sebanyak 221 perkara dan non litigasi 95 perkara.

Pertimbangan hukum berupa pendapat hukum 82 perkara, pendampingan hukum 62 perkara dan audit hukum 7 perkara.

"Tindakan hukum lain 12 perkara dan pelayanan hukum 14 perkara," ujar Mantan Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat merinci keberhasilan mereka.

Senada, Wakil Jaksa Agung Arminsyah mengatakan salah satu prestasi yang paling moncer adalah kemenangan mereka dalam pengadilan arbitrase internasional yang diajukan oleh Indian Metal Ferro Alloys Limited (IMFA). IMFA menuntut kerugian kepada negara sebesar 469 juta dolar AS atau Rp6,68 Triliun.

Keberhasilan penanganan perkara tersebut dapat menjadi contoh penanganan perkara perdata paling efesien dan efektif untuk menyelesaikan tugas, berdasarkan prosedur. "Kemenangan di arbitrase itu merupakan best practice," katanya.

Sementara, Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia, Boyamin Salman mengatakan soal penyelamatan keuangan oleh jajaran Datun Kejagung memang sudah menjadi tugas dan kewajibannya sebagai jaksa pengacara negara. "Kan sudah kewajiban nya bukan hal yang luar biasa, tapi kita apresiasi," singkatnya di Jakarta.

Ia menambahkan kinerja jajaran Datun Kejaksaan Agung jika benar-benar serius dan menjalankan tugas dan fungsi secara maksimal, maka angka jumlah uang negara yang diselamatkan akan lebih besar dari yang saat ini berhasil diselamatkan. "Ini harus jadi cambuk, untuk dapat kerja lebih semangat lagi, jangan puas dengan hasil kerja yang sudah ada," tutupnya. (lan/fin/zul/tgr)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Positif Narkoba, 59 WNI Ditangkap Polisi Malaysia

Positif Narkoba, 59 WNI Ditangkap Polisi Malaysia

59 orang Warga Negara Indonesia (WNI) yang ditangkap di sebuah pusat hiburan di Bandar Puchong Jaya, Minggu malam (21/7), positif menggunakan narkoba.


Kejagung Siapkan Tim Pengacara Negara untuk Upaya PK Karhutla

Kejagung Siapkan Tim Pengacara Negara untuk Upaya PK Karhutla

Penolakan Mahkamah Agung atas kasasi kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) membuat tidur Jaksa Agung Muhammad Prasetyo tak nyenyak.


Lalai Serahkan LHKPN Bisa Tak Dilantik sebagai Anggota Dewan

Lalai Serahkan LHKPN Bisa Tak Dilantik sebagai Anggota Dewan

Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) menjadi syarat wajib bagi calon legislatif terpilih. Waktunya tak banyak.


Kasus Dugaan Pemerkosaan TKI Tunggu Hasil Forensik

Kasus Dugaan Pemerkosaan TKI Tunggu Hasil Forensik

Kepolisian Negara Bagian Perak, Malaysia membantah proses penyidikan kasus dugaan pemerkosaan terhadap TKI lambat.


Kejagung Siap Umumkan Tersangka Baru

Kejagung Siap Umumkan Tersangka Baru

Kejagung tak kunjung menetapkan tersangka baru kasus dugaan korupsi pembelian lahan batubara di Sarolangun, Jambi.


KKP Kembali Dibelit Rasuah Kapal

KKP Kembali Dibelit Rasuah Kapal

Penyidik pidana khusus Kejaksaan Agung (Kejagung) memeriksa Direktur Utama Jelajah Samudra Internasional Rosita Wulansari, Selasa (16/7).


Indonesia Jadi Tujuan Penipuan Industri Hiburan

Indonesia Jadi Tujuan Penipuan Industri Hiburan

Biro Penyelidikan Federal Amerika Serikat (FBI) menyebut Indonesia sebagai negara tujuan para pelaku penipuan di dunia hiburan AS.


Kejagung Kejar Tersangka Baru Korupsi Lahan Batubara

Kejagung Kejar Tersangka Baru Korupsi Lahan Batubara

Kejagung tengah melengkapi berkas pengusutan korupsi pembelian lahan batubara seluas 400 hektar di Kabupaten Sarolangun, Jambi.


Selundupkan Gula Ilegal, Empat WNI Ditangkap Polisi Malaysia

Selundupkan Gula Ilegal, Empat WNI Ditangkap Polisi Malaysia

Empat warga negara Indonesia (WNI) ditangkap Kepolisian Maritim Malaysia di Tawau (Negeri Sabah), Malaysia, Kamis (11/7) lalu.


Malaysia Deportasi 117 WNI Ilegal

Malaysia Deportasi 117 WNI Ilegal

Pemerintah Malaysia mendeportasi 117 warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja ilegal di Negeri Sabah ke Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara, Kamis (11/7).



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!