Kriminal
Share this on:

Kejagung Tangkap Lagi Dua Buron Dugaan Korupsi

  • Kejagung Tangkap Lagi Dua Buron Dugaan Korupsi
  • Kejagung Tangkap Lagi Dua Buron Dugaan Korupsi

JAKARTA - Kejaksaan Agung kembali menangkap dua orang dari Daftar Pencarian Orang (DPO) di dua tempat terpisah. Kali ini DPO yang diciduk adalah DS, buronan kasus tindak pidana korupsi dana kredit tanah di Kota Binjai, tahun 2009.

Dibantu tim Kejari Kota Binjai, DS diciduk di Jalan Cagak, Subang, Jawa Barat pada Kamis (25/4), pukul 10.15 WIB. Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapus Penkum) Kejaksaan Agung, Mukri menuturkan, tim gabungan telah melakukan pengintaian terhadap tersangka selama 3 hari di beberapa tempat di daerah Jawa Barat yang diduga menjadi tempat persembunyiannya.

"Namun oleh karena tersangka didalam pelariannya selalu berpindah-pindah tempat, tim sempat kesulitan melacak keberadaan tersangka," katanya di Kejaksaan Agung, Jakarta, kemarin.

Mukri mengatakan, kasus ini bermula saat tersangka meminjam uang ke BRI Cabang Pembantu Katamso, Medan sebesar Rp500 juta pada 2009. Terbaru, pinjaman telah dilakukan sebanyak tiga kali dengan nilai yang sama. Setiap meminjam tersangka memakai nama UD Grace Panglima Denai, CV Finance SS, CV Deandls dengan jaminan Bangunan SHM No 703, SHM No 699, SHM No 698. Secara keseluruhan jumlah pinjaman mencapai Rp1,5 miliar.

Pihak BRI tidak mengecek langsung jaminan apakah sesuai dengan berkas yang dijaminkan. Setelah mendapatkan dana pinjaman, DS macet dan terus menunggak dalam membayar kredit. Akibatnya, BRI berupaya melakukan penyitaan atas ketiga ruko tiga pintu yang menjadi jaminan. Usai disita, BRI melakukan pelelangan per rukonya sebesar Rp275 juta pada Juli 2013.

Hingga akhirnya terjadi sengketa kepemilikan ruko. Kejari pun memasukanya ke dalam pemberian fasilitas kredit kepada BRI dengan jaminan fiktif yang berlokasi di Binjai.

Tersangka dijerat pasal 2 ayat 1 sub pasal 3 jo pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo pasal 55 ayat 1 ke-satu KUHP.

Di tempat lain, tim intelijen Kejari Gresik dan Bangkalan dibantu intelijen Kodim Gresik menangkap buronan terpidana korupsi Penyaluran Dana Program Penanganan Sosial Ekonomi Masyarakat Tahun 2008 atas nama Mashuriyanto. "Buronan terpidana Korupsi asal Kejaksaan Negeri Gresik yang telah buron selama 5 tahun ini ditangkap di POM Bensin Kabupaten Bangkalan, Madura pukul 00.45 WIB," jelas Mukri.

Penangkapan dilakukan sesuai dengan Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor: 1816 K/Pid.Sus/2012 tanggal 14 Mei 2014. "Untuk menjalani pidananya sesuai, terpidana saat ini telah dieksekusi Jaksa Kejaksaan Negeri Gresik di Lapas Klas II B Banjarsari Gresik," ungkapnya.

Dia menegaskan dengan secara terus menerus melakukan penangkapan terhadap buronan, menandakan kejaksaan tidak memberikan tempat aman Bago pelaku kejahatan. Program Tangkap Buron (Tabur) 31.1 Kejaksaan RI, berhasil mengamankan buronan ke- 54 Tahun 2019 yang menargetkan masing-masing Kejaksaan Tinggi (Kejati) minimal dapat menangkap satu Buronan untuk setiap bulannya.

"Tidak ada tempat yang aman bagi pelaku kejahatan," tandasnya. (lan/fin/zul/tgr)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Sedang ke Luar Negeri, Aher Tak Hadir di KPK

Sedang ke Luar Negeri, Aher Tak Hadir di KPK

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap mantan Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ahmad Heryawan.


Uang Suap Nahrawi Mengalir ke Pihak Lain

Uang Suap Nahrawi Mengalir ke Pihak Lain

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami aliran uang suap yang diterima oleh mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi yang diduga ke


KPK Sudah Selamatkan Uang Negara Rp28,7 Triliun di 2019

KPK Sudah Selamatkan Uang Negara Rp28,7 Triliun di 2019

Berapa uang negara yang sudah diselamatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sepanjang tahun 2019 ini? Ternyata cukup fantastis.


Eggi Sudjana Minta Perlindungan Presiden

Eggi Sudjana Minta Perlindungan Presiden

Tersangka kasus dugaan makar Eggi Sudjana meminta perlindungan hukum kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).


KPK Perdalam Perkara Sunjaya

KPK Perdalam Perkara Sunjaya

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah melakukan pengembangan perkara suap rotasi, mutasi, dan promosi jabatan di Pemerintah Kabupaten (Pemkab Cirebon).


Dewas Turunkan Peran Komisioner, KPK Tidak Takut

Dewas Turunkan Peran Komisioner, KPK Tidak Takut

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M. Syarif menegaskan pihaknya sama sekali tidak merasa takut dengan kehadiran dewan pengawas (dewas).


Buronan Korupsi Disparbudpora Pidie Ditangkap

Buronan Korupsi Disparbudpora Pidie Ditangkap

Tim Intelijen dan Tim Pidsus Kejaksaan Negeri Pidie, Aceh menangkap buronan H. Arifin bin Rahmad, Rabu (18/9) lalu.


Tersangkakan Menpora, Tak Ada Muatan Politis

Tersangkakan Menpora, Tak Ada Muatan Politis

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membantah penetapan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi sebagai tersangka kasus dugaan suap dana hibah KONI be


Bareskrim Selidiki Fasilitas Kredit BTN ke Developer Kaltim

Bareskrim Selidiki Fasilitas Kredit BTN ke Developer Kaltim

Isu miring terkait adanya dugaan praktik korupsi kembali menerpa PT Bank Tabungan Negara (BTN) persero.


Analisis UU Baru, KPK Bentuk Tim Transisi

Analisis UU Baru, KPK Bentuk Tim Transisi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membentuk Tim Transisi untuk menganalisis materi hasil revisi Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!