Kriminal
Share this on:

Kepergok Plesiran, Setya Novanto Dipindahkan ke Gunung Sindur

  • Kepergok Plesiran, Setya Novanto Dipindahkan ke Gunung Sindur
  • Kepergok Plesiran, Setya Novanto Dipindahkan ke Gunung Sindur

JAKARTA - Setya Novanto (Setnov) kini mendekam di sel super maximum security Lapas Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat. Mantan Ketua DPR RI itu pada Sabtu (15/6) dinihari dipindahkan dari Lapas Sukamiskin, setelah tepergok plesiran ke sebuah toko bangunan mewah di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat.

"Yang bersangkutan sudah berada di Gunung Sindur sejak Sabtu dinihari pukul 01.00 WIB. Pertama datang akan ditempatkan di sel isolasi lebih dulu. Dia dipindahkan dari Lapas Sukamiskin atas perbuatannya sendiri. Yakni ada pelanggaran yang dilakukan," kata Kepala Divisi Pas Kemenkum HAM Jabar, Abdul Aris, Sabtu (15/6). Namun, Abdul tak menyebut berapa lama Setnov akan berada di sel isolasi.

Kakanwil Kemenkum HAM Liberti Sitinjak menegaskan jika pengamanan terhadap Setnov di Gunung Sindur akan lebih diperketat. Termasuk soal pemberian izin berobat. Alasannya, Rutan Gunung Sindur punya SOP tersendiri.

Menurutnya, jika di Lapas Sukamiskin pembinaanya berjalan seperti biasa. Pada pagi hari, pintu dibuka. Sedangkan sorenya ditutup. Namun, hal seperti itu tidak bisa dilakukan di Rutan Gunung Sindur. "Tergantung bagaimana SOP di Gunung Sindur. Begitu juga dengan alasan izin berobat di sana juga ketat. Di Gunung Sindur pengamanannya sangat-sangat super ketat. Karena itu sudah tergolong lapas super maksimum," ujar Liberti.

Selain itu, untuk mendalami motif Setnov bisa plesiran, Kemenkumham telah memeriksa pengawal yang bertugas saat itu. "Sudah diperiksa. Kita ikuti saha aturannya. Yang jelas ada sanksi untuk pengawal yang bertugas," lanjut Liberti.

Meski hasil pemeriksaan belum diketahui, namun dia mengindikasi ada faktor kelalaian hingga akhirnya koruptor proyek e-KTP itu bisa plesiran. Terkait sanksi yang akan dijatuhkan, Liberti meminta untuk menunggu hasil pemeriksaan. "Hukuman paling ringan pernyataan tidak puas. Kalau yang tertinggi pemberhentian tidak dengan hormat. Tapi belum bisa pastikan. Tergantung dari bobot kesalahannya," tukas dia.

Seperti diketahui, Setya Novanto tepergok pelesiran ke sebuah toko bangunan di Padalarang. Kemenkum HAM Jawa Barat menyebut Setnov pergi bersama istrinya Deisti Astriani Tagor. Sebelum tepergok, Setnov menjalani perawatan atas penyakit yang dideritanya di Rumah Sakit Santosa, Bandung sejak 12 Juni 2019.

Pejabat Kakanwil Kemenkum HAM Jabar pun telah menjenguk sekaligus mengecek kebenaran Setnov ovanto di rumah sakit tersebut. Saat itu, istri Setnov juga ada. Keterangan soal istri Novanto ikut ke toko bangunan tersebut juga diungkapkan oleh pegawai toko. Menurutnya pria bermasker itu, datang bersama tiga orang lainnya. Salah satunya adalah Deisti Astriani Tagor yang mengenakan kerudung. Juga ada dua orang laki-laki.

Menanggapi plesiran Setnov, Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai Menkumham Yasonna H Laoly wajib bertanggung jawab. "Kejadian Setya Novanto yang diketahui pelesiran semakin menegaskan bahwa ada persoalan serius dalam pengelolaan serta pengawasan Lapas di Indonesia. Tentu karena lapas berada di wilayah kerja Kementerian Hukum dan HAM maka Menteri Yasonna Laoly dan Dirjen PAS Sri Puguh Budi Utami wajib ambil tanggung jawab atas peristiwa ini," kata peneliti ICW, Kurnia Ramadhana di Jakarta, Sabtu (15/6).

Dia menyinggung soal kasus suap yang menjerat eks Kepala Lapas Sukamiskin, Wahid Husen. Menurutnya, peristiwa Novanto plesiran ke toko bangunan ini membuat Kemenkum HAM terlihat tidak menghargai KPK yang mengungkap kasus suap Wahid Husen.

Dia meyakini publik akan bertanya-tanya seberapa besar keseriusan pemerintah dalam memberikan efek jera bagi para koruptor. Jika kasus koruptor plesiran ini terus terjadi, kerja polisi, jaksa dan KPK akan sia-sia. "Dengan kejadian ini tentu publik akan bertanya sebenarnya sejauh mana pemerintah dalam memandang pemberian efek jera bagi pelaku korupsi. Karena bagaimanapun juga lapas harus dipandang sebagai muara dari penegakan hukum," terang Kurnia. (rh/zul/fin)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Hak Setnov Ajukan PK

Hak Setnov Ajukan PK

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menanggapi upaya peninjauan kembali (PK) yang diajukan terpidana kasus korupsi Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) Setya


Usulan Napi Korupsi ke Nusakambangan Dikebut

Usulan Napi Korupsi ke Nusakambangan Dikebut

KPK belum bisa banyak berkomentar terkait kepindahan terpidana kasus korupsi e-KTP Setya Novanto (Setnov) ke Lapas Sukamiskin.


Plesiran Idrus Marham Bikin KPK Tegang

Plesiran Idrus Marham Bikin KPK Tegang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mempelajari Laporan Akhir Hasil Pemeriksaan (LAHP) Ombudsman Perwakilan Jakarta Raya.


Idrus Marham Terlacak Plesiran, Ombudsman Panggil Pimpinan KPK

Idrus Marham Terlacak Plesiran, Ombudsman Panggil Pimpinan KPK

KPK tengah menyelidiki laporan Ombudsman RI terkait tahanan Idrus Marham yang diduga pelesiran saat berobat di RS MMC Jakarta.


Terkait Plesiran Idrus Marham, KPK Sesalkan Keterangan Ombudsman

Terkait Plesiran Idrus Marham, KPK Sesalkan Keterangan Ombudsman

Informasi terkait pelesiran terdakwa kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1 Idrus Marham di luar rutan dianggap terburu-buru.


Sanksi Oknum dan Pejabat Lapas Harus Dipublikasikan

Sanksi Oknum dan Pejabat Lapas Harus Dipublikasikan

Pemindahan Setya Novanto (Setnov) dari Lapas Sukamiskin ke Lapas Gunung Sindur dinilai belum menyelesaikan masalah.


Kepergok Curi Uang Rp50 ribu, Pemuda Dimassa

Kepergok Curi Uang Rp50 ribu, Pemuda Dimassa

Tertangkap basah membobol toko, Asri Del Indra jadi bulan-bulanan massa. Beruntung polisi segera mengamankan dan menggelandangnya ke Mapolsek Jenangan.


Kepergok Masuk ke Bengkel, Pencuri Dimassa

Kepergok Masuk ke Bengkel, Pencuri Dimassa

Warga Desa Sekernan Kecamatan Sekernan Kabupaten Muarojambi, kemarin (2/11) berhasil menangkap basah seorang pencuri spesialis alat bengkel.


Overload, 38 Napi Dipindah ke Nusakambangan

Overload, 38 Napi Dipindah ke Nusakambangan

Sebanyak 38 warga binaan pemasyarakatan yang sudah menjadi narapidana Lapas Kelas I Kedungpane, Semarang dipindahkan ke Lapas Kelas IIA Permisan Nusakambangan.


Mayat Perempuan Nyaris Membusuk Ditemukan Tak Bercelana dan BH

Mayat Perempuan Nyaris Membusuk Ditemukan Tak Bercelana dan BH

Penemuan mayat perempuan tanpa identitas di lereng Gunung Sindoro gegerkan warga kemarin. Korban diduga telah meninggal lebih dari satu minggu.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!