Kriminal
Share this on:

Keputusan MA Bebaskan Dahlan Iskan Sudah Final

  • Keputusan MA Bebaskan Dahlan Iskan Sudah Final
  • Keputusan MA Bebaskan Dahlan Iskan Sudah Final

JAKARTA - Kejaksaan Agung (Kejagung) memilih diam saat disinggung penolakan permohonan kasasi Jaksa atas Dahlan Iskan dalam kasus korupsi aset PT Panca Wira Usaha (PWU). Putusan Mahkamah Agung (MA) itu menguatkan putusan di tingkat banding.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapus Penkum) Kejaksaan Agung, Mukri berdalih, hingga kini Kejaksaan belum menerima salinan putusan tersebut. "Memang informasinya seperti itu (kasasi Jaksa ditolak), tapi kita belum dapatkan salinan putusan itu, jadi kita belum bisa mencermati isi putusannya," katanya kepada Fajar Indonesia Network (FIN) , Rabu (1/5) kemarin.

"Nanti setelah kita terima baru kita cermati dulu seperti apa, saat ini kita belum bisa cermati putusannya karena belum terima," singkatnya

Sementara, Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indoenesia (MAKI) Boyamin Saiman mengatakan tidak ada langkah hukum lain yang bisa dilakukan jaksa. Artinya jaksa harus menerima putusan Mahkamah Agung yang menolak kasasi jaksa terhadap mantan Menteri BUMN tersebut.

"Ya sudah tidak ada upaya lagi, kita semua termasuk jaksa harus menerima putusan kasasi Pak DI (Dahlan Iskan) bebas. Berdasar putusan MK, jaksa tidak punya hak PK (peninjauan kembali)," singkatnya kepada FIN.

Diketahui, Mahkamah Agung (MA) menolak permohonan kasasi jaksa atas mantan Menteri BUMNDahlan Iskan dalam kasus korupsi aset PT Panca Wira Usaha (PWU). Atas putusan tersebut Dahlan Iskan bakal menghirup udara bebas dan lepas dari semua jeratan hukum.

Kasus ini bermula saat Dahlan Iskan menjabat Dirut PT PWU periode 2000-2010. Saat itu terjadi kasus tukar guling aset BUMD PT PWU di Jawa Timur. Belakangan, tukar guling itu dinilai bermasalah, sehingga Dahlan Iskan dijadikan tersangka oleh Kejaksaan dan oleh jaksa dilimpahkan ke pengadilan.

Dalam Pengadilan Tipikor Surabaya, Dahlan Iskan dinyatakan bersalah dan divonis 2 tahun penjara pada 2017 silam. Tak terima dengan vonis tersebut, Dahlan mengajukan banding, dan Pengadilan Tinggi (PT) Surabaya menganulir putusan tersebut. Oleh majelis hakim, Dahlan dibebaskan dari seluruh dakwaan.

Giliran jaksa yang tak menerima putusan banding tersebut, akhirnya jaksa kemudian mengajukan permohinan kasasi ,namun Mahkamah Agung menolak kasasi jaksa. "Tolak," demikian bunyi amar putusan 3029 K/PID.SUS/2018 sebagaimana dilansir website MA, Selasa (30/4) kemarin.

Duduk sebagai ketua majelis hakim agung Prof. Dr. Surya Jaya dengan anggota M. Askin dan LL Hutagalung. Perkara dengan panitera pengganti Retno Murni Susanti itu diketuk pada 22 April lalu. (lan/fin/zul/tgr)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Lepaskan Syafrudin Temenggung, Keputusan MA Terus Ditentang

Lepaskan Syafrudin Temenggung, Keputusan MA Terus Ditentang

Keputusan Mahkamah Agung (MA) yang melepaskan mantan Kepala BPPN Syafruddin Temenggung dari segala tuntutan hukum berbuntut panjang.


Indonesia Bebaskan Terpidana Kasus Pelecehan Seksual Siswa JIS

Indonesia Bebaskan Terpidana Kasus Pelecehan Seksual Siswa JIS

Pemerintah Indonesia mengabulkan pengampunan kepada, Neil Bantleman, guru asal Kanada terpidana pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur di Jakarta.


LPSK Apresiasi Vonis MA Bebaskan Anak Korban Pemerkosaan

LPSK Apresiasi Vonis MA Bebaskan Anak Korban Pemerkosaan

Keputusan Mahkamah Agung (MA) membebaskan anak korban perkosaan dari tudingan melakukan menggugurkan anak (aborsi), diapresiasi LPSK.


Erdogan Sebut AS Sebagai Perampok

Erdogan Sebut AS Sebagai Perampok

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bereaksi keras, atas penolakan Amerika Serikat (AS) untuk menyerahkan jet tempur F-35 yang sudah dibeli Turki.


BNN Tolak Pelegalan Rokok Elektronik

BNN Tolak Pelegalan Rokok Elektronik

Rokok elektronik sangat berpeluang disalahgunakan untuk narkotika dan obat-obatan berbahaya. Sudah ada contoh kasusnya.


Masyarakat Diminta Legawa, Aksi Demo di Depan MK Dilarang

Masyarakat Diminta Legawa, Aksi Demo di Depan MK Dilarang

Masyarakat diminta untuk menerima apapun hasil keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sengketa Pilpres 2019.


Pintu Pabrik Sengaja Dikunci

Pintu Pabrik Sengaja Dikunci

Bos pabrik korek api gas yang meledak di Langkat, Burhan (37) dan manajer pabrik Lismawarini (43) sudah ditetapkan sebagai tersangka.


Situasi Keamanan Nasional Sudah Kondusif

Situasi Keamanan Nasional Sudah Kondusif

Pasca kerusuhan saat aksi unjuk rasa 21-22 Mei 2019 di sejumlah daerah, Polri menyatakan situasi keamanan secara nasional sudah sangat kondusif.



Awal Mei, Sudah Ada 17 Serangan Hoax

Awal Mei, Sudah Ada 17 Serangan Hoax

Kementerian Komunikasi dan Informatika mencatat ada 17 hoaks yang berseliweran di dunia maya di awal Mei.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!