Kriminal
Share this on:

Kerangka Manusia Itu Ternyata Milik Matsai

  • Kerangka Manusia Itu Ternyata Milik Matsai
  • Kerangka Manusia Itu Ternyata Milik Matsai

TERUNGKAP – Petugas membawa sesosok mayat manusia yang sudah tinggal kerangka. (dok. radar pekalongan)

PEKALONGAN - Teka-teki identitas sesosok mayat manusia yang sudah tinggal kerangka berakhir. Sebab, identitas mayat yang ditemukan di sebuah rumah kosong di Jalan Jenderal Sudirman 125, Sapuro Kebulen, Pekalongan Barat, Kota Pekalongan, Jumat (2/3) lalu, itu akhirnya terungkap.

Kapolres Pekalongan Kota AKBP Ferry Sandy Sitepu, melalui Kapolsek Pekalongan Barat Kompol Hanafi Umar menuturkan, berdasar pemeriksaan dan keterangan saksi, identitas kerangka manusia tersebut diyakini sebagai Matsai Harianto, kelahiran Malang, 22 Juni 1949 (usia 68 tahun).

Matsai ini tak lain merupakan orang yang diberi kepercayaan si pemilik rumah untuk menjaga rumah tersebut. ”Korban diyakini sebagai Matsai. Menurut beberapa saksi, ciri-cirinya sama, antara lain gigi ompong dan pakaian yang dikenakan saat itu adalah benar milik Matsai. Para saksi mengenalinya,” kata Kapolsek.

Para saksi ini, antara lain seorang pendeta sebuah gereja di Kota Pekalongan. Dimana Matsai biasa beribadat di gereja itu. ”Yang bersangkutan (Matsai, red) merupakan jamaat gereja yang pendetanya sangat dekat sama dia. Bahkan ketika dia (Matsai) tidak datang ke gereja beberapa kali, sang pendeta sempat datang ke rumah yang ditinggali Matsai tersebut. Namun karena saat itu kondisi rumah itu digembok, dan diketuk-ketuk tidak ada yang membukakan, akhirnya ditinggal,” ungkapnya.

Saksi lainnya adalah keluarga si pemilik rumah kosong itu. Diketahui bahwa pemilik rumah bernama Iwan Santoso dan telah lama meninggal dunia. Sedangkan istri pemilik rumah sudah berusia lanjut dan sakit-sakitan, serta tinggal di Sidoarjo, Jawa Timur bersama putrinya.

”Mereka sudah lama tidak menengok rumah yang di Pekalongan itu. Terakhir sekitar Lebaran 2016,” terangnya.

Kompol Hanafi Umar menambahkan, dari pemeriksaan didapatkan hasil bahwa pada jasad korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Korban diduga meninggal dunia akibat sakit. ”Selain itu tetangga yang tinggal di dekat rumah tersebut tidak pernah mendengar ada keributan ataupun suara gaduh di situ,” katanya.

Lebih lanjut disampaikan bahwa jasad korban telah diserahkan ke pihak gereja, dimana sebelumnya Matsai menjadi jamaatnya. Sebab, yang bersangkutan sudah tidak punya keluarga lagi di Pekalongan.

”Dia sebatang kara. Sudah kita serahterimakan ke pihak gereja pada hari Sabtu atau sehari setelah ditemukan. Dia diduga sudah meninggal dunia sejak 2016,” imbuh Kapolsek Pekalongan Barat.

Sebelumnya, warga Kebulen, Kelurahan Sapuro Kebulen, Kecamatan Pekalongan Barat, maupun pengguna jalan yang kebetulan melintas di jalur Pantura Kota Pekalongan digegerkan dengan penemuan sesosok mayat manusia yang sudah tinggal tulang belulang, Jumat (2/3) pukul 10.00 WIB.

Kerangka manusia yang diduga berjenis kelamin laki-laki itu ditemukan warga tergeletak di dalam kamar belakang di sebuah rumah kosong yang berlokasi di pinggir jalur Pantura, Jalan Jenderal Sudirman No 125 Kebulen RT 12 RW 4 Kelurahan Sapuro Kebulen, Kecamatan Pekalongan Barat. (way/jpg)

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!