Kriminal
Share this on:

Kivlan Zein Dijerat Tiga Kasus

  • Kivlan Zein Dijerat Tiga Kasus
  • Kivlan Zein Dijerat Tiga Kasus

JAKARTA - Pemeriksaan terhadap tersangka dugaan makar Mayjen (Purn) Kivlan Zein, Jumat (14/6), terhenti sementara. Penyebabnya, sakit gigi mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kas Kostrad) itu, kambuh.

Tim penyidik Polda Metro Jaya pun akan kembali memeriksa Kivlan sebagai saksi dalam kasus makar politikus PPP Habil Marati. Pemeriksaan terkait dana Rp150 juta (SGD 15 ribu) untuk rencana pembunuhan 4 pejabat negara dan pimpinan lembaga survei.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan Kivlan sudah berstatus tersangka dengan perannya, sebagai penerima dana yang diberi tersangka Habil untuk pembelian senjata dan operasional rencana pembunuhan 4 pejabat negara.

"Pak KZ sejak sebelum lebaran itu sudah tersangka juga, berdasarkan penyidikan dan keterangan empat tersangka yang diperintahnya untuk melakukan aksi pembunuhan tersebut," ujar Dedi saat dihubungi Fajar Indonesia, Minggu (16/6) kemarin.

Dedi tak membantah, jika saat ini perkara yang menjerat Kivlan Zein terdiri dari tiga kasus, yakni kepemilikan senpi ilegal, dugaan makar, dan dugaan sebagai otak rencana pembunuhan empat tokoh nasional dan satu pimpinan lembaga survey.

"Ya, untuk kasus dugaan makar dan rencana pembunuhan masih proses di Bareskrim Polri. Perkembangannya akan kita sampaikan, Senin (17/6) besok (hari ini)," tutup perwira Polri bintang satu ini.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan langkah penyidik memeriksa Kivlan adalah ingin melakukan kroscek keterangan keduanya terkait dana senilai Rp 150 juta. "Ya untuk dikroscek saja keterangan keduanya, sehingga kasus ini bisa semakin terang dan jelas," ucap Argo saat dihubungi Fajar Indonesia Network, Minggu (16/6).

Argo mengatakan, pemeriksaan terhadap Kivlan telah dilakukan selama sekitar tujuh jam, sejak pukul 15.00 WIB hingga pukul 22.30 wib. Selama pemeriksaan penyidik baru mencecar 11 pertanyaan. Padahal masih ada sederet pertanyaan yang belum dilontarkan penyidik.

"Pertanyaan penyidik itu seputar pemberian dana dari HM (Habil Marati) ke KZ (Kivlan Zein). Dan pemeriksaan akan diagendakan lagi kepada pak KZ untuk dimintai keterangan kembali," katanya.

Namun demikian, Argo mengakui, sampai saat ini pihaknya belum dapat memastikan kapan pemeriksaan lanjutan dilakukan.

Terpisah, salah satu kuasa hukum Kivlan, Muhammad Yuntri mengakui, pemeriksaan kliennya terkait penerimaan dana dari tersangka Habil Marati memang belum selesai. Sebab kliennya tiba-tiba mengalami sakit gigi.

"Iya belum selesai kemarin, karena sakit gigi pak Kivlan kambuh saat diperiksa. Jadi, belum tuntas BAP-nya," kata Yuntri dihubungi wartawan.

Menurut Yuntri, saat pemeriksaan kliennya baru menjawab, sebanyak 11 pertanyaan. Inti pertanyaan mengenai masalah sumber dana tersebut.

"Intinya, apakah sumber dana yang diterima antara Pak Kivlan dengan diterima oleh Iwan berapa," ucap Yuntri.

Sementara itu, agenda pemeriksaan lanjutan akan dijadwalkan, menyesuaikan jadwal penyidik dan kondisi kesehatan Kivlan.

"Untuk waktu pemeriksaan berikutnya, akan disesuaikan dengan jadwal penyidik yang cukup padat dan kondisi kesehatan Pak Kivlan," ungkapnya. (mhf/gw/fin)

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Delapan Lokasi di Indramayu dan Cirebon Digeledah KPK

Delapan Lokasi di Indramayu dan Cirebon Digeledah KPK

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan terkait kasus dugaan suap pengaturan proyek di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu.


Wali Kotanya Ditahan di Guntur, Pemkot Medan Siapkan Pembelaan

Wali Kotanya Ditahan di Guntur, Pemkot Medan Siapkan Pembelaan

Wali Kota Medan Tengku Dzulmi Eldin (TDE), tersangka kasus suap proyek dan jual beli jabatan ditahan di Pomdam Jaya Guntur Jakarta.


Situs Porno Terbesar di Dunia Terungkap

Situs Porno Terbesar di Dunia Terungkap

Petugas gabungan penegak hukum internasional yakni dari Amerika Serikat, Inggris, Korea Selatan, dan lainnya, mengungkap kasus pornografi anak terbesar.


Simpan Kapsul Sabu di Kemaluannya, Dua Wanita Thailand Ditangkap

Simpan Kapsul Sabu di Kemaluannya, Dua Wanita Thailand Ditangkap

Tujuh pelaku dari tiga sindikat peredaran sabu berhasil ditangkap Direktorat tindak pidana narkoba (Dittidnarkoba) Polri.


Abu Rara dan Istri Sudah Siapkan Anak Jadi Eksekutor

Abu Rara dan Istri Sudah Siapkan Anak Jadi Eksekutor

Fakta baru ditemukan dalam kasus penikaman Menko Polhukam Wiranto di Pandeglang, Banten. Rupanya, Abu Rara dan Fitriana Diana meminta sang anak untuk melakukan



Delapan Diamankan saat OTT, Tiga Ditetapkan Tersangka

Delapan Diamankan saat OTT, Tiga Ditetapkan Tersangka

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan tiga tersangka kasus dari delapan orang yang diamankan dalam Operasi Tangkap Tangan di Kalimantan Timur dan Jakart


Dugaan Suap Kalapas Sukamiskin, Lima Tersangka Ditangkap KPK

Dugaan Suap Kalapas Sukamiskin, Lima Tersangka Ditangkap KPK

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan lima tersangka kasus dugaan suap pemberian fasilitas atau perizinan keluar Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Klas I


Korupsi Alkes, Kajati Sulteng Bidik Tersangka Baru

Korupsi Alkes, Kajati Sulteng Bidik Tersangka Baru

Penyidik pidana khusus Kejaksaam Tinggi Sulawesi Tengah (Sulteng) terus mengembangkan kasus dugaan tindak pidana korupsi proyek pengadaan alat kesehatan (alkes)


Wali Kota Medan Tersangka Jual Beli Jabatan

Wali Kota Medan Tersangka Jual Beli Jabatan

Tiga dari lima orang yang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ditetapkan sebagai tersangka.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!