Kriminal
Share this on:

Klarifikasi Muhir Beredar, Beringin Bergoyang

  • Klarifikasi Muhir Beredar, Beringin Bergoyang
  • Klarifikasi Muhir Beredar, Beringin Bergoyang

LOMBOK - H Muhir mulai berkicau. Parahnya, kicauan pertamanya langsung membuat pohon beringin (baca: Partai Golkar) yang selama ini menjadi tempatnya bernaung, bergoyang.

Bagai bola salju. Kasus Muhir makin menggelinding besar. Setelah Operasi Tangkap Tangan (OTT) itu, beberapa anggota DPRD Kota Mataram harus ikut berurusan dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Mataram. Termasuk, Ketua DPRD Kota Mataram H. Didi Sumardi.

Setelah memberikan keterangan di Kejari Mataram, Selasa (25/9) kemarin, Didi yang satu partai dengan Muhir, terpantau mendatangi kantor Wali Kota Mataram. Didi sempat menemui Wakil Wali Kota Mataram H. Mohan Roliskana. Lalu masuk ke ruang Asisten I Kota Mataram Lalu Martawang.

“Saya sampaikan amanah dulu,” kata Didi.

Tidak ada yang tahu secara persis apa isi pertemuan Didi dengan beberapa pejabat elit Pemkot Mataram. Didi terlihat mantap melangkah dari satu ruangan ke ruangan lain. Namun, usai dari ruang asisten I, Didi bisa menjelaskan lebih panjang.

“Hanya silaturahmi. Silaturahmi itu memperpajang usia dan membuka pintu rezeki,” kata Didi kalem.

Didi menegaskan kunjungan ke beberapa pejabat teras pemkot, tidak ada sangkut pautnya dengan pemanggilan oleh Kejari. Ia pun menceritakan saat pemanggilan kemarin hanya perbincangan biasa. Tidak ada yang menyangkut pembahasan yang sifatnya khusus dan spesifik.

“Hanya silaturahmi dan bicara-bicara yang umum saja. Ndak ada yang serius kok. Hanya cerita-cerita saja,” kelitnya.

Intonasi dan ekspresi Didi baru berubah saat dikonfirmasi soal ramainya surat kaleng. Sebelumnya beredar surat dari orang yang menyebut dirinya Darmawan SH. Surat ini lantas di kirim ke sejumlah kantor media dan menyebar fotonya secara berantai melalui pesan singkat.

Dalam surat itu, dikatakan jika uang OTT Rp30 juta yang diambil Muhir atas perintah Didi. Secara spesifik perintah pengambilan uang itu disampaikan pada tanggal 12 September 2018. “Namanya surat kaleng, saya dunia akhirat bisa saya pertanggung jawabkan (keterangan dan sikap saya),” tegas Didi.

Dia curiga surat itu dibuat oleh orang tidak bertanggung jawab. Yang ingin memanfaatkan situasi OTT untuk mencari keuntungan sendiri. Dengan cara menyerang secara personal dirinya. “Kalau dia (jantan dan meyakini kebenaran ucapannya) mestinya tidak kaleng,” cetusnya.

Didi mencoba bijak menyikapi persoalan ini. Lalu memilih mendoakan agar pembuat surat itu mendapat ampunan dan magfirah, atas fitnah kaleng yang ia buat. Dia lantas mempersilakan media untuk mempertanyakan integirtasnya selama ini dalam mengawal pemerintahan.

“Dan soal itegritas berkali-kali saya sampaikan sejak tahun 1999, saya selalu jaga itu. Bisa ditanya pada pejabat pemkot,” tantangnya.

Didi lantas menepis kalau ia tahu spesifik soal surat itu. Tapi jika arahnya mencoba menyerang dirinya secara personal dan Partai Golkar, ia yakinkan itu hanya memutarbalikan fakta.

“Saya tidak kenal siapa dia (Darmawan SH, Red),” tepisnya.

Saat ini dia memilih untuk melihat respons selanjutnya. Ia tidak bisa menempuh jalur hukum mengingat sosok Darmawan SH itu tidak terlihat fisiknya. Namun Didi tidak bisa menyembunyikan kegeramannya atas fitnah keji yang mengarah padanya.

“Saya akan temui dan datangi ia untuk tabayyun. Sekalipun di ujung dunia manapun dia berada. Bukan untuk apa-apa. Sekalipun saya DAN 4 (Yondan, Red) karate, tapi bukan untuk adu jep ya,” cetusnya.

Didi seperti ingin menegaskan bahwa tudingan surat kaleng itu, tidak ada dasar dan bukti sama sekali. Hanya isu untuk membuat gejolak makin memanas. Sehingga ia merasa perlu melakukan klarifikasi terhadap orang yang melemparkan surat itu. Sayangnya, mengenal Darmawan SH pun tidak.

“Jadi saya hanya bisa doakan, semoga ampunan dan magfirah,” tegasnya.

Kali ini intonasi suaranya gemetar menahan luapan perasaan. Senada, Wakil Wali Kota Mataram H. Mohan Roliskana juga menanggapi santai soal surat kaleng. Menurutnya itu hanya ulah orang iseng atau pengecut yang tidak berani menampilkan batang hidungnya. Ia melempar surat kaleng dengan harapan bisa meraih keuntungan dari kericuhan yang terjadi.

“Jadi karena surat kaleng, buat apa ditanggapi?” kata Ketua DPD II Partai Golkar Kota Mataram sembari melempar senyum, lalu berlalu memasuki mobil dinasnya.

Belakangan, tidak hanya surat kaleng yang membuat Partai Beringin Kota Mataram bergoyang. Di lini media pesan singkat beredar video berdurasi 1:06 menit. Video itu berisi sosok yang menyebut dirinya H Muhir.

Dalam video itu, Muhir menepis semua pemberitaan tentang dirinya. Yakni tudingan dirinya telah menyunat dana rekonstuksi sekolah-sekolah pascagempa. “Sampai sekarang boleh ditanya pada Pemerintah Kota Mataram, Bapak Wali Kota Mataram, Pak Sekda, anggaran itu sampai saat ini belum ada,” kata Muhir dalam video itu.

Menurutnya anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi sebesar Rp1,2 miliar itu belum tuntas dirapatkan. Sampai dirinya terjaring OTT oleh Kejari Mataram. “Belum diketok,” cetusnya.

Dia pun meminta pada simpatisan dan siapa saja yang peduli dengan keadaanya, tidak terpengaruh atas pemberitaan tentang dirinya. Menurut Muhir, seharusnya posisi anggaran yang belum diketok sudah cukup jadi bukti ini hanya fitnah belaka.

“Supaya saudara-sadara berpikir bahwa ini adalah bentuk pembunuhan karakter, terima kasih,” tutupnya. (zad/ewi/r5/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Hati-hati! Ada 74 Narkoba Jenis Baru Beredar di Indonesia

Hati-hati! Ada 74 Narkoba Jenis Baru Beredar di Indonesia

Ada 830 NPS atau narkoba jenis baru di dunia, sementara 74 jenis diantaranya beredar Indonesia.


KPK Klarifikasi Izin Sidak Rutan

KPK Klarifikasi Izin Sidak Rutan

KPK menanggapi soal penolakan pemberian izin bagi Ombudsman yang akan melakukan sidak ke Rutan KPK beberapa waktu lalu.


BPOM Sita Kosmetik Ilegal Senilai Rp1 Miliar

BPOM Sita Kosmetik Ilegal Senilai Rp1 Miliar

Kosmetik ilegal dan berbahaya beredar luas di Sulawesi Utara (Sulut).


Kabar Penangkapan Pelaku Penusukan Ternyata Hoax

Kabar Penangkapan Pelaku Penusukan Ternyata Hoax

Berita penangkapan pelaku penusukan warga Desa Jojo, Mejobo, yang beredar di media sosial (medsos) ternyata bohong.


Rekaman CCV Beredar, Pelaku Kabur

Rekaman CCV Beredar, Pelaku Kabur

Beredarnya rekaman CCTV milik Balai Desa Jojo, Mejobo, Kudus membuat kepolisian kesulitan.


Toko Sosis Kemalingan, Uang Ratusan Juta Raib

Toko Sosis Kemalingan, Uang Ratusan Juta Raib

Toko sosis di Desa Wergu Wetan, Kecamatan Kota, kemalingan. Aksi pencurian terekam kamera CCTV dan beredar di media sosial (medsos) kemarin.


Videonya Viral, Oknum Polisi yang Tampar Wanita Minta Maaf

Videonya Viral, Oknum Polisi yang Tampar Wanita Minta Maaf

Video oknum polisi menampar seorang wanita beredar luas di media sosial (medsos) dan menghebohkan warganet.


Bongkar Sindikat Mobil Bodong, Polisi Sita 13 unit Mobil

Bongkar Sindikat Mobil Bodong, Polisi Sita 13 unit Mobil

Direskrimmum Polda Kalsel berhasil mengungkap sindikat penjualan mobil bodong yang beredar di seluruh wilayah Kalsel.


Video Panasnya Beredar Luas, Janda Cantik Pilih Lapor Polisi

Video Panasnya Beredar Luas, Janda Cantik Pilih Lapor Polisi

Merasa dirugikan nama baiknya dengan beredarnya Video porno janda cantik berinisial AM melaporkan pasangannya ke polisi.


Mini Bus Nyemplung Sungai, Sopir Menghilang

Mini Bus Nyemplung Sungai, Sopir Menghilang

Sebuah minibus jenis Kijang kapsul pelat BH 1381 ME nyemplung ke Sungai Komering. Tepatnya, di Desa Tanjung Beringin, Buay Pemaca.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!