Kriminal
Share this on:

Komnas HAM Desak Polri Tangkap Pelaku Penembakkan

  • Komnas HAM Desak Polri Tangkap Pelaku Penembakkan
  • Komnas HAM Desak Polri Tangkap Pelaku Penembakkan

JAKARTA - Dua korban tewas pada kerusuhan 21-22 Mei akibat tertembak peluru tajam. Polri pun didesak untuk menangkap pelakunya.

Hal tersebut diutarakan Ketua Komisi Nasional (Komnas) Hak Asasi Manusia (HAM) Ahmad Taufan Damanik. Data tersebut diperoleh Komnas HAM berdasarkan data kepolisian.

"Saya kira hampir bisa kita pastikan dari peluru tajam. Apalagi yang dua (tewas) ditemukan peluru tajam," kata Taufan di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (13/6).

Sebab dari delapan yang meninggal akibat tertembak ada empat jenazah yang diautopsi. Hasilnya ada 2 jenazah korban kerusuhan didapati peluru ditubuhnya. Taufan pun mendesak agar Polri mengusut dan menangkap pelaku penembakan.

"Saya kira semua bisa meyakini bahwa itu pasti karena peluru tajam," ujar dia.

Dijelaskan Taufan, apabila korban hanya tertembak peluru karet, seharusnya kericuhan tak menimbulkan korban jiwa. Sebab peluru karet tidak akan menembus atau masuk ke dalam tubuh.

"Beberapa korban peluru karet, kita lihat pelurunya hanya nempel di situ (pundak), tidak sampai membahayakan, jadi berbeda dengan korban yang meninggal," ucap Taufan.

Taufan mengatakan data soal penyebab korban tewas itu didapatkan dari polisi. Menurut dia, dapat dipastikan 2 dari 8 korban tewas akibat terkena peluru tajam.

"Saya kira hampir bisa kita pastikan dari peluru tajam, apalagi yang dua ditemukan peluru tajam," ujarnya.

"Itu data dari kepolisian yang dibagikan ke kita juga," imbuh Taufan.

Sementara itu, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mengatakan peluru tajam yang ditemukan terkait kerusuhan tidak sesuai dengan SOP Polri.

"Peluru tajam, polisi juga mengakui (ada) peluru tajam kok. Tapi peluru tajamnya bukan peluru tajam standar Polri. Itu persoalannya," kata Yasonna di gedung DPR, Kamis (13/6).

Ditegaskannya,Polri dan TNI yang mengamankan aksi di depan gedung Bawaslu tidak membawa senjata dengan peluru tajam. Mereka, hanya menggunakan peluru karet.

"Polri dan TNI diperintahkan tidak boleh bawa senjata peluru tajam, hanya peluru karet," ujarnya.

"Tapi sudahlah, serahkan ke polisi untuk jelaskan itu kepada publik. Kita semua awasi secara konstitusional, Komisi III DPR mengawasi," imbuh Yasonna.

Sedangkan Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan sembilan korban meninggal dunia ada yang terkena benda tumpul, bisa karena pukulan petugas, dilempar batu oleh yang lain dalam posisi tak saling kenal.

"Jadi bisa saja dia salah liat, lempar kena batu dan jadi korban," ujar Tito.

Tito juga mengakui ada korban menderita luka tembak. Namun, ia mengatakan sulit dibuktikan kecuali ada video yang merekam asal tembakan. Tetapi, bila penembakan itu berasal dari anggota polisi, ia akan selidiki.

Dia juga mengatakan belum bisa disebutkan juga apakah dari peluru karet atau tajam.

"Yang ditemukan ada peluru proyektil 5,56 milimeter dan 9 milimer. Kita telusuri siapa pelaku penembakannya. Kalau ternyata itu keluar dari senjata aparat maka kita akan investigasi, apakah sesuai SOP (peraturan), apakah eksesif atau pembelaan diri. Pembelaan diri diatur dalam pasal 48/49," katanya. (gw/zul/fin)

Berita Sebelumnya

Polisi Tunggu Kajian Dewan Pers
Polisi Tunggu Kajian Dewan Pers

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Kirim Red Notice, Polisi Terbitkan DPO Veronica Koman

Kirim Red Notice, Polisi Terbitkan DPO Veronica Koman

Mabes Polri telah melakukan gelar perkara terkait kasus yang menjerat tersangka penyebaran hoaks Asrama Mahasiswa Papua, Veronica Koman.


Tembak Mati 4 KKB, Mabes Polri Apresiasi Polda Aceh

Tembak Mati 4 KKB, Mabes Polri Apresiasi Polda Aceh

Baku tembak antara Polri dan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Aceh terjadi di Jalan Raya Medan-Banda Aceh, Gampong Keude, Kecamatan Trienggadeng, Kabupaten Pi


Korporasi Tersangka Karhutla Bakal Dijerat Pasal Berlapis

Korporasi Tersangka Karhutla Bakal Dijerat Pasal Berlapis

Mabes Polri mengungkapkan penegakan hukum terhadap para pelaku pembakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi fokus kepolisian.


Sikap PBB Terhadap Veronika Koman Tak Berimbang

Sikap PBB Terhadap Veronika Koman Tak Berimbang

Perutusan Tetap Republik Indonesia (PTRI) Jenewa menilai, pernyataan sikap lima pelapor khusus hak asasi manusia (HAM) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terkait


Kasus Makar Tokoh Oposisi Tetap Berjalan

Kasus Makar Tokoh Oposisi Tetap Berjalan

Polri menyebut kasus dugaan makar terhadap para tokoh pendukung calon presiden dan wakil presiden Probowo Subianto-Sandiaga Uno masih berlanjut.


Awas, Mi Beracun Campur Boraks dan Formalin Intai Anda

Awas, Mi Beracun Campur Boraks dan Formalin Intai Anda

Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipiter) Bareskrim Polri berhasil mengungkap rumah produksi mie beracun.


Intelijen Sisir Austalia, Veronika Koman Di-DPO

Intelijen Sisir Austalia, Veronika Koman Di-DPO

Mabes Polri tak mau melunak dan terus memburu Veronika Koman. Sejumlah telik sandi pun merapat keAustralia.


Kapolri Rotasi Lima Jenderal

Kapolri Rotasi Lima Jenderal

Lima perwira tinggi (Pati) Polri mendapat tugas dan jabatan baru dari Kapolri Jenderal Tito Karnavian.


Sinergi Polri-KPK Akan Makin Solid

Sinergi Polri-KPK Akan Makin Solid

Penunjukan Irjen Pol Firli Bahuri menjadi Ketua KPK periode 2019-2023, mendapat apresiasi dari Polri.


Sidang Pelaku Christchurch Ditunda

Sidang Pelaku Christchurch Ditunda

Persidangan pelaku penembakan massal di dua masjid di Selandia Baru ditunda sebulan. Hal itu lantaran bersamaan dengan Bulan Suci Ramadhan tahun depan.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!