Kriminal
Share this on:

Kompol Fahrizal Kerap Berhalusianasi dan Berilusi

  • Kompol Fahrizal Kerap Berhalusianasi dan Berilusi
  • Kompol Fahrizal Kerap Berhalusianasi dan Berilusi

Mantan Kasat Reskrim Polresta Medan Kompol Fahrizal.

MEDAN - Mantan Kasat Reskrim Polresta Medan Kompol Fahrizal (41) yang menembak mati adik iparnya, Jumingan (33), saat ini masih menjalani observasi dari ahli forensik kejiwaan yang diturunkan Polda Sumut, baik dari internal Polri maupun eksternal. Selama sepekan diobservasi, perwira yang saat ini menjabat sebagai Wakapolres Lombok Tengah tersebut, konon kerap berhalusinasi dan berilusi.

"Jika kita ajak bercerita, Kompol F sebetulnya normal, tapi terkadang tidak nyambung. Tapi saat diperiksa, dia merasa dirinya seolah-olah masih dalam pekerjaan. Malah dia mengatakan kepada penyidik, udah dulu ya. Saya capek kali ini. Mau pulang dulu," ungkap Direktur Reskrimum Poldasu, Kombes Pol Andi Rian, kemarin.

Karena pemeriksaan selayaknya orang normal tidak bisa dilakukan kepada Kompol F, polisi pun mendatangkan ahli. Saat gelar perkara, ahli forensik mengatakan, Kompol F mengalami halusinasi dan ilusi. Karenanya, penyidik belum bisa menggali motif penembakan.

Sedangkan pihak keluarga yang ditemui, mengaku masih syok. "Tim kita masih lakukan trauma healing dengan mendatangi rumah tersangka dan korban, untuk melihat kondisi psikologi mereka," sebutnya.

Andi Rian menyampaikan, Kompol Fahrizal akan menjalani observasi selama 14 hari, untuk melihat bagaimana dia bertemu dengan orang-orang sekitarnya terutama keluarga.

Kompol Fahrizal sempat terlihat keluar dari tahanan Ditreskrimum Polda Sumut dan bersalaman dengan mantan Kasat Narkoba Polresta Medan, Kompol Boy Situmorang. Ia juga sempat bertemu dengan ketiga anak beserta istrinya, bahkan sempat memeluk putrinya.

"Masalah dia dibawa jalan keluar, karena dia harus menjalani observasi. Kita mau lihat, bagaimana dia bertemu dengan seseorang, apakah reaksi dia normal atau tidak. Makanya kita minta keluarga hadir," jelasnya.

Terkait pengakuan Kompol Fahrizal yang mendapatkan bisikan gaib, Andi menuturkan, hal itu dianggap tidak bisa dicerna secara logika. Sehingga harus dilakukan observasi psikiatri. "Ini masa untuk menyimpulkan ada apa tersangka setelah observasi 14 hari," tegasnya.

Saat ini, jumlah saksi yang diperiksa sudah 18 orang, termasuk pihak keluarga maupun tetangga di lokasi rumah korban. " Saksi yang diperiksa sebagian besar ada di lingkungan rumah orangtua tersangka dan rumah korban, istri, dan adik kandung. Karena mereka masih syok, belum bisa didalami lebih jauh," pungkasnya. (mag1/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Nyaru Usaha Vulkanisir Ban, Produsen Miras Digerebek

Nyaru Usaha Vulkanisir Ban, Produsen Miras Digerebek

Sebuah pabrik dan gudang miras berkedok usaha vulkanisir ban di RT 7/RW 3, Dukuh Kauman, Desa Prambatan Lor, Kaliwungu, digerebek polisi kemarin.


Meresahkan, Balap Liar Dibubarkan

Meresahkan, Balap Liar Dibubarkan

Lantaran kerap meresahkan warga, aksi balap motor liar yang dilakukan oleh sekelompok pemuda di Jalan Raya Kedungwuni dibubarkan.


Menangis dan Menyesal, Pelaku Rela Minum Air Cuci Kaki Istri

Menangis dan Menyesal, Pelaku Rela Minum Air Cuci Kaki Istri

Pelaku Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) mengaku khilaf memukul istrinya dengan gagang sapu.


Dijual via Facebook, Penjual Jamu Ilegal di Tegal Ditangkap

Dijual via Facebook, Penjual Jamu Ilegal di Tegal Ditangkap

Seorang penjual jamu ilegal di Kabupaten Tegal berhasil diringkus oleh petugas gabungan Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Kota Semarang.


Gegara Pinjam Motor 2 Hari, Tewas Dibantai Bapak dan Anak

Gegara Pinjam Motor 2 Hari, Tewas Dibantai Bapak dan Anak

Pembunuhan sadis terjadi di Dusun Watusetugel Desa Krandon Lor Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang, Selasa (3/4) petang.


Bibi Mempelai Tewas usai Minum Jamu Pengantin

Bibi Mempelai Tewas usai Minum Jamu Pengantin

Panggung pernikahan masih tertata rapi di rumah Umi Saadah, 16, Desa Lau, Kecamatan Dawe. Beberapa meja dan kursi dibiarkan tergeletak Senin lalu (2/4).


Dua Begal Motor dan Penadahnya Ditangkap

Dua Begal Motor dan Penadahnya Ditangkap

Komplotan pelaku begal motor yang kian meresahkan warga, berhasil diringkus oleh Tim Leopard Polres Pekalongan.


Diceraikan Istrinya, Robinson Gantung Diri.

Diceraikan Istrinya, Robinson Gantung Diri.

Bong Khui Kie (71) terkejut bukan main, ketika melihat anaknya, Robinson tergantung dan tak bernyawa di depan kediamannya


Delapan Mobil Dirusak Kelompok Orang Misterius

Delapan Mobil Dirusak Kelompok Orang Misterius

Satuan Reserse Kriminal Polres Magelang Kota hingga kini masih melakukan penyelidikan dan memeriksa rekaman CCTV yang berada di Jalan Raya Bogeman, Kota Magelan


Nyaru Tetangga, Penculik Dua Bocah SD Diringkus

Nyaru Tetangga, Penculik Dua Bocah SD Diringkus

Aksi penculikan kembali terjadi di Jakarta. Kali ini dialami dua bocah Sekolah Dasar (SD) berinisial A, 10 dan EG, 10.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!