Kriminal
Share this on:

Kondisi Bayi yang Dibuang dari Lantai III Sehat

  • Kondisi Bayi yang Dibuang dari Lantai III Sehat
  • Kondisi Bayi yang Dibuang dari Lantai III Sehat

KUNJUNGAN – Kapolres Magelang Kota AKBP Kristanto Yoga Darmawan didampingi dokter IGD RS Harapan memeriksa kondisi bayi malang, kemarin. (wiwid arief/magelang ekspress)

MAGELANG TENGAH - Kondisi bayi malang yang ditemukan di sela bangunan salah satu department store Jalan A Yani, Kota Magelang, Selasa (2/10) lalu, saat ini dalam kondisi sehat. Meskipun secara berat badan bayi yang diduga dilempar oleh ibu kandungnya itu, berada di bawah normal (prematur).

Dokter jaga IGD Rumah Sakit Harapan Kota Magelang dr Rini Isyunti mengatakan, bayi berjenis kelamin perempuan itu, dalam kondisi sehat. Namun, karena berat badan di bawah normal, yakni hanya 1,8 kilogram dan panjang 40 cm, maka bayi tersebut ditempatkan di inkubator.

”Kondisi bayi stabil. Walaupun di dalam inkubator, tapi tidak perlu ada peralatan medis, seperti alat bantu pernafasan, dan lain sebagainya. Ini membuktikan kalau kondisi bayi sehat dan normal,” katanya, Rabu (3/10).

Rini memperkirakan bayi malang ini berusia 6-7 bulan dalam kandungan, sehingga bobotnya belum normal. Sementara terkait luka lebam dan memar yang dialami yang bayi lantaran jatuh dari lantai 3 sebuah bangunan, sudah dilakukan penanganan.

”Memang banyak ditemukan luka, ada di pipi sebelah kiri, bagian dana, siku kiri. Kemudian yang memar ada di bagian punggung, dan luka lecet di bagian kemaluan. Luka-luka ini besar kemungkinan karena terbentur dengan benda keras, jatuh dari ketinggian 10 meter lebih,” paparnya.

Rini juga memastikan bahwa hasil pemeriksaan, organ dalam sang bayi baik-baik saja. Tidak ada luka yang mengarah ke organ vital. ”Hasil pemeriksaan organ vital tidak ada masalah. Pernapasannya normal, detak jantungnya juga normal. Saat jatuh kemungkinan kepalanya lumayan terlindungi, artinya yang kena hanya kepala sebelah kiri saja sehingga tidak berdampak terlalu besar,” ucapnya.

Sementara itu, Jajaran Polres Magelang Kota masih terus mendalami kasus pembuangan bayi yang diduga dilakukan oleh ibu kandungnya sendiri dari lantai 3 department store kawasan Alun-alun Kota Magelang. Polisi pun telah menangkap tersangka yang merupakan warga asal Kecamatan Bandongan Kabupaten Magelang itu.

”Sejauh ini ada 4 saksi yang sudah kita periksa. Di antaranya rekan tersangka, sesama karyawati, orangtua tersangka, dan manager department store itu sendiri,” ujar Kapolres Magelang Kota AKBP Kristanto Yoga Darmawan.

Dari hasil penyelidikan, pihaknya masih belum mengetahui lebih dalam kaitannya motif tersangka membuang bayinya sendiri. Terlebih tersangka kondisinya saat ini masih dirawat di rumah sakit. ”Kondisinya belum memungkinkan untuk dimintai keterangan,” katanya.

Namun, berdasarkan keterangan orangtua pelaku bahwa perempuan berinisial NAN itu rupanya sudah berstatus menikah. Hanya saja, pasangan muda itu sudah pisah ranjang sejak lama.

”Keterangan orangtua tersangka, tersangka sudah menikah tapi tidak jadi satu rumah. Sudah sekian tahun (pernikahannya) tetapi karena tidak dapat restu dari ibu tersangka,” ungkapnya. (wid/fat/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya

Ratna Sarumpaet Terancam UU ITE
Ratna Sarumpaet Terancam UU ITE

Berita Sejenis

Dua Pelajar Main Game Sambil Nyabu

Dua Pelajar Main Game Sambil Nyabu

Tim Anti Bandit Polsek Karangpilang menangkap dua pelajar bermain game online jenis battle royal (PUBG) yang lagi ngetrend.


Gara-gara Iseng, Ponpes Terbakar

Gara-gara Iseng, Ponpes Terbakar

Teka teki terbakarnya Pondok Pesantren Ummul Qura di lantai dua dan tiga bangunan berlantai empat tersebut, terbongkar.


Teror Pembakaran Kendaraan Masih Hantui Semarang

Teror Pembakaran Kendaraan Masih Hantui Semarang

Aksi teror pembakaran kendaraan yang telah menggemparkan Kota Semarang, dua minggu lalu sempat hilang seolah di telan bumi.


Pergi dengan Pria Lain, Mantan Istri Diancam Akan Dibacok

Pergi dengan Pria Lain, Mantan Istri Diancam Akan Dibacok

Lantaran terendam rasa cemburu yang berlebihan Sugiri Riwayati alias Dandung (33), harus merasakan dinginnya tembok ruang tahanan Mapolres Temanggung.


Polisi Periksa Lima Terduga Pengeroyokan Siswa SMP

Polisi Periksa Lima Terduga Pengeroyokan Siswa SMP

Polres Pekalongan memanggil lima pelaku dari 7 siswa yang melakukan pengeroyokan di Musala SMP NU Pajomblangan Kecamatan Kedungwuni, kemarin.


Ejek-ejekan di Facebook, Siswa SMP di Pekalongan Dikeroyok

Ejek-ejekan di Facebook, Siswa SMP di Pekalongan Dikeroyok

Wakil Bupati Pekalongan Arini Harimurti mengaku kaget dan prihatin atas insiden kasus pengeroyokan atau kekerasan yang terjadi di sebuah SMP swasta.


Mangkal di Jalanan, Anjal Diamankan

Mangkal di Jalanan, Anjal Diamankan

Meminilasasi potensi tindak kejahatan, Polsek Rawalo menggelar operasi cipta kondisi.


Belajar Aborsi dari Internet, Tukang Urut Dibayar hingga Rp1,6 Juta

Belajar Aborsi dari Internet, Tukang Urut Dibayar hingga Rp1,6 Juta

Terungkapnya praktik aborsi di salah satu hotel melati di Jalan Ahmad Yani, Balikpapan Tengah, akhir pekan lalu lalu menyingkap rentannya moral muda mudi.


Penemuan Mayat Dalam Mobil Gegerkan Warga

Penemuan Mayat Dalam Mobil Gegerkan Warga

Seorang pria ditemukan meninggal dunia di dalam mobilnya yang menepi di Jalan Bypass Ida Bagus Mantra, Desa Lebih, Gianyar, Jumat (1/2).


Sembilan Gram Sabu Dilarutkan Air lalu Dibuang

Sembilan Gram Sabu Dilarutkan Air lalu Dibuang

Satuan Reserse Narkoba Polres Tegal Kota bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) Tegal, Kamis (31/1), memusnahkan barang bukti 9 gram sabu-sabu.



Video

Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!