Kriminal
Share this on:

KPK Buru Keterangan Sjamsul Nursalim

  • KPK Buru Keterangan Sjamsul Nursalim
  • KPK Buru Keterangan Sjamsul Nursalim

JAKARTA - Ketua Komisi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo mengatakan bahwa pihaknya telah berencana untuk membangun kerja sama dengan Interpol untuk mendatangkan pemilik Bank Dagang Negara Indonesia (BDNI) Sjamsul Nursalim.

Hal tersebut dikarenakan keterangan Sjamsul dibutuhkan KPK untuk mengusut dugaan korupsi SKL BLBI yang telah menjerat mantan Kepala BPPN Syafruddin Arsjad Temenggung.

Sebelumnya seperti diketahui beberapa tahun lalu, Sjamsul diketahui menetap di Singapura. Oleh karena itu KPK bekerjasama dengan Interpol untuk mendatangkan mantan pemiliki Bank Dagang Negara Indonesia.

"Selalu kami memanfaatkan jaringan yang ada dari luar yah, terutama beliau kalau tidak salah yah sangat sering tinggal di Singapura, oleh karena itu kerjasama itu kita dorong," ujar Ketua KPK Agus Rahardjo kepada wartawan saat ditemui di Nusantara II, Lantai 2, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (12/6).

Penetapan Sjamsul Nursalim sebagai tersangka baru dalam kasus BLBI menjadi pembuktian komisioner KPK periode 20152019 yang masa kerjanya akan berakhir akhir tahun ini. Untuk itu, Agus berharap agar Sjamsul Nursalim bisa segera disidangkan sebelum masa jabatan komisioner KPK berakhir.

"Mudah-mudahan segera yah, pokok ngak menjadi beban pimpinan yang akan datang lah," terangnya.

Setelah melalui proses panjang dan berliku, Komisi Pemberantasan Korupsi resmi menetapkan Sjamsul Nursalim dan Itijih Nursalim sebagai tersangka dalam pusaran kasus korupsi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia.

Penetapan tersangka Sjamsul Nursalim dan istrinya itu berdasarkan hasil pengembangan kasus yang menjerat mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Syafruddin Arsyad Temenggung.

Dalam kasus korupsi BLBI itu, Syafruddin Temenggung digancar hukuman selama 13 tahun penjara oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat. Vonis terhadap Sjafruddin bertambahn menjadi 15 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Sebelumnya, President Director Center for Banking Crisis (CBC) Achmad Deni Daruri meminta agar seluruh penikmat penyalahgunaan Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) diproses hukum.

"Penetapan mantan pemilik PT Bank Dagang Nasional Indonesia Sjamsul Nursalim bersama istrinya sebagai tersangka kasus BLBI oleh KPK harus menjadi pintu masuk untuk membuka kembali pemeriksaan para pengguna BLBI," ujar Daruri di Jakarta, kemarin.

Para pengguna BLBI baik yang banknya ditutup atau direkap maupun di take over pemerintah, termasuk pengguna BLBI yang menyelesaikan dengan berbagai skema seperti Master Settlement and Acquisition Agreement (MSAA), Akta Pengakuan Utang (APU), dan MRNIA (Master of Refinancing and Notes Issuance Agreement) harus diperiksa ulang.

"Dengan demikian selain Sjamsul Nursalim dan istrinya, seluruh pengguna BLBI juga harus diproses serta diselidiki ulang secara transparan, seperti Antony Salim, Eka Cipta, Usman Wijaya, dan lain-lain," ungkap Daruri.

"Jadi jangan sampai terkesan KPK hanya berani dengan Sjamsul Nursalim dan istrinya atau bahkan ada kesan penangkapan tersebut karena ada pesanan khusus dari pihak lain," ujar Daruri lagi.

Menurut Daruri sudah saatnya, KPK memeriksa semua pengguna BLBI apalagi audit BPK menyebutkan 90 persen BLBI disalah digunakan oleh semua bank penikmat BLBI saat itu. (frs/fin)


Berita Sejenis

Temuan Baru Kasus Sunjaya Masih Ditelusuri KPK

Temuan Baru Kasus Sunjaya Masih Ditelusuri KPK

KPK tidak mungkin hanya mendalami keterangan saksi kasus Bupati Cirebon (nonaktif) Sunjaya Purwadisastra.


Dalami Penganggaran e-KTP, Dua Anggota DPR Diperiksa KPK

Dalami Penganggaran e-KTP, Dua Anggota DPR Diperiksa KPK

KPK memeriksa seorang mantan dan dua anggota DPR terkait kasus dugaan korupsi Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP).


Pansel Capim KPK Tak Perlu Gandeng BNPT

Pansel Capim KPK Tak Perlu Gandeng BNPT

Melibatkan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dalam seleksi calon pimpinan KPK dinilai tak relevan.


KPK Mulai Bedah Aset Sjamsul Nursalim

KPK Mulai Bedah Aset Sjamsul Nursalim

Komisi Pemberantasan Korusi (KPK) mengaku telah mengantongi informasi sejumlah aset Sjamsul dan Itjih Nursalim.


Empat Koruptor Kakap yang Masih Bebas Harus Ditangkap

Empat Koruptor Kakap yang Masih Bebas Harus Ditangkap

Pernyataan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan mendapat sorotan dari Indonesia Police Watch (IPW).


Terkait Gratifikasi Sunjaya, KPK Geledah Karawang dan Cirebon

Terkait Gratifikasi Sunjaya, KPK Geledah Karawang dan Cirebon

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di enam lokasi di Karawang, Kamis (20/6) dan Cirebon, Jumat (21/6).


Soal Calon Capim KPK, Kejagung Belum Kirim Rekomendasi

Soal Calon Capim KPK, Kejagung Belum Kirim Rekomendasi

Kejaksaan Agung (Kejagung) belum mengirimkan nama-nama yang direkomendasi untuk mengikuti seleksi calon pimpinan KPK.


KPK Buka Lagi Dugaan Korupsi FPJP Bank Century

KPK Buka Lagi Dugaan Korupsi FPJP Bank Century

KPK akan mengundang para penyidik lamanya untuk menuntaskan dugaan korupsi pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) Bank Century.


Diangkat Jadi Kapolda Sumsel, Dugaan Kasus Kode Etik Irjen Firli Disetop

Diangkat Jadi Kapolda Sumsel, Dugaan Kasus Kode Etik Irjen Firli Disetop

Proses penanganan dugaan pelanggaran kode etik oleh eks Deputi Penindakan KPK Irjen Pol Firli tak dapat dilanjutkan.


Rutan KPK Masih Manusiawi

Rutan KPK Masih Manusiawi

Rutan KPK tidak overkapasitas seperti rutan-rutan lain, para tahanan masih memiliki ruang yang cukup untuk beraktivitas dalam sel.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!