Kriminal
Share this on:

KPK Harus Kejar Orang Dekat Romi

  • KPK Harus Kejar Orang Dekat Romi
  • KPK Harus Kejar Orang Dekat Romi

JAKARTA - Kasus dugaan korupsi yang menjerat anggota DPR sekaligus Ketua Umum (Ketum) PPP Muchammad Romahurmuziy bukan melulu soal dugaan suap jual beli jabatan. Praktik dagang pengaruh juga disorot.

Bagaimana tidak, pria yang biasa dipanggil Romi itu bisa ikut menata dan mengatur kursi pejabat Kementerian Agama (Kemenag). Padahal dia bukan orang Kemenag. Di DPR pun, dia berada dalam komisi yang tidak bersinggungan dengan Kemenag.

Pakar hukum pidana dari Universitas Al Azhar Indonesia Suparji Ahmad turut mempertanyakan hal itu. Menurut dia, lelang jabatan terbuka seharusnya bisa menutup celah kecurangan dalam pengisian jabatan di instansi pemerintah. Kasus yang melibatkan Romi menunjukkan bahwa sistem tersebut masih bisa diintervensi dari luar.

"Menyedihkan, lelang terbuka hanya formalitas," bebernya, kemarin (17/3).

Suparji sepakat jika perdagangan pengaruh diatur dalam pasal khusus. "Demi kepastian hukum, pasal tersebut seharusnya dirumuskan dalam suatu undang-undang," terang dia. Ada banyak dimensi terkait dengan perdagangan pengaruh. Untuk itu, perlu kepastian hukum agar tidak menjadi multitafsir.

Dalam kasus dugaan korupsi pengisian jabatan di Kemenag, Romi dijerat dengan pasal suap. Suparji mengakui, pasal suap memang cukup tepat dipakai oleh KPK. Namun, karena Romi merupakan orang yang berada di luar struktur Kemenag, dia seharusnya tidak bisa mengatur jabatan.

Faktanya, KPK menduga Romi turut serta mengatur pengisian jabatan di instansi tersebut. "Pada satu sisi ada bukti tentang pemanfaatan pengaruh tersebut dan sisi lain tidak ada korelasi langsung dengan jabatan Romi dengan mutasi," jelasnya.

Karena itu, aturan khusus soal perdagangan pengaruh dinilai penting dibuat. Bila perlu masuk dalam undang-undang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Saat menjelaskan duduk perkara kasus yang juga melibatkan Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur Haris Hasanuddin dan Kepala Kantor Kemenag Gersik Muhammad Muafaq Wirahadi, Wakil Ketua KPK Laode M. Syarif juga sempat menyinggung soal perdagangan pengaruh. Dia menyampaikan, seharusnya hal itu diatur dalam undang-undang.

"Penting untuk dimasukkan," ungkap pria yang biasa disapa Laode itu.

Menurut pejabat kelahiran 1965 itu, perdagangan pengaruh sudah ada dalam United Nations Convention Against Corruption atau UNCAC. "UU kita belum sepenuhnya mengikuti UNCAC. Karena belum mengatur perdagangan pengaruh," jelas dia.

Lantaran Indonesia termasuk yang sudah meratifikasi UNCAC, lanjut Laode, pemerintah bersama DPR perlu menyesuaikan diri dengan UNCAC. Apalagi, praktik perdagangan pengaruh kian marak terjadi di dalam negeri. Dalam beberapa kasus yang sudah ditangani oleh KPK, khususnya yang melibatkan orang-orang politik, kerap terjadi perdagangan pengaruh.

"Makanya dalam (wacana) revisi undang-undang tipikor, didorong oleh KPK soal perdagangan pengaruh," ungkap Direktur Indonesia Legal Roundtable (ILR) Erwin Natosmal Oemar.

Dalam kasus yang menyeret Romi, sambung Erwin, perdagangan pengaruh tampak sekali. Dia memperdagangkan pengaruh, imbuhnya. Sebab, Romy bukan orang Kemenag. Karena itu, dia meyakini ada kekuatan yang dipakai Romi untuk turut mengatur pejabat di kementerian tersebut.

"Apabila melihat hal itu, dia yakin ada orang Kemenag lain yang terlibat. Jadi, ada segi tiga di sana," paparnya.

Selain Romi sebagai pihak yang diduga menerima suap, kemudian Haris dan Muafaq yang diduga memberi suap, lanjut Erwin, pasti ada pihak internal Kemenag yang memuluskan perbuatan curang itu."Orang yang menyalahgunakan kekuasaan," imbuhnya.

Untuk itu, dalam penanganan kasus tersebut, Erwin mendorong lembaga antirasuah mengejar semua pihak yang terlibat. (riz/ful/fin)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Amsor, Tersangka Kecelakaan Maut Tol Cipali Alami Luka Berat

Amsor, Tersangka Kecelakaan Maut Tol Cipali Alami Luka Berat

Aparat kepolisian telah menetapkan tersangka pada kecelakaan beruntun di Tola Cipali Km 151, Majalengka yang mengakibatkan 12 orang tewas.


KPK-Kemenkumham Beda Pendapat

KPK-Kemenkumham Beda Pendapat

Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly menilai napi korupsi tidak masuk golongan beresiko tinggi (high risk).


KPK Usul Koruptor Nakal Dikirim ke Nusakambangan

KPK Usul Koruptor Nakal Dikirim ke Nusakambangan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merespons penolakan pemindahan narapidana kasus korupsi ke Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Nusakambangan.


KPK Dalami Seleksi Rektor UIN

KPK Dalami Seleksi Rektor UIN

Penyidikan kasus dugaan suap jual beli jabatan di Kementerian Agama (Kemenag) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memasuki babak baru.


Sanksi Oknum dan Pejabat Lapas Harus Dipublikasikan

Sanksi Oknum dan Pejabat Lapas Harus Dipublikasikan

Pemindahan Setya Novanto (Setnov) dari Lapas Sukamiskin ke Lapas Gunung Sindur dinilai belum menyelesaikan masalah.


Tata Kelola Ditjen PAS Kian Buruk

Tata Kelola Ditjen PAS Kian Buruk

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta Ditjen PAS Kemenkumham untuk memperbaiki tata kelola lapas.


Aktor Utama Kerusuhan 21-22 Mei Harus Diungkap

Aktor Utama Kerusuhan 21-22 Mei Harus Diungkap

Hingga kini belum diketahui aktor utama rencana makardalam kerusuhan 21-22 Mei lalu.


LPSK Harus Lindungi Hakim MK

LPSK Harus Lindungi Hakim MK

Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) diminta ikut melindungi dan menjamin keamanan seluruh hakim Mahkamah Konstitusi (MK).


Audit Dana Kampanye Bukan Wewenang KPK

Audit Dana Kampanye Bukan Wewenang KPK

KPK mengaku tidak bisa melakukan audit dana kampanye capres dan cawapres nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi)-Maruf Amin.


KPK Endus Bukti Baru Suap Kemenag

KPK Endus Bukti Baru Suap Kemenag

Nama Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin sempat disinggung dalam sidang, kemarin.



Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!