Kriminal
Share this on:

KPK Kejar Penuntasan Kasus Impor Bawang

  • KPK Kejar Penuntasan Kasus Impor Bawang
  • KPK Kejar Penuntasan Kasus Impor Bawang

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku tengah mendalami dugaan adanya praktik memperdagangkan pengaruh dalam kasus suap impor bawang putih. Kasus ini menjerat Anggota Komisi VI DPR I Nyoman Dhamantra.

"Ini adalah impor untuk tahun 2019, keterkaitan dengan perusahaan yang sudah maupun yang akan datang nanti didalami lagi. Tapi ini mungkin ini trading influence (perdagangan pengaruh), ini yang kami dalami," ujar Ketua KPK Agus Rahardjo di Jakarta, kemarin (11/8).

Agus mengaku belum bisa bicara secara rinci mengenai dugaan praktik tersebut lantaran masih terus ditelusuri penyidik. Namun, kata dia, KPK menduga Nyoman memperdagangkan pengaruhnya agar Rekomendasi Impor Produk Holtikultura (RIPH) dari Kementerian Pertanian (Kementan) dan Surat Persetujuan Impor (SPI) dari Kementerian Perdagangan (Kemendag) diterbitkan.

Kedua dokumen itu merupakan syarat yang dibutuhkan perusahaan agar bisa mengimpor komoditas pangan. "Yang ini masih mengurus kuota, hubungannya dengan realisasi yang sudah lama. Kita dalami ya," ucap Agus.

Nyoman sendiri merupakan Anggota DPR dari Fraksi PDI-P. Partai berlambang banteng itu baru saja menyelenggarakan kongres kelima di Bali. Terkait hal ini, Agus menyatakan pihaknya belum menemukan keterkaitan kasus ini dengan kongres tersebut.

"Sampai hari ini belum ada informasi yang terkait dengan kegiatan yang di Bali dan kasus suap," pungkasnya.

Terpisah, Juru Bicara KPK Febri Diansyah menerangkan, penyidik berhasil menyita barang bukti baru saat ini. Barang bukti tersebut berupa sebuah mobil salah satu pihak yang ikut digelandang ke Kantor KPK saat operasi tangkap tangan (OTT) berlangsung.

Febri memastikan, uang USD50 ribu yang diamankan tim KPK bukan berada di dalam mobil tersebut. Melainkan, disita dari tangan orang kepercayaan Nyoman, Mirawati Basri.

"Uang itu diamankan dari salah satu pihak MBS (Mirawati Basri), orang kepercayaan INY (I Nyoman Dhamantra) Komisi VI DPR," jelasnya.

Dalam perkara ini, KPK menetapkan enam tersangka. Mereka adalah Anggota Komisi VI DPR I Nyoman Dhamantra, orang kepercayaan Nyoman, Mirawati Basri dan seorang swasta bernama Elviyanto sebagai penerima suap. Sisanya, yakni berasal dari kalangan swasta masing-masing Chandry Suanda alias Afung, Doddy Wahyudi, dan Zulfikar sebagai pemberi suap.

Total dugaan suap yang diberikan yakni Rp2 miliar yang merupakan realisasi dari komitmen fee Rp3,6 miliar. Nyoman juga dijanjikan fee sebesar Rp1.700 hingga Rp1.800 per kilogram bawang putih yang diimpor jika nantinya terealisasi.

Suap tersebut untuk pengurusan izin impor bawang putih berupa Rekomendasi Impor Produk Holtikultura (RIPH) dari Kementerian Pertanian dan Surat Persetujuan Impor (SPI) dari Kementerian Perdagangan. Total bawang putih yang akan diimpor mencapai 20 ribu ton. (riz/fin/zul/ful)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

KPK Ungkap Suap Restitusi Pajak Perusahaan

KPK Ungkap Suap Restitusi Pajak Perusahaan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan lima tersangka terkait kasus dugaan suap restitusi pajak PT WAE (Wahana Auto Ekamarga).


Indonesia Tunggu Perkembangan Kasus Dugaan Pemerkosaan TKI di Malaysia

Indonesia Tunggu Perkembangan Kasus Dugaan Pemerkosaan TKI di Malaysia

Pemerintah Indonesia masih terus menunggu kepolisian Malaysia merampungkan penyelidikan kasus tenaga kerja Indonesia (TKI) yang diduga diperkosa


KPK Ungkap Peran Empat Tersangka Baru Korupsi KTP Elektronik

KPK Ungkap Peran Empat Tersangka Baru Korupsi KTP Elektronik

Tindak pidana korupsi pengadaan KTP elektronik (KTP-el) seakan tak berujung. Satu persatu, mereka yang terlibat diungkap kepermukaan.


Berkas Kasus Polisi Tembak Polisi Dilimpahkan

Berkas Kasus Polisi Tembak Polisi Dilimpahkan

Berkas perkasa kasus penembakan yang dilakukan tersangka Brigadir Rangga Tianto terhadap Bripka Rahmat Efendi telah selesai. Dan telah dilimpahkan ke Kejaksaan.


Bawa Dua Koper, KPK Geledah Tiga Lokasi

Bawa Dua Koper, KPK Geledah Tiga Lokasi

Bukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) namanya jika tidak bereaksi cepat. Ini setelah mendapatkan beberapa sinyal kuat atas kasus dugaan suap impor bawang.


Kasus Suap Jaksa Kejati Jateng Berlanjut

Kasus Suap Jaksa Kejati Jateng Berlanjut

Kejaksaan Agung mempercepat proses kasus dugaan penerimaan gratifikasi atau suap terkait kasus kepabeanan.


Selamatkan Aset Rp100 Miliar dari Maluku Utara

Selamatkan Aset Rp100 Miliar dari Maluku Utara

Tim Wilayah XI Koordinasi Supervisi Pencegahan (Korsupgah) KPK menemukan potensi penyelamatan aset di Provinsi Maluku Utara Rp100 miliar.


Kejagung Bidik Otak Korupsi Dana Hibah Sumsel

Kejagung Bidik Otak Korupsi Dana Hibah Sumsel

Kasus dugaan korupsi pencairan dana hibah Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan tahun 2013 dikembangkan Kejagung.


Tim Teknis Kasus Novel Tak Sentuh Perkara 'Buku Merah'

Tim Teknis Kasus Novel Tak Sentuh Perkara 'Buku Merah'

Kasus Buku Merah yang diduga sebagai salah satu sebab penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan tak menjadi fokus Tim Teknis Polri.


Tiga WNI Lolos dari Tiang Gantungan di Malaysia

Tiga WNI Lolos dari Tiang Gantungan di Malaysia

Tiga Warga Negara Indonesia (WNI) terpidana mati, kasus narkoba mendapat pengampunan dari Raja Malaysia.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!