Kriminal
Share this on:

KPK Kuatkan Alat Bukti Gelontoran Rp11,5 Miliar untuk Aspri Menpora

  • KPK Kuatkan Alat Bukti Gelontoran Rp11,5 Miliar untuk Aspri Menpora
  • KPK Kuatkan Alat Bukti Gelontoran Rp11,5 Miliar untuk Aspri Menpora

JAKARTA - Menjerat pelaku lain dalam perkara suap dana hibah pengawasan dan pendampingan (wasping) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) bukan hal gampang. Pada posisi inilah, yang membuat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menguatkan alat bukti.

Salah satunya, dari fakta-fakta persidangan terdakwa Sekretaris Jenderal (Sekjen) KONI Ending Fuad Hamidy. Dari fakta persidangan yang dirangkum jaksa penuntut umum (JPU) KPK, nama asisten pribadi (aspri) Menteri Pemuda Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi, Miftahul Ulum, dan staf protokol Kemenpora Arief Susanto diyakini sebagai pihak yang turut serta menerima suap dari pengurus KONI. Totalnya, Rp11,5 miliar. Uang itu berasal dari Ending dan Bendahara Umum KONI Johny E Awuy.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menerangkan, fakta-fakta persidangan telah disampaikan JPU pada sidang tuntutan terdakwa Ending di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (9/5) lalu. Dalam perkara ini, jaksa menuntut hakim menjatuhi hukuman penjara empat tahun untuk Ending. Jaksa juga menuntut pidana denda Rp150 juta subsider enam bulan kurungan.

"Tuntutan yang disampaikan tentu sudah dianalisis dan didasarkan pada fakta yang berkembang di proses persidangan, kata Febri, kemarin (10/5).

Selain menjabarkan total uang untuk Ulum dan Arief, jaksa KPK juga menyimpulkan bahwa fee Rp11,5 miliar diberikan tidak secara cuma-cuma. Tapi untuk mempercepat proses persetujuan dan pencairan hibah KONI melalui Kemenpora.

Febri menambahkan, tahapan persidangan terdakwa Ending belum tuntas. Setelah tuntutan, masih ada pembacaan nota pembelaan (pledoi). Karena itu, sejauh ini pihaknya belum bisa menindaklanjuti analisis jaksa itu dengan menetapkan pihak lain sebagai tersangka baru.

"Nanti di putusan kami akan melihat bagaimana pertimbangan hakim terhadap fakta tersebut," terangnya.

Secara umum, jaksa penuntut KPK menyimpulkan perbuatan Ending dan Johny terbukti memberikan suap kepada pejabat Kemenpora terkait dengan pencairan dana hibah KONI. Pemberian itu dilakukan bertahap. Diantaranya, uang Rp400 juta, satu Fortuner dan 1 Handphone Samsung Galaxy Note 9 kepada Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Kemenpora Mulyana.

Jaksa juga menilai Ending dan Johny terbukti memberikan uang Rp 215 juta kepada Adhi Purnomo selaku PPK pada Asisten Olahraga Prestasi di Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kempora dan Eko Triyanta (staf pada Deputi IV Olahraga Prestasi Kemenpora). Yang terakhir, jaksa menyebut bahwa ada aliran uang Rp 11,5 miliar untuk Ulum dan Arief, selaku orang dekat Menpora. (riz/ful/zul/fin)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Sedang ke Luar Negeri, Aher Tak Hadir di KPK

Sedang ke Luar Negeri, Aher Tak Hadir di KPK

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap mantan Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ahmad Heryawan.


Uang Suap Nahrawi Mengalir ke Pihak Lain

Uang Suap Nahrawi Mengalir ke Pihak Lain

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami aliran uang suap yang diterima oleh mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi yang diduga ke


KPK Sudah Selamatkan Uang Negara Rp28,7 Triliun di 2019

KPK Sudah Selamatkan Uang Negara Rp28,7 Triliun di 2019

Berapa uang negara yang sudah diselamatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sepanjang tahun 2019 ini? Ternyata cukup fantastis.


KPK Perdalam Perkara Sunjaya

KPK Perdalam Perkara Sunjaya

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah melakukan pengembangan perkara suap rotasi, mutasi, dan promosi jabatan di Pemerintah Kabupaten (Pemkab Cirebon).


Dewas Turunkan Peran Komisioner, KPK Tidak Takut

Dewas Turunkan Peran Komisioner, KPK Tidak Takut

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M. Syarif menegaskan pihaknya sama sekali tidak merasa takut dengan kehadiran dewan pengawas (dewas).


Tersangkakan Menpora, Tak Ada Muatan Politis

Tersangkakan Menpora, Tak Ada Muatan Politis

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membantah penetapan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi sebagai tersangka kasus dugaan suap dana hibah KONI be


ICW Siapkan Judicial Review ke MK

ICW Siapkan Judicial Review ke MK

Pemerintah dan DPR RI mempersilakan masyarakat yang tidak puas atas revisi UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK, dapat menggugatnya ke Mahkamah Konstitusi (MK).


Analisis UU Baru, KPK Bentuk Tim Transisi

Analisis UU Baru, KPK Bentuk Tim Transisi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membentuk Tim Transisi untuk menganalisis materi hasil revisi Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002.


BTN: Kasus Korupsi Rp250 Miliar Telah Selesai

BTN: Kasus Korupsi Rp250 Miliar Telah Selesai

PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau Bank BTN merasa kecewa dengan berbagai pemberitaan di Fajar Indonesia Network.


Ditetapkan sebagai Tersangka, Menpora Otomatis Mundur

Ditetapkan sebagai Tersangka, Menpora Otomatis Mundur

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Menpora Imam Nahrawi sebagai tersangka terkait pengajuan proposal dana hibah KONI.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!