Kriminal
Share this on:

KPK Tahan Sufardi Nurzain

  • KPK Tahan Sufardi Nurzain
  • KPK Tahan Sufardi Nurzain

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan Ketua Fraksi Golkar DPRD Provinsi Jambi Sufardi Nurzain, Selasa (6/8). Ia ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap ketok palu RAPBD Provinsi Jambi tahun anggaran 2018.

Sufardi resmi mengenakan rompi oranye usai menjalani pemeriksaan sekitar pukul 16.50 WIB. Kedua tangannya pun diborgol ketika menuju mobil tahanan. Sufardi meninggalkan Gedung Merah Putih, Kuningan, Jakarta, tanpa melontarkan sepatah kata. Ia hanya tersenyum ketika awak media mencoba meminta tanggapan mengenai penahanannya.

Kepala Pemberitaan dan Publikasi KPK Yuyuk Andriati Iskak mengatakan, penyidik resmi menahan Sufardi selama 20 hari pertama. Keputusan ini, kata dia, diambil usai Sufardi menjalani pemeriksaan oleh penyidik.

"Hari ini penyidik melakukan penahanan untuk tersangak SNZ (Sufardi Nurzain), Ketua Fraksi Golkar DPRD Provinsi Jambi periode 2014-2019 terkait tindak pidana korupsi suap terkait pengesahan RAPBD Provinsi Jambi tahun 2018," ujar Yuyuk.

Wanita yang karib disapa Yeye itu menambahkan, Sufardi akan menjalani penahanan perdananya di Rumah Tahanan (Rutan) Cabang KPK K4 yang berlokasi di belakan Gedung Merah Putih. Ia akan mendekam di sel setidaknya sejak 6 Agustus hingga 25 Agustus 2019.

Sufardi menjadi tersangka ketujuh yang ditahan KPK. Sebelumnya, enam tersangka terlebih dahulu telah ditahan. Masing-masing di antaranya Ketua Fraksi Gerindra Muhammadiyah ;Ketua Komisi III Zainal Abidin; tiga Anggota DPRD Elhelwi, Gusrizal, dan Effendi Hatta; serta Dirut PT Sumber Swarnanusa Joe Fandy Yoesman alias Asiang.

Dalam perkara ini, KPK menetapkan 13 tersangka kasus suap pengesahan RAPBD tahun anggaran 2017-2018. Sebanyak 12 di antaranya merupakan Anggota DPRD Jambi. Sementara sisanya berasal dari pihak swasta.

Mereka adalah Ketua DPRD Jambi Cornelis Buston, Wakil Ketua DPRD Jambi AR Syahbandar, Wakil Ketua DPRD Jambi Chumaidi Zaidi, Ketua Fraksi Partai Golkar Sufardi Nurzain, Ketua Fraksi Restorasi Nurani Cekman, Ketua Fraksi PKB Tadjudin Hasan, Ketua Fraksi PPP Pargalutan Nasution, Ketua Fraksi Gerindra Muhammadiyah, Ketua Komisi III DPRD Jambi Zainal Abidin, serta tiga anggota DPRD Jambi masing-masing Elhelwi, Gusrizal dan Effendi Hatta.

Adapun pihak swasta yang dimaksud adalah Direktur Utama PT Sumber Swarsanusa Joe Fandy Yoesman alias Asiang. Dalam konstruksi perkara, terungkap bahwa para tersangka anggota DPRD Jambi diduga meminta, menagih kesiapan, serta melakukan pertemuan untuk membahas uang ketok palu RAPBD. Suap tersebut ditagih untuk pengesahan RAPBD Jambi 2017-2018.

Para anggota DPRD diduga menerima total Rp16,34 miliar dengan rincian Rp12,940 miliar untuk pengesahan RAPBD TA 2017 dan Rp3,4 miliar bagi RAPBD TA 2018.

Sementara itu, tersangka Jeo Fandy Yoesman diduga memberikan pinjaman uang sebesar Rp5 miliar kepada Plt Kepala Dinas PUPR Provinsi Jambi Arfan dan rekan-rekannya. Uang pinjaman tersebut diduga diberikan kepada pimpinan dan anggota DPRD terkait pengesahan RAPBD TA 2018.

Atas perbuatannya, ke-12 pimpinan dan anggota DPRD itu disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Sedangkan Joe Fandy disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 UU Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (riz/zul/fin)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya

Kasus Nunung Ditangani Dua Jaksa
Kasus Nunung Ditangani Dua Jaksa

Berita Sejenis

KPK Ungkap Suap Restitusi Pajak Perusahaan

KPK Ungkap Suap Restitusi Pajak Perusahaan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan lima tersangka terkait kasus dugaan suap restitusi pajak PT WAE (Wahana Auto Ekamarga).


KPK Ungkap Peran Empat Tersangka Baru Korupsi KTP Elektronik

KPK Ungkap Peran Empat Tersangka Baru Korupsi KTP Elektronik

Tindak pidana korupsi pengadaan KTP elektronik (KTP-el) seakan tak berujung. Satu persatu, mereka yang terlibat diungkap kepermukaan.


Cina Tahan Tiga Pelaut Indonesia

Cina Tahan Tiga Pelaut Indonesia

Aparat penegak hukum Cina menahan 11 pelaut asal Indonesia, atas dugaan penyelundupan barang biasa.


Bawa Dua Koper, KPK Geledah Tiga Lokasi

Bawa Dua Koper, KPK Geledah Tiga Lokasi

Bukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) namanya jika tidak bereaksi cepat. Ini setelah mendapatkan beberapa sinyal kuat atas kasus dugaan suap impor bawang.


KPK Kejar Penuntasan Kasus Impor Bawang

KPK Kejar Penuntasan Kasus Impor Bawang

KPK mengaku tengah mendalami dugaan adanya praktik memperdagangkan pengaruh dalam kasus suap impor bawang putih.


Selamatkan Aset Rp100 Miliar dari Maluku Utara

Selamatkan Aset Rp100 Miliar dari Maluku Utara

Tim Wilayah XI Koordinasi Supervisi Pencegahan (Korsupgah) KPK menemukan potensi penyelamatan aset di Provinsi Maluku Utara Rp100 miliar.


Tim Teknis Kasus Novel Tak Sentuh Perkara 'Buku Merah'

Tim Teknis Kasus Novel Tak Sentuh Perkara 'Buku Merah'

Kasus Buku Merah yang diduga sebagai salah satu sebab penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan tak menjadi fokus Tim Teknis Polri.


Taswin Nur Orang Kepercayaan Pejabat PT INTI

Taswin Nur Orang Kepercayaan Pejabat PT INTI

PT INTI membantah dua orang yang terjaring OTT KPK, Rabu (31/7) dan Kamis (1/8) lalu, bukan pegawai perusahaan.


Amankan Dua Tersangka Suap, KPK Sita Dolar Singapura Hampir Semiliar

Amankan Dua Tersangka Suap, KPK Sita Dolar Singapura Hampir Semiliar

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan dua tersangka kasus dugaan suap proyek Baggage Handling System (BHS) pada PT Angkasa Pura Propertindo (APP).


Tim Teknis Kasus Novel Berjumlah 120 Personel Polri

Tim Teknis Kasus Novel Berjumlah 120 Personel Polri

Polri mengumumkan jumlah personel tim teknis yang akan mengungkap kasus penyiraman air keras kepada penyidik senior KPK Novel Baswedan.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!