Kriminal
Share this on:

Kreator dan Buzzer Hoax Server KPU Diburu

  • Kreator dan Buzzer Hoax Server KPU Diburu
  • Kreator dan Buzzer Hoax Server KPU Diburu

JAKARTA - Sebentar lagi tabir kasus hoax server Komisi Pemilihan Umum (KPU) bakal tersingkap. Pasalnya, Bareskrim dipastikan telah mengetahui keberadaan dua orang yang masuk ke daftar pencarian orang (DPO). Mereka merupakan pengunggah pertama hoaks dan orang yang berada di dalam video hoaks.

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, dua orang tersebut diketahui keberadaannya. Satu orang berada di Jawa Tengah dan satu orang lagi berada di Tangerang. "Saat ini masih menunggu hasilnya dari tim," tuturnya.

Saat keduanya tertangkap, maka akan diketahui motif sebenarnya pembuatan hoaks tersebut. Sebab, dari dua orang tersangka yang telah tertangkap motif sebenarnya belum tergambar. "Dua orang yang tertangkap ini tidak saling kenal, hanya terseret," ujarnya.

Dia mengatakan, tentu saja setelah tertangkap keduanya akan berstatus tersangka dan ditahan. Sehingga, bisa diperiksa kapanpun untuk menjelaskan tabir kasus tersebut. "Mereka kan kreator dan buzzer utama," jelasnya.

Ada fakta baru yang didapatkan Bareskrim terkait dua tersangka yang telah tertangkap. Salah seorang tersangka ternyata bisa mendapatkan Rp3,5 juta dari berita hoaks yang disebarkan melalui sebuah aplikasi news aggregator. "Iya dapat uang itu," ujarnya.

Dengan terungkapnya kasus hoaks tersebut, dia mengatakan bahwa masyarakat tentunya perlu untuk lebih waspada jelang pemilu. Sebab, produksi hoaks bisa jadi meningkat. "Ini kemungkinan," ujarnya.

Hoaks itu dibuat untuk berbagai tujuan. Namun, yang pasti masyarakat bisa merugi bila mempercayai hoaks. Bila ikut menyebarkan bisa malah terkena pidana. "Maka, lebih baik cek semua informasi yang beredar itu. jangan ikut nyebar," urainya.

Sebelumnya, KPU melaporkan hoaks bahwa server di Singapura telah disetting untuk memenangkan salah satu calon. Padahal, KPU sama sekali tidak memiliki server di luar negri. Semua server berada di Indonesia. (idr/ful/zul/fin)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Jempol! Indonesia Tangkap Kapal Buruan Internasional

Jempol! Indonesia Tangkap Kapal Buruan Internasional

Satuan Tugas 115 berhasil menghentikan dan memeriksa kapal MV NIKA berbendera Panama yang menjadi buruan internasional di Selat Malaka, Jumat (12/7) lalu.


BNN Musnahkan Ganja, Sabu dan Ekstasi di Aceh

BNN Musnahkan Ganja, Sabu dan Ekstasi di Aceh

Badan Narkotika Nasional (BNN) memusnahkan barang bukti narkoba berupa 338 Kg ganja kering, 52 Kg sabu, dan 22.766 butir pil ekstasi.


Jaksa Agung Tak Mau Ambil Pusing soal Unsur Jaksa di Capim KPK

Jaksa Agung Tak Mau Ambil Pusing soal Unsur Jaksa di Capim KPK

Polemik unsur Kejaksaan dan Polri dalam mengikuti seleksi calon pimpinan KPK masih terus memanas.


Judul Majalah Tempo Edisi Tim mawar dan Rusuh Sarinah Dianggap Beropini

Judul Majalah Tempo Edisi Tim mawar dan Rusuh Sarinah Dianggap Beropini

Perkara Majalah Tempo edisi Tim Mawar dan Rusuh Sarinah diharapkan selesai dengan keluarnya rekomendasi Dewan Pers.


Nasib Rizieq Syihab Tak Disinggung

Nasib Rizieq Syihab Tak Disinggung

Lebih dari 1 jam Joko Widodo dan Prabowo Subianto bertemu. Keduanya terlibat banyak perbincangan.


Suap Gubernur Kepri Pakai Sandi Ikan Tohok dan Kepiting

Suap Gubernur Kepri Pakai Sandi Ikan Tohok dan Kepiting

Tim KPK berhasil mengungkap sandi transaksi dugaan suap yang menjerat Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun.


Galih Ginanjar Sempat Menolak Ditahan

Galih Ginanjar Sempat Menolak Ditahan

Galih Ginanjar, dan pasangan youtuber Rey Utami-Pablo Benua akhirnya masuk penjara.


Dugaan Suap APBD Tulungagung, KPK Geledah Lima Lokasi

Dugaan Suap APBD Tulungagung, KPK Geledah Lima Lokasi

(KPK menggelar rangkaian penyidikan terkait kasus dugaan suap pembahasan, pengesahan, dan pelaksanaan APBD dan atau APBD Perubahan Kabupaten Tulungagung.


PKS dan Gerindra Berebut Kursi di Mahkamah Konstitusi

PKS dan Gerindra Berebut Kursi di Mahkamah Konstitusi

Sengketa pemilihan legislatif (Pileg) yang dipertontonkan di Mahkamah Konstitusi (MK) kian menarik.


WNI Tewas Berlumuran Darah di Rumah Kontrakan

WNI Tewas Berlumuran Darah di Rumah Kontrakan

Kepolisian Malaysia menemukan sepasang jenazah (Pria dan Wanita) yang diyakini sebagai warga negara asing (WNA), di sebuah rumah di wilayah Banting.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!