Kriminal
Share this on:

Lagi, Begal Tewas Diterjang Timah Panas

  • Lagi, Begal Tewas Diterjang Timah Panas
  • Lagi, Begal Tewas Diterjang Timah Panas

MUARA ENIM - Polres Muara Enim tak main-main membasmi pelaku begal. Setelah 10 hari lalu berhasil membekuk pelaku begal dengan kondisi tewas, kali ini aparat kembali memberikan tindakan tegas dan terukur kepada pelaku begal bernama Adon alias Udin (35), warga Desa Tempirai, Kecamatan Penukal, PALI, Kamis (26/7) sekitar pukul 15.30 WIB.

Adon merupakan pelaku begal sadis dengan 3 laporan masuk ke Polsek Penukal dan Polsek Abab. Tersangka yang kerap beraksi bersenjata api rakitan (senpira) ini tewas, setelah 3 butir peluru bersarang di badannya. Masing-masing di bagian kaki, punggung dan pinggang.

Informasi dihimpun, penangkapan tersangka melibatkan aparat gabungan dari Polsek Penukal dan Abab yang dikomandoi Iptu Alfian dan AKP Acep Yuli Sahara berlangsung di lokasi Jembatan Desa Tempirai, Kecamatan Penukal Utara, Kabupaten Pali.

Aparat yang mengetahui keberadaan pelaku di lokasi tersebut langsung melakukan penggrebakan untuk menangkap pelaku. Namun saat hendak ditangkap, pelaku nekat melakukan perlawanan. Kedatangan petugas rupanya disambut dengan ancaman pistol rakitan yang pelaku miliki.

Mendapat perlawanan itu, petugas terpaksa melakukan tindakan terukur dengan menembak kaki pelaku. Setelah ditembak kaki, senpira sempat terlepas dari tangan pelaku. Namun pelaku belum mau menyerah. Ia pun berlari menghindari petugas sambil membawa senjata tajam jenis golok.

Agar pelaku tak lari, petugas kemudian melakukan tembakan kedua ke bagian punggung pelaku. Tembakan kedua tersebut belum membuat pelaku roboh, tapi pelaku malah makin naik pitam dan mengamuk dengan mengibas-ngibaskan senjata golok ke petugas. Sehingga akhirnya petugas pun kembali memuntahkan timah panas terakhir ke bagian pinggang pelaku.

Mendapat tembakan ketiga pelaku masih tetap berontak saat akan ditangkap. Namun perlawanan pelaku berlangsung redah akibat kehabisan banyak darah. Saat pelaku dalam kondisi menyerah, petugas kemudian membawa pelaku ke rumah sakit terdekat untuk

diberikan perawatan. Namun di tengah perjalanan pelaku sudah dinyatakan tewas.

Selanjutnya pelaku kemudian dibawa aparat ke RSUD dr HM Rabain Muara Enim untuk dilakukan visum. Wakapolsek Polres Muara Enim Kompol Ari Sudrajat langsung menggelar konfrensi pers terkait penangkapan tersebut di depan ruang kamar mayat RSUD dr HM Rabain.

Kompol Ari Sudrajat mengatakan pelaku yang ditangkap merupakan DPO begal sadis dan juga pelaku pencurian pemberatan dengan 3 laporan. "Pelaku diketahui bertanggung jawab atas aksi begal motor, sepeda motor korban dirampas kemudian korban juga dibacok oleh pelaku dibagian kening," kata Kompol Ari.

Selain itu, pelaku juga terlibat kasus pencurian buah sawit milik petani sebanyak 2 ton. "Korbannya yang merupakan petani juga dibacok dan dipukul dengan gagang senjata oleh pelak," tuturnya.

Saat diamankan, lanjutnya, petugas juga berhasil mengamankan barang bukti 1 unit senpira lengkap 3 butir peluru jenis FN dari tangkan pelaku. Selain itu, juga diamankan 1 buah pisau golok berserta sarung yang sempat digunakan pelaku untuk melawan petugas.

Lebih lanjut, Kompol Ari, menegaskan pihaknya akan terus memburu pelaku-pelaku lainnya yang masuk DPO. Pihaknya menyarankan agar pelaku yang masih buron segera menyerahkan diri sebelum mendapat tindakan tegas dari aparat.

"Kami aparat tak akan segan melakukan tindakan tegas dan terukur kepada seluruh pelaku kejahatan, terlebih pelaku tersebut sangat membahayakan bagi masyarakat dan petugas kami di lapangan," pungkasnya.

Sebelumnya, Kepolisian Polres Muara Enim juga melakukan tindakan tegas dan terukur terhadap pelaku begal yang meresahkan warga. Senin (16/7) petugas berhasil melumpuhkan pelaku begal bernama Hajar Jayadi alias Adi Garong (29) warga Palembang yang mengontrak di Pasar I Pelita Sari Kota Muara Enim.

Pelaku Adi Garong tewas setelah dadanya sebelah kiri ditembus sebutir peluru oleh petugas saat akan ditangkap di persembunyiannya di Jalan Lingkar Baru arah Tanjung Enim, Kecamatan Lawang Kidul. (way/ion/ce3/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Tabrakan dengan Mobil Pengangkut bawang, Pemotor Tewas Seketika

Tabrakan dengan Mobil Pengangkut bawang, Pemotor Tewas Seketika

Kecelakaan maut kembali terjadi di Jalan Diponegoro atau jalur dalam kota Bumiayu, Rabu (20/2) malam.


Wanita Paruh Baya Tewas Gantung Diri

Wanita Paruh Baya Tewas Gantung Diri

Seorang perempuan berinisial SK (43),warga Dukuh Kodol Desa Sidoharjo Kecamatan Doro Kabupaten Pekalongan, ditemukan tewas gantung diri.


Dua Pelajar Main Game Sambil Nyabu

Dua Pelajar Main Game Sambil Nyabu

Tim Anti Bandit Polsek Karangpilang menangkap dua pelajar bermain game online jenis battle royal (PUBG) yang lagi ngetrend.


Rem Blong, Tronton Tubruk Mobil dan Motor

Rem Blong, Tronton Tubruk Mobil dan Motor

Terjadi lagi di jalur tengkorak Kledung-Kertek, diduga rem tak berfungsi, truck tronton Hino bermuatan seng galvalum menabrak mobil dan motor.


Sedang Transaksi di Banyuwangi, Dua Maling Spesialis Angkot Didor

Sedang Transaksi di Banyuwangi, Dua Maling Spesialis Angkot Didor

Timah panas bersarang di kaki spesialis pencuri mobil angkutan.


Tabrak Tiang Listrik, Mislah Tewas

Tabrak Tiang Listrik, Mislah Tewas

Mislah (25), warga Desa Mergasana RT 4 RW 4, Kecamatan Kertanegara tewas, Senin (4/2) pagi, sekitar pukul 09.30 WIB.


Minta Ibu Mengiklaskan, Sarjana Teknik Gantung Diri

Minta Ibu Mengiklaskan, Sarjana Teknik Gantung Diri

Warga jalan Rangkah Rejo Gang 3 Surabaya heboh Jumat pagi (25/1). Mereka kaget setelah mendapati adanya salah seorang warganya tewas gantung diri.


Lagi, Pengedar Dextro Ditangkap Polisi

Lagi, Pengedar Dextro Ditangkap Polisi

Jajaran Polres Pekalongan Kota kembali berhasil mengungkap peredaran obat-obatan terlarang.


Dibunuh, Mayat Pengusaha Laundry Dimasukkan Tong Plastik

Dibunuh, Mayat Pengusaha Laundry Dimasukkan Tong Plastik

Ester Lilik Wahyuni,51, warga Simpang DPS XIII /03, Sambikerep Surabaya tewas mengenaskan.


Suami Tusuk Istrinya sampai Tewas

Suami Tusuk Istrinya sampai Tewas

Nyawa Ida Winarsih harus berakhir di tangan suaminya sendiri. Perempuan 30 tahun asal Desa Getas Anyar, Kecamatan Sidorejo, Magetan, itu meregang nyawa.



Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!