Kriminal
Share this on:

Lagi, Pengedar Dextro Ditangkap Polisi

  • Lagi, Pengedar Dextro Ditangkap Polisi
  • Lagi, Pengedar Dextro Ditangkap Polisi

DIPERIKSA - Kapolsek Pekalongan Selatan Kompol I Ketut Lanus memeriksa tersangka dan barang bukti pil dextro di Mapolsek, kemarin. (istimewa)

PEKALONGAN - Jajaran Polres Pekalongan Kota kembali berhasil mengungkap peredaran obat-obatan terlarang. Kali ini, pengungkapan dilakukan oleh Unit Reskrim Polsek Pekalongan Selatan, kemarin.

Mereka mengamankan satu orang pemuda yang diduga sebagai pengedar pil dextro, berikut barang bukti seribu butir lebih pil dextro.

"Unit Reskrim Polsek Pekalongan Selatan telah berhasil ungkap kasus peredaran dan penjualan obat terlarang tanpa izin, jenis dextrometorphan," ungkap Kapolres Pekalongan Kota AKBP Ferry Sandy Sitepu, melalui Kapolsek Pekalongan Selatan Kompol I Ketut Lanus.

Dijelaskan Kapolsek, tersangka berinisial MK, 29, warga Kelurahan Jenggot Kecamatan Pekalongan Selatan. Tersangka ditangkap di rumahnya.

"Pengungkapan ini berawal dari informasi masyarakat, yang selanjutnya kami tindaklanjuti dengan penyelidikan. Dari penyelidikan yang dilakukan, ternyata benar adanya," jelas Lanus.

Dari tersangka polisi mengamankan barang bukti pil dextro sebanyak 1.029 butir. Perinciannya: 1 bungkus plastik kecil berisi 675 butir dextro; 15 paket yang masing-masing berisi 15 butir dextro; 11 paket masing-masing berisi 10 butir dextro; 1 paket berisi 7 butir dextro; dan 4 paket masing-masing berisi 3 butir dextro.

Lanus menambahkan, tersangka maupun barang buktinya sudah diamankan di Mapolsek Pekalongan Selatan. "Saat ini tersangka masih dalam proses pemeriksaan dan penyidikan lebih lanjut untuk mengembangkan kasus yang lainnya," imbuhnya. (way/wan/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Bawa Uang Miliaran Rupiah, WNI Ditangkap di Singapura

Bawa Uang Miliaran Rupiah, WNI Ditangkap di Singapura

Otoritas Singapura menjatuhkan hukuman denda SG$ 8 ribu (Rp81 juta) kepada seorang warga negara Indonesia (WNI), karena membawa sejumlah besar uang tunai senila


Penyerang di Polsek Wonokromo, Pemain Tunggal

Penyerang di Polsek Wonokromo, Pemain Tunggal

Seorang pria bernama Imam Musthofa nekat melakukan aksi penyerangan terhadap dua anggota polisi di kantor Polsek Wonokromo, Surabaya, Sabtu (17/8).


Polisi Kembali Diserang KKSB Papua

Polisi Kembali Diserang KKSB Papua

Usai membunuh Briptu Hedar, Senin (12/8), teror serangan Kelompok Kriminal Sipil Bersenjata (KKSB) Papua terhadap personel kepolisian kembali terjadi di Kampung


Berkas Kasus Polisi Tembak Polisi Dilimpahkan

Berkas Kasus Polisi Tembak Polisi Dilimpahkan

Berkas perkasa kasus penembakan yang dilakukan tersangka Brigadir Rangga Tianto terhadap Bripka Rahmat Efendi telah selesai. Dan telah dilimpahkan ke Kejaksaan.


Sembilan Orang Digantung di Tengah Kota

Sembilan Orang Digantung di Tengah Kota

Polisi Meksiko menemukan sembilan mayat dalam kondisi tergantung di jembatan layang Kota Uruapan, Negara Bagian Michoacan, Kamis (8/8).


Satgas Antimafia Bola Polri Dihiidupkan Lagi

Satgas Antimafia Bola Polri Dihiidupkan Lagi

Satgas Antimafia Bola kembali dibentuk untuk mengungkap kasus-kasus sepakbola Tanah Air dalam enam bulan ke depan.


Tenteng Miliaran Uang Palsu, WNI Ditangkap di Malaysia

Tenteng Miliaran Uang Palsu, WNI Ditangkap di Malaysia

Kepolisian Tawau di Sabah, Malaysia, menangkap seorang pria warga negara Indonesia (WNI) yang kedapatan membawa sejumlah besar uang palsu.


Polisi Endus Metode Baru Pengiriman Barang Haram

Polisi Endus Metode Baru Pengiriman Barang Haram

Bandar narkotika terus mencari cara menyelundupkan narkotika.


Hubungan Polri dan Masyarakat Masih Buruk

Hubungan Polri dan Masyarakat Masih Buruk

Kasus pengeroyokan empat anggota polisi di Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan menunjukan hubungan Polri dan masyarakat masih buruk.


Tersangka Suap Bakamla Bertambah

Tersangka Suap Bakamla Bertambah

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Polisi Militer Angkatan Laut (POM AL) menetapkan empat tersangka baru.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!