Kriminal
Share this on:

Lagi, WNI Terlibat Peredaran Narkoba di Malaysia

  • Lagi, WNI Terlibat Peredaran Narkoba di Malaysia
  • Lagi, WNI Terlibat Peredaran Narkoba di Malaysia

**KUALA LUMPUR ** - Kepolisian Malaysia berhasil membongkar kasus peredaran narkoba senilai total 1,75 juta Ringgit atau setara Rp5,9 miliar, dari tangan sembilan pelaku dan satu diantaranya seorang warga negara Indonesia (WNI). "Narkoba yang disita bisa saja disalurkan untuk 72 ribu pecandu narkoba," kata Kepala Kepolisian Johor, Komisioner Mohd Kamaruddin Md Din, dilansir The Star, Senin (29/7) kemarin.

Kamaruddin mengatakan, bahwa narkoba sebanyak itu disita dalam empat penggerebekan di wilayah Muar, Johor, Malaysia. Dalam penggerebekan pertama yang digelar Selasa (23/7) lalu, polisi Malaysia menangkap seorang pria berusia 37 tahun di sebuah pelabuhan di Parit Sakai Laut di Muar.

"Sebuah penyelidikan membawa kami pada 10.800 butir pil ekstasi, 8,17 kilogram sabu, 4.970 pil Eramin 5 yang ditaksir bernilai 753.250 Ringgit (Rp2,5 miliar)," terangnya.

Pada saat bersamaan, pihaknya juga menangkap seorang pria asal Indonesia yang berusia 46 tahun dan seorang pria berusia 44 tahun di Taman Melati dan menyita 10.962 pil ekstasi dan 11 gram sabu senilai 275.150 Ringgit (Rp932 juta). Namun, Identitas WNI yang ditangkap tidak disebut lebih lanjut.

"Kami meyakini mereka datang dari sindikat penyelundup narkoba yang sama," ujarnya.

Sementara itu, penggerebekan narkoba secara terpisah di wilayah Setia Tropika pada Jumat (26/7) lalu, berujung penangkapan lima pria yang berusia 20-28 tahun. "Dari penggerebekan itu, sabu seberat 2,098 gram yang ditaksir bernilai 154.900 Ringgit (Rp 524 juta) ikut disita," katanya.

Pada hari yang sama, Kepolisian Malaysia menangkap seorang pria berusia 27 tahun di Taman Adda Heights dan menyita sabu seberat 11.400 gram yang bernilai sekitar 570 ribu Ringgit (Rp1,9 miliar). (der/zul/fin)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Simpan Kapsul Sabu di Kemaluannya, Dua Wanita Thailand Ditangkap

Simpan Kapsul Sabu di Kemaluannya, Dua Wanita Thailand Ditangkap

Tujuh pelaku dari tiga sindikat peredaran sabu berhasil ditangkap Direktorat tindak pidana narkoba (Dittidnarkoba) Polri.



16 Persen WNI di Malaysia Hadapi Hukuman Mati

16 Persen WNI di Malaysia Hadapi Hukuman Mati

Amnesti Internasional Malaysia (AIM) mencatat Warga Negara Indonesia (WNI) menjadi warga asing kedua terbanyak, yang menghadapi hukuman mati di Malaysia.


30 Imigran Gelap asal Indonesia Ditangkap di Malaysia

30 Imigran Gelap asal Indonesia Ditangkap di Malaysia

Otoritas imigrasi Perak, Malaysia menangkap 30 imigran ilegal, yang sebagian besar adalah warga negara Indonesia (WNI).


KPK Periksa Eni Saragih Lagi

KPK Periksa Eni Saragih Lagi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa mantan Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih sebagai saksi kasus dugaan suap, Kamis (10/10) kemarin.


Kejagung Akan Terlibat Mulai Perencanaan Ibu Kota Baru

Kejagung Akan Terlibat Mulai Perencanaan Ibu Kota Baru

Kejaksaan Agung (Kejagung) tak lagi sekadar menunggu, tetapi terlibat sejak awal dalam proses pembangunan Ibu Kota baru.


Tiga Perempuan Ikut Terlibat Penculikan dan Panganiayaan Ninoy

Tiga Perempuan Ikut Terlibat Penculikan dan Panganiayaan Ninoy

13 tersangka dugaan penculikan dan penganiyaan pegiat media sosial Ninoy Karundeng sudah ditetapkan Polda Metro Jaya.


Kemenlu Pulangkan Tiga Jenazah WNI dari Taiwan

Kemenlu Pulangkan Tiga Jenazah WNI dari Taiwan

Kementerian Luar Negeri akan membantu pemulangan jenazah tiga warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban ambruknya jembatan di Taiwan.


Malaysia Deportasi Puluhan Migran Indonesia

Malaysia Deportasi Puluhan Migran Indonesia

Malaysia kembali mendeportasi 71 pekerja migran Indonesia yang bermasalah melalui Pos Lintas Batas Negara Entikong, Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat


Novel Baswedan Diserang Lagi

Novel Baswedan Diserang Lagi

Serangan terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan datang lagi.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!