Kriminal
Share this on:

Laut Jadi Jalur Aman Perdagangan Satwa Liar

  • Laut Jadi Jalur Aman Perdagangan Satwa Liar
  • Laut Jadi Jalur Aman Perdagangan Satwa Liar

**JAKARTA ** - Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipiter) Bareskrim Polri menangkap tiga pelaku perdagangan satwa liar ilegal. Sebanyak 26 satwa liar dari berbagai jenis berhasil diselamatkan dari praktik kejahatan.Dalam beraksi mereka menggunakan jalur laut karena aman dari patroli.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, pengungkapan kasus ini merupakan hasil kerjasama dengan Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta lembaga pemerhati satwa.

Pengungkapan perdagangan satwa liar ini, dilakukan di wilayah Jawa Tengah. Tiga tersangka yang ditangkap adalah MUA alias G, KG, dan S. "Para tersangka ini merupakan jaringan dari perdagangan satwa liar ilegal. Mereka ditangkap di tiga lokasi berbeda dari hasil pengembangan di lapangan. Adapun saat ini, masih ada satu tersangka lagi yang masuk daftar pencarian orang (DPO) berinisial A," kata Dedi di Bareskrim Polri, Rabu (3/7) kemarin.

Menurut Dedi, atas perbuatannya para tersangka ini bakal dijerat Pasal 21 ayat 2 huruf a juncto Pasal 40 ayat 2 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dengan ancaman hukuman penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp100 juta. "Untuk kasusnya, masih dikembangkan dan didalami lagi oleh Tim Dittipiter Bareskrim Polri terkait aksi kejahatan yang dilakukan para tersangka ini," ujar perwira tinggi Polri berpangkat bintang satu tersebut.

Di lokasi yang sama, Direktur Tipiter Bareskrim Polri Brigjen Fadil Imran mengatakan dalam pengungkapan ini pihaknya berhasil mengamankan sekaligus menyelamatkan, serta melindungi 26 satwa berbagai jenis dari perdagangan ilegal yang dilakukan tersangka.

"Ada 26 satwa liar yang berhasil diamankan, seekor beruang madu, lima Kanguru, dua ekor Kakak Tua jambul kuning, 15 ekor burung Beo, dua burung Nuri kepala hitam, dan satu Nuri kelam," kata Fadil dalam konferensi Press di Gedung Bareskrim Polri.

Fadil menjelaskan, satwa-satwa endemik asal Indonesia Timur itu didatangkan para tersangka dengan menggunakan kapal nelayan ke Pelabuhan Juwana. Kejadian ini tentu menjadi pelajaran bagi seluruh stake holder terkait, agar selalu bekerja sama memantau pelabuhan rakyat dan kapal nelayan.

"Harapan kami ke depan agar seluruh stake holder bisa lebih perhatian terkait kasus tersebut. Sehingga bisa lebih fokus memantau semua pelabuhan rakyat dan juga kapal-kapal yang terindikasi menjadi sarana masuknya satwa yang dilindungi, baik dari dan ke luar pulau Jawa," jelasnya.

Sementara itu, Kasubdit I Dittipiter Bareskrim Polri Kombes Adi Karya Tobing menjelaskan, kasus ini berhasil dibongkar setelah adanya informasi transaksi penjualan seekor beruang madu di Terminal Bus Rembang, 14 Juni lalu.

Informasi itu, langsung ditindaklanjuti dengan upaya penyelidikan di lokasi tersebut. Sayangnya, dalam proses itu pihaknya gagal menangkap pelaku yang diketahui berinisial S, karena berhasil melarikan diri.

"Jadi, TKP ini pelaku S berencana mengambil kiriman dari diduga penjual satwa yang dilindungi berupa, satu ekor satwa Beruang madu. Namun, pada saat kita ingin menyergapnya pelaku S berhasil melarikan diri, dan di lokasi kita hanya berhasil mengamankan barang bukti berupa satwa dan handphone pelaku yang terjatuh saat melarikan diri," terang Adi.

Sementara itu, lanjut Adi, bermodal barang bukti yang didapat berupa handphone pelaku anggota pun mampu memperoleh petunjuk soal asal-muasal Beruang madu itu. Ternyata hewan tersebut berasal dari seseorang dengan inisial MUA alias G. Dimana diketahui, hendak dijual tanpa dokumen resmi.

"Tersangka berinisial MUA alias G ini berhasil kita amankan di Kaliwungu, Kudus, Jateng, pada 20 Juni 2019 lalu, dan dari penangkapannya kita juga berhasil menemukan 15 burung Beo saat proses penggeledahan di rumahnya," ungkap Adi.

Dari penangkapannya tersangka ini, diakui Adi, melalui pola yang sama yaitu dengan mengecek handphone-nya. Anggota kemudian berhasil menangkap tersangka lainnya berinisial KG yang diduga jaringan perdagangan satwa liar secara ilegal.

"Kita menangkap tersangka KG di rumahnya, Kecamatan Mayong, Jepara, Jateng, pada hari yang sama dengan penangkapam MUA alias G. Dan saat penangkapan itu anggota mengamankan lima ekor kanguru tanah yang terdiri dari tiga usia dewasa dan dua anakan," tuturnya.

"Terakhir pada keeesokan harinya, berbekal keterangan tersangka, kita tangkap kembali satu tersangka berinisial AM saat membawa dua ekor Kakaktua Jambul kuning, 2 Nuri kepala hitam, dan 1 ekor Nuri kelam di SPBU Bumi Rejo, Pati," sambung Adi.

Adi menyebut, dalam melancarkan aksi kejahatan perdagangan satwa ilegal ini para tersangka ini diketahui menggunakan bertansaksi secara online lewat media sosial, yakni antara pembeli dan penjual tidak bertemu, tapi hanya menggunakan rekening bersama saja," ujarnya.

Adapun modusnya, diakui Adi, mereka melakukan dengan dua jenis modus berbeda. Pertama, dengan melibatkan tiga pihak, dan kedua melibatkan empat pihak. Untuk modus tiga pihak itu, yang terlibat antara lain penjual dan pembeli yang bersepakat melalui media sosial.

"Kemudian, setelah itu mereka pun menggunakan jasa rekening bersama (rekber), setelah barang dikirim, baik lewat alat transportasi darat, laut, dan diterima oleh pembeli, pembeli memberitahukan kepada pemilik rekber untuk meneruskan dana ke penjual," jelas Adi.

Selanjutnya, Adi mengungkapkan, terkait modus keduanya, dengan melibatkan empat pihak, terdiri atas pihak penjual, broker, pembeli, dan pemilik rekening bersama. Keduanya punya perbedaaan, yakni adalah hewan ditawarkan oleh broker sebagai perantara ke pembeli melalui media sosial.

"Jadi, setelah proses tersebut, hewan akan dikonfirmasi diterima oleh pembeli, maka pemilik rekening bersama akan mengirimkan uang kepada broker, broker transfer kepada pemilik hewan tersebut," tuturnya.

Di tempat yang sama, tersangka MUA kepada wartawan, mengaku membeli beruang madu seharga Rp8 juta dari Pelabuhan Juwana, Pati, Jateng, guna hendak dijual kembali. Sedangkan, tersangka KG mengaku sudah 5 tahun memelihara dan membiakkan kanguru.

Menurutnya, anak kanguru tersebut dia perjual-belikan, namun dia enggan menyebutkan berapa nominal harga satu ekor anak kanguru yang dia jual. "(Asal kanguru) dari Papua," ucapnya. (mhf/zul/gw/fin)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Dicurigai Jadi ajang Pemerasan, TP4 Kejaksaan Diminta Bubar

Dicurigai Jadi ajang Pemerasan, TP4 Kejaksaan Diminta Bubar

Masyatakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) mendesak Jaksa Agung HM Prasetyo untuk membubarkan TP4 dan TP4D.


Diselundupkan, Lobster Lampung Dibandrol Rp8 Miliar, Batam Rp13 Miliar

Diselundupkan, Lobster Lampung Dibandrol Rp8 Miliar, Batam Rp13 Miliar

Mafia perdagangan bibit lobster di sejumlah daerah bukannya kapok tapi kian menggurita. Ini dibuktikan dengan sederet pengungkapan yang dilakukan aparat kepolis


Indonesia Jadi Target Empuk Penipuan Iklan Digital

Indonesia Jadi Target Empuk Penipuan Iklan Digital

Belanja iklan digital di Indonesia ternyata cukup tinggi. Tak heran bila negara menjadi target penipuan.


Hati-hati, Pernikahan Jadi Modus Perdagangan Orang

Hati-hati, Pernikahan Jadi Modus Perdagangan Orang

Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) melihat, bahwa pernikahan kini menjadi modus terbaru yang dilakukan kelompok sindikat internasional perdagangan man


Jadi Tersangka TPPU, Mantan Bos Garuda Ditahan

Jadi Tersangka TPPU, Mantan Bos Garuda Ditahan

Emirsyah Satar dan Beneficial Owner Connaught International Pte. Ltd. Soetikno Soedarjo sebagai tersangka tindak pidana pencucian uang (TPPU).


WNI Pengikut ISIS Tewas di Kamp Pengungsi Suriah

WNI Pengikut ISIS Tewas di Kamp Pengungsi Suriah

Seorang perempuan petempur ISIS berkebangsaan Indonesia ditemukan tewas di dalam tenda kamp pengungsi Al-Hol, Suriah Barat Laut.,


Tersangka Suap Bakamla Bertambah

Tersangka Suap Bakamla Bertambah

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Polisi Militer Angkatan Laut (POM AL) menetapkan empat tersangka baru.


Perppu Bisa Jadi Terobosan Aturan Larangan Eks Koruptor Ikut Pilkada 2020

Perppu Bisa Jadi Terobosan Aturan Larangan Eks Koruptor Ikut Pilkada 2020

Usulan adanya larangan mantan koruptor ikut dalam Pilkada Serentak 2020, menuai beragam tanggapan.


Kampus Dianggap Tempat Aman Bagi Pengedar

Kampus Dianggap Tempat Aman Bagi Pengedar

Kampus dianggap sebagai salah satu tempat yang aman bagi para pengedar narkoba.


Jadi Tersangka KPK, Sekda Jabar Menghilang

Jadi Tersangka KPK, Sekda Jabar Menghilang

Ditetapkannya Sekertaris Daerah Iwa Karniwa sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap perizinan proyek Meikarta oleh KPK cukup mengagetkan.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!