Kriminal
Share this on:

Lima Bulan Buron Diciduk Jaksa

JAKARTA - Setelah lima bulan lolos dari jerat hukum, Herman (47) buronan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung akhirnya diciduk Tim Intelijen Kejati di sebuah warung makan di Jalan Drs Warsito, Kota Bandar Lampung. Herman adalah terpidana kasus pengrusakan pagar sepanjang 140 meter milik Hariyanto yang melintang di Pasar Ruwet, Pusat Pelelangan Ikan (PPI), Telukbetung Timur, Bandarlampung pada 11 Februari 2014 silam. Saat program tim tangkap buronan (tabor) 31.1 bergulir, Herman memang menjadi intaian Kejati Lampung.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapus Penkum) Kejaksaan Agung, Dr Mukri mengatakan, terpidana terjerat Pasal 406 Ayat (1) KUHP berdasarkan Putusan Pengadilan Negeri (PN) Tanjung Karang No. 1218/Pid.B/2015/PN.TJK tanggal 25 Mei 2016. Kemudian, terpidana sempat banding, namun Putusan Pengadilan Tinggi Nomor : 64/Pid/2016/PT.TJK tanggal 16 Agustus 2016 menguatkan putusan PN Tanjung Karang. Lalu, terdakwa mengajukan kasasi, Sayangnya ditolak oleh Putusan MA RI Nomor: 1462K/PID/2016.

"Herman dinyatakan buron sejak 10 Oktober 2018 berdasarkan surat bantuan pencarian orang Kejari Bandar Lampung Nomor : 07/DPO/N.8.10/10/2018," jelasnya.

Mukri mengatakan, penangkapan berawal saat tim memperoleh informasi terpidana masih berada di Bandar Lampung dan bekerja sebagai penjual ikan.

Setelah memperoleh kontak terpidana, tim berusaha menghubungi terpidana dengan berpura-pura akan memesan ikan. Selanjutnya terpidana setuju dan sepakat menentukan tempat pertemuan. Saat turun dari kendaraannya, terpidana langsung diamankan, jelas Mukri.

"Sebelum dieksekusi ke Lapas Rajabasa Bandar Lampung, terpidana terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan oleh dokter dan dinyatakan dalam kondisi sehat," jelasnya.

Kasus teri yang diungkap kejati seluruh Indonesia, selalu menjadi ekspose yang dilaporkan. Kemunduran ini mendapat respon dari beberapa pihak. Seperti penuturan Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI),Boyamin Saiman. Ia meminta kejaksaan tidak hanya sibuk menangkap buronan kelas teri, namun buronan yang masuk dalam katagori ikan paus dibiarkan.

"Ini tim Tabur patut kita apresiasi lah kerjanya, tapi mana buronan kelas paus nya, masa ikan teri terus yang ditangkap," katanya kepada FIN.

Dia berharap dipengujung kepemimpinan Jaksa Agung HM Prasetyo, Kejaksaan dapat memberikan kejutan kepada masyarakat dengan menangkap buronan khususnya kasus korupsi yang perkaranya atau figurnya masuk dalam katagori kelas ikan paus.

Salah satunya buronan paling dicari Djoko Tjandra. Pria yang menjadi buronan dalam kasus korupsi Bank Bali diketahui menjadi warganegara Papua Nugini.

"Mudah-mudahan diakhir bisa ketangkap, ini lucu juga, Sampai sekarang engga ketangkep, engga alasan apa," tutupnya. (lan/fin/wan)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Dicurigai Jadi ajang Pemerasan, TP4 Kejaksaan Diminta Bubar

Dicurigai Jadi ajang Pemerasan, TP4 Kejaksaan Diminta Bubar

Masyatakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) mendesak Jaksa Agung HM Prasetyo untuk membubarkan TP4 dan TP4D.


Jaksa Tahan Kivlan Zen di Rutan Guntur

Jaksa Tahan Kivlan Zen di Rutan Guntur

Tersangka kasus dugaan kepemilikan dugaan senjata api ilegal, Kivlan Zen ditahan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Pusat di Rutan Gunt


Markus Nari Keberatan Dakwaan Jaksa

Markus Nari Keberatan Dakwaan Jaksa

Terdakwa kasus proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) Markus Nari kembali menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor, Rabu (21/8).


Terjaring OTT, Jaksa Akan langsung Dipecat

Terjaring OTT, Jaksa Akan langsung Dipecat

Kejaksaan Agung (Kejagung) menyerahkan Jaksa Kejaksaan Negeri (Kejari) Surakarta nonaktif Satriawan Sulaksono kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).


Ada Nego Fee dalam Perkara Bowo Sidik

Ada Nego Fee dalam Perkara Bowo Sidik

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan General Manager Komersial PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK) Asty Winasti.


Banting Anak Majikan, TKI di Singapura Dihukum 8 Bulan Penjara

Banting Anak Majikan, TKI di Singapura Dihukum 8 Bulan Penjara

Pengadilan Singapura memvonis delapan bulan penjara seorang pembantu rumah tangga (PRT) asal Indonesia, karena terbukti telah membanting anak majikannya.


Kejagung: Kami Pecat Jika Terbukti

Kejagung: Kami Pecat Jika Terbukti

Dua oknum jaksa kembali terjaring operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).


Jaksa SSL Diminta Menyerahkan Diri

Jaksa SSL Diminta Menyerahkan Diri

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Raharjo menegaskan agar jaksa di Kejaksaan Negeri Surakarta Satriawan Sulaksono (SSL) yang telah ditetapkan sebaga


Lima Akun Medsos Dibidik Polri

Lima Akun Medsos Dibidik Polri

Tim Direktorat Siber Bareskrim Polri terus melakukan profiling terhadap sejumlah akun media sosial (medsos) yang diduga menyebarkan berita hoaks pemicu kerusuha


Menunggu Janji Jokowi Tak Serahkan Jabatan Jaksa Agung ke Parpol

Menunggu Janji Jokowi Tak Serahkan Jabatan Jaksa Agung ke Parpol

Wacana Presiden Joko Widodo yang tidak akan memilih Jaksa Agung dari partai politik (Parpol) untuk periode pemerintahan 2019-2024 diapresiasi sejumlah pihak.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!