Kriminal
Share this on:

Mahasiswa Palembang Bobol Rekening Bank BUMN

  • Mahasiswa Palembang Bobol Rekening Bank BUMN
  • Mahasiswa Palembang Bobol Rekening Bank BUMN

JAKARTA - Dua pelaku pembobol rekening bank dibekuk tim Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidisiber) Bareskrim Polri. Kedua pelaku diamankan petugas di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), Senin (9/9) lalu.

Para pelaku yaitu seorang mahasiswa berinisial YA (24), warga Dusun Petaling RT 01/01, Petaling, Tulung Selapan, Ogan Komering Ilir. Satu lagi adalah rekan YA berinisial RF (23). Dia merupakan seorang karyawan swasta, warga Jalan Residen H. Abdul Rozak No.54, Kel. Bukit Sangkal, Kec Kalidoni, Palembang.

Kasubdit 1 Dittipidisiber Bareskrim Polri Kombes Pol Dani Kustomi mengatakan dalam beraksi pelaku menggunakan modus top up dan transfer menggunakan aplikasi KUDO dengan menggunakan virtual account bank. "Dengan modusnya ini, top up atau transfer yang dilakukan mereka tak mengurangi saldo yang ada dalam akun KUDO-nya. Sementara dalam laporan virtual account Bank tercatat bahwa top up dan transfer tersebut sukses/berhasil," kata Dani secara tertulis, Selasa (10/9) kemarin.

Dani mengungkapkan, aksi kejahatan para pelaku sendiri terungkap setelah manajemen salah satu bank BUMN melakukan audit internal. Hasilnya bank tersebut mengalami kerugian sekitar Rp1,3 miliar lebih. Atas kejadian itu, pihak bank melaporkan ke polisi.

Berdasarkan pengakuan para pelaku, kata Deni, mereka bekerja secara otodidak. "Sudah beberapa kali beraksi, dan mereka bisa melakukan aksinya dengan belajar secara ototidak melalui internet, dan sebuah komunitas di medsos," ungkap Dani.

Adapun dari hasil penangkapan kedua pelaku ini. Dani menyebut, kalau pihaknya berhasil menyita sejumlah barang bukti berupa 4 buah handphone, seperangkat perhiasan emas, 2 buah jam tangan mewah, 2 buah laptop, dan satu unit mobil Toyota Calya.

"Barang bukti yang kami sita ini diduga merupakan hasil kejahatannya," ucapnya.

Terpisah, Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengungkapkan, akibat dari perbuatan para pelaku ini korban yang merupakan sebuah bank BUMN di Palembang diakui merugi hingga Rp16 miliar. "Total kerugian dari bank BUMN yang ada di Palembang sendiri cukup besar, kurang-lebih Rp16 miliar dari total kerugian," ungkap Dedi

Kini, atas perbuatannya keduanya pun telah ditetapkan sebagai tersangka dan bakal dijerat dengan persangkaan tindak pidana penipuan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam transaksi elektronik dan/atau penggelapan dan/atau pencurian.

Yakni, sesuai dalam pasal 28 ayat (1) Undang-Undang Nomor. 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan/atau pasal 378 KUHP dan/atau pasal 372 KUHP dan/atau pasal 362 KUHP, dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah). (mhf/zul/gw/fin)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Transaksi Mencurigakan di 6 Rekening Veronica Koman Ditelusuri Polisi

Transaksi Mencurigakan di 6 Rekening Veronica Koman Ditelusuri Polisi

Polisi menemukan transaksi mencurigakan di enam rekening tambahan milik tersangka ujaran kebencian dan hoaks Asrama Mahasiswa Papua Surabaya, Veronica Koman.


Korupsi BTN Gresik Tak Kunjung Ada Tersangka

Korupsi BTN Gresik Tak Kunjung Ada Tersangka

Penyidik pidana khusus Kejaksaan Agung hingga kini tak kunjung menetapakn tersangka dugaan korupsi di PT Bank Tabungan Negara (BTN) Cabang Gresik, Jawa Timur.


Kejagung Segera Tetapkan Tersangka Korupsi Bank Syariah Mandiri

Kejagung Segera Tetapkan Tersangka Korupsi Bank Syariah Mandiri

Kejaksaan Agung terus membidik pihak-pihak yang paling bertanggung jawab dalam kasus dugaan korupsi pemberian fasilitas pembiayaan PT Bank Syariah Mandiri.


Polisi Tewas Terbakar, Polri Lemah Bertindak Sesuai SOP

Polisi Tewas Terbakar, Polri Lemah Bertindak Sesuai SOP

Ipda (Anumerta) Erwin Yudha gugur akibat terbakar saat aksi demonstrasi bakar-bakar ban mahasiswa di Cianjur, Jawa Barat.


Polri Akan Bubarkan Demontrasi Bakar Ban

Polri Akan Bubarkan Demontrasi Bakar Ban

Gugurnya Ipda (Anumerta) Erwin Yudha akibat terbakar saat pengamanan aksi demonstrasi mahasiswa di Cianjur, Jawa Barat, meninggalkan duka bagi kepolisian.


Kapolsek Dipecat usai Kirim Miras ke Mahasiswa Papua

Kapolsek Dipecat usai Kirim Miras ke Mahasiswa Papua

Seorang Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) di Bandung, Jawa Barat terpaksa harus dinonaktifkan dari jabatannya.


Kapan Tim Siber Polri Tangkap Penyebar Hoaks Soal Mahasiswa Papua?

Kapan Tim Siber Polri Tangkap Penyebar Hoaks Soal Mahasiswa Papua?

Tim Siber Bareskrim Polri belum juga berhasil menangkap pemilik akun media sosial (medsos) yang menyebarkan hoaks, terkait insiden mahasiswa Papua di Malang dan


Saldo Kosong, Kuras Rekening Orang Rp1,7 Miliar Pakai ATM

Saldo Kosong, Kuras Rekening Orang Rp1,7 Miliar Pakai ATM

Jajaran Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap seorang hacker yang menguras rekening milik orang lain sebanyak Rp 1,77 miliar.


Gangguan Sistem Bank Mandiri Bukan Aksi Hacker

Gangguan Sistem Bank Mandiri Bukan Aksi Hacker

Bank Mandiri menegaskan gangguan sistem yang terjadi, Sabtu (20/7) lalu, bukan karena ulah hacker.


Rizal Ramli Akhirnya Buka Suara soal BLBI

Rizal Ramli Akhirnya Buka Suara soal BLBI

Rizal Ramli menilai, Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang dikucurkan pemerintah bermasalah.



Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!