Kriminal
Share this on:

Makan Snack, 14 Siswa SD Keracunan

  • Makan Snack, 14 Siswa SD Keracunan
  • Makan Snack, 14 Siswa SD Keracunan

KERACUNAN - Beberapa pelajar SD Kayuapu Kecamatan Bae Kudus mengalami keracunan makanan dan dibawa ke RSUD Kudus, kemarin. (donny setyawan/jpnn)

KUDUS - Puluhan siswa SD Kayuapu, Bae, mengalami keracunan makanan ringan pada jam istirahat kemarin. Akibatnya, 14 siswa harus menjalani perawatan di RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus.

Peristiwanya terjadi pukul 09.00. Semula, saat jam istirahat puluhan siswa jajan mi gelas di luar sekolah. Setelah makan mi tersebut, sebagian siswa tiba-tiba mengeluh pusing, mual, dan muntah-muntah. Melihat kejadian itu, pihak sekolah langsung membawa siswanya ke puskesmas terdekat, dan dilarikan ke RSUD Kudus.

”Anak-anak ini baru pertama jajan dari pedagang luar sekolah. Biasanya jajan di kantin sekolah dengan pedagang yang sudah dipercaya oleh pihak sekolah,” kata Suparmin, kepsek SD Kayuapu.

Di sekolahannya sudah memiliki tiga kantin yang selalu dipantau oleh pihak sekolah. Setiap ada makanan yang baru datang, dicek terlebih dahulu masa kadaluwarsanya. Selain itu, pedagang juga diberi sosialiasi agar menjajakan makanan yang sehat, demi keselamatan siswanya.

“Saya termasuk kecolongan, karena yang jualan tersebut merupakan pedagang dari luar. Sebelumnya sudah saya beri peringatan kepada semua kantin. Agar menjajakan makanan yang sehat dan tidak berwarna tambahan,” tandasnya.

Kabag Humas RSUD dr Loekmono Hadi Kudus Saiful Anas membenarkan ada 14 pasien yang dirawat di RSUD Kudus. ”Seorang siswa diopname dan 13 siswa rawat jalan,” ujarnya.

Hasil dari diagnosis yang dilakukan oleh dr Widiyatmoko, Anas menjelaskan sebagian siswa hanya terkena efek keracunan ringan dengan ditandai gelang warna hijau. Namun, sebagian siswa lainnya positif keracunan mi gelas yang terdapat saos dan kecap didalamnya.

Mereka ditandai dengan gelang warna kuning untuk perlu dilakukan observasi lebih lanjut. Dikatakan Anas, hasil muntahan sisa tersebut, saat ini masih dalam proses pemeriksaan di laboratorium milik Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) setempat.

Untuk siswa yang keracunan tersebut, disarankan untuk rawat jalan sambil menunggu hasil berkembangan selanjutnya. “Saat datang mereka langsung ditangani di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD). Saran dokter agar di rawat jalan saja dengan diberi obat, sambil menunggu perkembangan selanjutnya,” terangnya.

Kepala SD Kayuapu, Suparmin mengatakan, saat istirahat puluhan siswa tersebut jajan mi gelas di luar sekolah. Setelah makan mi tersebut, sebagian siswa tiba-tiba mengeluh pusing, mual dan muntah-muntah. Melihat kejadian tersebut pihak sekolah langsung membawa siswanya ke Puskesmas terdekat, dan dilarikan ke RSUD Kudus.

”Anak-anak ini baru pertama jajan dari pedagang luar sekolah. Biasanya jajan di kantin sekolah dengan pedagang yang sudah dipercaya oleh pihak sekolah ,”ucapnya.

Menurutnya, di sekolahnya sudah memiliki tiga kantin yang selalu dipantau oleh pihak sekolah. Setiap ada makanan yang baru datang, dicek terlebih dahulu masa kadaluwarsanya. Selain itu, pedagang juga diberi sosialiasi agar menjajakan makanan yang sehat, demi keselamatan siswanya.

“Saya termasuk kecolongan, karena yang jualan tersebut merupakan pedagang dari luar. Sebelumnya sudah saya beri peringatan kepada semua kantin. Agar menjajakan makanan yang sehat dan tidak berwarna tambahan,” tandasnya lagi.

Salah satu siswi Kelas III SD Kayuapu, Kristianing Pamudi megaku, pada saat jam istirahat, banyak yang jajan mi gelas. ”Tapi setelah makan mi gelas itu, saya merasa pusing dan mual-mual,” katanya.

Aditya Yusron siswa kelas VI lainnya juga mengatakan hal yang sama. ”Karena makan mi itu saya sampai muntah sebanyak tiga kali,”ucapnya. (ela/har/jpnn)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Aksi Nyeleneh Siswa SMP, Gores Tangan supaya Viral

Aksi Nyeleneh Siswa SMP, Gores Tangan supaya Viral

Puluhan pelajar SMP Negeri 1 Sekadau Hilir menggores tangan sendiri beberapa hari terakhir membuat heboh masyarakat.


Siswa SMKN 4 Tewas Gantung Diri

Siswa SMKN 4 Tewas Gantung Diri

Siswa SMK N 4 Semarang kelas I, jurusan animasi, Samuel Kevin Hutagaul (15), ditemukan tewas dalam keadaan gantung diri di rumahnya.


Duh, 24 Siswa SMP Gabung Grup WA Porno

Duh, 24 Siswa SMP Gabung Grup WA Porno

Konten video pornografi ditemukan Komisi Anak Indonesia (KPAI) Kabupaten Bekasi di sebuah grup WhatsApp bernama "All Star".


Todongkan Pisau, Siswa SMA Rampas HP

Todongkan Pisau, Siswa SMA Rampas HP

Meski masih di bawah umur, SF (17), harus berurusan dengan polisi.


Butuh Uang Sekolah, Siswa SMK Njambret

Butuh Uang Sekolah, Siswa SMK Njambret

Tak punya uang untuk bayar uang Sekolah, siswa SMK Hofiuddin nekat menjambret handphone (HP) milik Siti (14), siswi SMP.


Cemburu, Siswa SMK Otaki Pengeroyokan

Cemburu, Siswa SMK Otaki Pengeroyokan

Gara-gara ceweknya naksir orang lain, oknum pelajar SMK di Kabupaten Rembang berbuat nekat. Dia mengeroyok Wahyu Mustofa (27).


Ikut Konvoi, Anak Putus Sekolah Bacok Korban Pakai Pedang

Ikut Konvoi, Anak Putus Sekolah Bacok Korban Pakai Pedang

RO (17), pelaku pembacokan Ahmad Fatoni, siswa XII MA Miftahul Ulum Kayen dikenai dua pasal pidana.


Hendak Kabur ke Jakarta, Pelaku Pembacokan Siswa SMA Dibekuk

Hendak Kabur ke Jakarta, Pelaku Pembacokan Siswa SMA Dibekuk

Pelaku pembacokan saat konvoi perayaan kelulusan SMA sederajat di Pati ternyata bukan pelajar. Rohman alias Maman ini telah bekerja.


Pelaku Pembacokan Siswa SMA Masih Dicari

Pelaku Pembacokan Siswa SMA Masih Dicari

Ahmad Fatoni, korban pembacokan saat konvoi kelulusan SMA sederajat, Jumat (4/5) lalu, semakin membaik.


Terpisah dari Kelompoknya, Siswa MTS Tewas Mengambang

Terpisah dari Kelompoknya, Siswa MTS Tewas Mengambang

Kematian seorang pelajar Madrasah Tsanawiyah yang terbawa arus Kali Bekasi, Kota Bekasi mulai terkuak.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!