Kriminal
Share this on:

Malaysia Tolak Ekstradisi Zakir Naik

  • Malaysia Tolak Ekstradisi Zakir Naik
  • Malaysia Tolak Ekstradisi Zakir Naik

KUALA LUMPUR - Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohammad mengatakan bahwa negaranya berhak untuk menolak permohonan ekstradisi penceramah Zakir Naik ke India. Pihak berwenang India menuduh penceramah populer kelahiran Mumbai itu, telah menggelapkan 193 crore Rupee (setara US$ 27 juta).

"Zakir Naik mungkin akan menerima persidangan yang tak adil di tanah kelahirannya jika Malaysia memenuhi permohonan ekstradisi dari India," kata Mahathir, seperti dikutip dari Economic Times India, Sabtu (15/6) kemarin.

The Hindu melaporkan, Enforcement Directorate India (ED), sedang berupaya mendapatkan surat administratif dari Pengadilan Mumbai, yang memungkinkan mereka mengajukan Red Notice kepada Interpol untuk mengekstradisi Zakir Naik. Surat administratif itu diperkirakan rilis pada 19 Juni 2019.

Zakir Naik (53), penceramah yang populer lewat platform siaran televisi dan internet itu, meninggalkan India pada 2016 dan menetap di Malaysia menggunakan paspor Arab Saudi. Pada 2017, India mencabut paspor Naik. Selama itu, India telah lama mencari Naik, menuduhnya sebagai pendukung terorisme.

Naik membantah tuduhan itu. Ia justru mengklaim, tuduhan-tuduhan itu sebagai kampanye negatif dari nasionalis Hindu India dan pemerintahan PM Narendra Modi. "Zakir merasa dirinya tidak akan mendapatkan pengadilan yang adil (di India)," kata Mahathir seperti dikutip dari Economic Times India.

Mahathir membandingkan situasi dengan Australia yang menolak mengekstradisi mantan anggota Polis Diraja Malaysia, Sirul Azhar Umar, yang dijatuhi hukuman mati di Malaysia pada 2015, karena membunuh seorang model Mongolia, Altantuya Shaariibuu. "Kami meminta Australia mengekstradisi Sirul dan mereka khawatir kami akan mengirimnya ke tiang gantungan," kata perdana menteri menganalogikan situasi Zakir Naik.

Bulan lalu, Enforcement Directorate India (ED) menuduh Naik menerima uang senilai ratusan crore Rupee ke rekening bank dan dana perwaliannya dari "para 'pengamal' yang berterimakasih atas pidatonya yang menyebarkan kebencian dan menyulut pemuda Muslim untuk melakukan terorisme."

Islamic Research Foundation (IRF), dana perwalian asal Mumbai dan yang dipromosikan dan dikendalikan oleh Naik, "Diduga menerima dana dalam bentuk sumbangan dan zakat dari donor dalam negeri maupun luar negeri dari negara-negara seperti Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Bahrain, Kuwait, Oman dan Malaysia antara lain," lanjut ED seperti dikutip dari Economic Times India.

Zakir Naik selalu membantah berbagai tuduhan terhadapnya dan menyatakan dirinya tak berafiliasi, mendukung, atau mengilhami kelompok teroris manapun. (der/zul/fin)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Malaysia Ogah Ikut Campur Proses Hukum Karhutla Indonesia

Malaysia Ogah Ikut Campur Proses Hukum Karhutla Indonesia

Pemerintah Malaysia menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah Indonesia, terkait proses hukum tiga anak perusahaan asal Negeri Jiran, yang diduga terlibat dalam


WNI Diperkosa di Malaysia

WNI Diperkosa di Malaysia

Seorang warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART) di Malaysia, diperkosa oleh pria warga India.


10 WNI di Malaysia Terlibat Penyelundupan Manusia

10 WNI di Malaysia Terlibat Penyelundupan Manusia

Sedikitnya 10 warga negara Indonesia (WNI) ditangkap kepolisian laut Malaysia, saat hendak meninggalkan negara itu secara ilegal dengan kapal.


Tampar Bayi, TKI di Malaysia Divonis Enam Bulan Penjara

Tampar Bayi, TKI di Malaysia Divonis Enam Bulan Penjara

Seorang TKI yang berprofesi sebagai babysitter dihukum denda oleh Pengadilan Malaysia, karena menampar pipi seorang bayi berusia enam bulan.


WNI Jadi Korban Perampokan Rp4,1 Miliar di Malaysia

WNI Jadi Korban Perampokan Rp4,1 Miliar di Malaysia

Seorang warga negara Indonesia (WNI) di Malaysia menjadi korban perampokan uang tunai sebanyak 1,24 juta Ringgit atau setara Rp4,1 miliar.


Polisi Tangkap 12 Bandar Narkoba Jaringan Jakarta-Pekanbaru-Malaysia

Polisi Tangkap 12 Bandar Narkoba Jaringan Jakarta-Pekanbaru-Malaysia

Sebanyak 12 bandar narkotika jenis sabu dan ekstasi jaringan Jakarta-Pekanbaru-Malaysia ditangkap Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya.


Sri Bintang Tolak Panggilan Polda Metro Jaya

Sri Bintang Tolak Panggilan Polda Metro Jaya

Aktivis senior Sri Bintang Pamungkas nolak menghadiri panggilan Polda Metro Jaya, Rabu (11/9) kemarin.


Dua WNI Ditangkap di Panti Pijat Malaysia

Dua WNI Ditangkap di Panti Pijat Malaysia

11 warga negara asing (WNA) yang bekerja secara ilegal terciduk aparat terkait di malaysia, dan dua di antaranya warga negara Indonesia (WNI).


Lahirkan Bayi, Seorang TKI di Malaysia Terancam Hukuman

Lahirkan Bayi, Seorang TKI di Malaysia Terancam Hukuman

Seorang tenaga kerja Indonesia (TKI) yang berstatus sebagai pekerja rumah tangga (PRT) di Malaysia terancam mendapat hukuman mati.


WNI di Malaysia Tusuk WN Bangladesh Hingga Tewas

WNI di Malaysia Tusuk WN Bangladesh Hingga Tewas

Kepolisian Malaysia menangkap seorang pria warga negara Indonesia (WNI) yang menusuk warga Bangladesh hingga tewas di Petaling Jaya, Malaysia, Rabu (4/9) malam.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!