Kriminal
Share this on:

Malu Pasangan Tak Bisa Dandan, Suami Pukul dan Tendang Wajah Istrinya

  • Malu Pasangan Tak Bisa Dandan, Suami Pukul dan Tendang Wajah Istrinya
  • Malu Pasangan Tak Bisa Dandan, Suami Pukul dan Tendang Wajah Istrinya

DIPERIKSA - Tersangka Badur tengah menjalani pemeriksaan oleh petugas Polsek Kedungwuni. (triyono/jpnn)

KAJEN - Sungguh keterlaluan apa yang dilakukan AK alias Badur (31), warga Desa Podo Kecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan ini. Dia tega-teganya menganiaya istrinya sendiri, MA (24), lantaran dianggap mempermalukannya, karena tak bisa dandan cantik di hajatan kenalannya, Sabtu (19/1) lalu.

Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan melalui Kasubbag Humas Iptu Akrom mengungkapkan, Badur ditangkap, Selasa (22/1), sekitar pukul 11.00 WIB, atas dugaan kasus kekerasan dalam rumah tangga. “Pelaku yang diduga melakukan tindak kekerasan dalam rumah tangga sudah diamankan. Dalam hal ini yang menjadi korban adalah istri pelaku sendiri.”

Iptu Akrom menjelaskan, kejadian penganiayaan terjadi, Sabtu (19/1) sekitar pukul 20.00 WIB. Awalnya pelaku bersama istrinya pergi bersama menghadiri hajatan di Desa Pajomblongan. Setelah acara selesai, pelaku dan korban pulang ke kos-kosannya di Desa Podo Kecamatan Kedungwuni.

“Diperjalanam, korban dimarahi pelaku dengan alasan membuatnya malu, karena tidak bisa dandan. Kemudian pelaku menusuk-nusuk lutut Korban menggunakan kunci kontak sepeda motor berulang kali,” jelas Kasubag Humas.

Setelah sampai kos, lanjut Iptu Akrom, pelaku melepas helm yang dipakainya dan memukulkannya ke arah wajah korban. Akibatnya, hidung korban berdarah. Belum puas melampiaskan amarahnya, pelaku lalu menendang kening korban dengan kaki kanannya.

“Mendapat kekerasan dari suaminya, kemudian korban berinisiatif pergi ke rumah salah seorang kerabatnya. Saat berada di tempat kerabatnya tersebut, korban menceritakan apa yang baru saja dialaminya,” lanjut Iptu Akrom.

Keesokan harinya, Minggu (20/1), sekitar pukul 10.00 WIB, suami korban datang ke rumah kerabat istrinya untuk menjemputnya. Awalanya istrinya menolak, tapi karena suaminya mengancam akan membunuhnya apabila tidak menuruti kemauannya, korban yang ketakutan, akhirnya menuruti kemauan suaminya.

Pelaku ditangkap atas dasar laporan istrinya, MA (24), yang tak tahan atas perlakuan suaminya.

“Setelah mendapatkan laporan, Unit Reskrim Polsek Kedungwuni langsung melakukan penyelidikan. Berdasarkan informasi dari masyarakat, petugas berhasil mengetahui keberadaan pelaku yang saat itu berada di rumah kos yang berada di Desa Podo. Tidak mau buruannya kabur, petugas langsung menangkap dan mengamankan pelaku yang selanjutnya dibawa ke Polsek Kedungwuni guna untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,”jelas Iptu Akrom.

Atas perbuatannya tersebut Pelaku bisa dijerat dengan Pasal 44 ayat 1 Undang-undang No. 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga yang ancaman hukumannya pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau denda paling banyak Rp.15.000.000. (yon/red/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya

Ditemukan Sudah Menjadi Tengkorak
Ditemukan Sudah Menjadi Tengkorak

Berita Sejenis

Sedang ke Luar Negeri, Aher Tak Hadir di KPK

Sedang ke Luar Negeri, Aher Tak Hadir di KPK

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap mantan Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ahmad Heryawan.


Kejaksaan Terima 7 Berkas Perkara Koporasi Penyebab Karhutla

Kejaksaan Terima 7 Berkas Perkara Koporasi Penyebab Karhutla

Gerak cepat aparat hukum memroses kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Saat ini Kejaksaan telah menerima 7 berkas perkara atasnama korporasi dan 159 berk


Tembak Mati 4 KKB, Mabes Polri Apresiasi Polda Aceh

Tembak Mati 4 KKB, Mabes Polri Apresiasi Polda Aceh

Baku tembak antara Polri dan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Aceh terjadi di Jalan Raya Medan-Banda Aceh, Gampong Keude, Kecamatan Trienggadeng, Kabupaten Pi


Uang Suap Nahrawi Mengalir ke Pihak Lain

Uang Suap Nahrawi Mengalir ke Pihak Lain

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami aliran uang suap yang diterima oleh mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi yang diduga ke


KPK Perdalam Perkara Sunjaya

KPK Perdalam Perkara Sunjaya

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah melakukan pengembangan perkara suap rotasi, mutasi, dan promosi jabatan di Pemerintah Kabupaten (Pemkab Cirebon).


Buronan Korupsi Disparbudpora Pidie Ditangkap

Buronan Korupsi Disparbudpora Pidie Ditangkap

Tim Intelijen dan Tim Pidsus Kejaksaan Negeri Pidie, Aceh menangkap buronan H. Arifin bin Rahmad, Rabu (18/9) lalu.


Korporasi Tersangka Karhutla Bakal Dijerat Pasal Berlapis

Korporasi Tersangka Karhutla Bakal Dijerat Pasal Berlapis

Mabes Polri mengungkapkan penegakan hukum terhadap para pelaku pembakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi fokus kepolisian.


Tersangkakan Menpora, Tak Ada Muatan Politis

Tersangkakan Menpora, Tak Ada Muatan Politis

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membantah penetapan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi sebagai tersangka kasus dugaan suap dana hibah KONI be


ICW Siapkan Judicial Review ke MK

ICW Siapkan Judicial Review ke MK

Pemerintah dan DPR RI mempersilakan masyarakat yang tidak puas atas revisi UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK, dapat menggugatnya ke Mahkamah Konstitusi (MK).


Sikap PBB Terhadap Veronika Koman Tak Berimbang

Sikap PBB Terhadap Veronika Koman Tak Berimbang

Perutusan Tetap Republik Indonesia (PTRI) Jenewa menilai, pernyataan sikap lima pelapor khusus hak asasi manusia (HAM) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terkait



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!