Kriminal
Share this on:

Mayat Pria Gegerkan Warga, Keluarga Syok

  • Mayat Pria Gegerkan Warga, Keluarga Syok
  • Mayat Pria Gegerkan Warga, Keluarga Syok

SYOK - Keluarga korban (duduk) syok dengan kematian korban, kemarin. (miftahul mufid/radarmas)

PURWOKERTO - Warga Jalan Kerwoeh, Mersi, Purwokerto Timur dihebohkan bau busuk dari salah satu rumah warga Selasa sore kemarin. Sontak, warga pun bertanya-tanya darimana sumber bau menyengat itu.

Dian (34), warga yang merupakan tetangga korban, mengaku sekira pukul 17.45 banyak warga yang mencium aroma tak sedap dari rumah korban. Lantaran bau itu mengganggu, warga pun berusaha mengetuk pintu rumah.

"Saat diketuk, tidak ada jawaban dari dalam rumah. Padahal, bau yang tercium berasal dari dalam rumah tersebut," ujarnya.

Semakin lama, bau tak sedap dari rumah yang dihuni Susanto (44) semakin menyengat. Lantaran curiga, warga pun melapor ke Polsek Purwokerto Timur.

Kapolres Banyumas AKBP Bambang Yudhantara Salamun SIK melalui Kapolsek Purwokerto Timur Kompol Abdul Rojak mengatakan, setelah petugas mendapat laporan, rumah tersebut langsung didatangi. "Untuk membuka pintu, petugas terpaksa mendobrak pintu rumah. Begitu pintu terbuka, bau tak sedap langsung tercium," jelasnya.

Setelah dicek ke dalam rumah, ditemukan sesosok mayat laki-laki dalam posisi tidur terlentang. Mayat tersebut ditemukan di kamar tengah rumah bercat hijau tersebut.

Menurut keterangan warga dan pihak keluarga, korban berprofesi sebagai pedagang. Selama ini, dia tinggal seorang diri di rumah kontrakan tersebut.

"Istrinya sedang di Ciamis, korban tinggal sendirian dan sedang sakit. Namun, korban selalu menolak jika diajak berobat ke rumah sakit," jelasnya.

Menurutnya, korban terlihat keluar rumah pada Sabtu lalu. Sejak saat itu, korban tak pernah keluar rumah lagi. "Ada warga yang melihat korban masuk rumah hari Sabtu, korban nampak sakit batuk. Setiap pagi, korban berjemur di depan rumah sambil jalan-jalan," ungkapnya.

Kapolsek menambahkan, berdasarkan keterangan tim medis Puskesmas Purwokerto Timur, tidak ditemukan tanda penganiayaan pads tubuh korban. Disimpulkan, korban meninggal dunia lantaran sakit.

"Korban diperkirakan meninggal sejak tiga hari lalu. Setelah dievakuasi, jenazah korban diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan," imbuh Abdul Rojak. (mif/wan/zul)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Ingin Namanya Viral, Ancam Ledakan Mako Brimob

Ingin Namanya Viral, Ancam Ledakan Mako Brimob

Seorang pria penangguran diamankan tim Subdit I Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri.


Kinerja Polri Ungkap Kerusuhan Disorot Amnesty Internasional

Kinerja Polri Ungkap Kerusuhan Disorot Amnesty Internasional

Polri hingga kini belum menjelaskan kepada publik, terkait tewasnya sejumlah warga saat kericuhan Aksi 22 Mei.


Ustadz Lancip Diperiksa Pekan Depan, Pria Bersorban Hijau Ditahan

Ustadz Lancip Diperiksa Pekan Depan, Pria Bersorban Hijau Ditahan

KH Ahmad Rifky Umar Said Barayos atau kerap disapa Ustadz Lancip harus berurusan dengan polisi.


Polisi Bekuk Pria Bersorban Hijau Pengancam Jokowi

Polisi Bekuk Pria Bersorban Hijau Pengancam Jokowi

Polisi menangkap seseorang yang diduga sebagai pria bersorban hijau yang mengancam akan membunuh Presiden Jokowi dan Wiranto, Jumat (24/5) lalu.


Polisi Tetapkan 32 Tersangka Bentrokan Antardesa di Buton

Polisi Tetapkan 32 Tersangka Bentrokan Antardesa di Buton

Polri menetapkan 36 tersangka dari 82 orang yang diamankan dalam peristiwa bentrokan antara warga dua desa di Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara.


Inckracht, Satu Keluarga Dieksekusi ke Penjara

Inckracht, Satu Keluarga Dieksekusi ke Penjara

Keluarga terpidana kasus suap proyek sistem penyediaan air minum (SPAM) di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dijebloskan ke penjara.


Indonesia Vonis Warga Prancis Hukuman Mati

Indonesia Vonis Warga Prancis Hukuman Mati

Pengadilan Negeri Mataram menjatuhkan vonis hukuman mati seorang warga negara Prancis bernama Felix Dorfin, Senin (20/5) lalu.


WNI Dihukum Cambuk dan 20 Tahun Penjara

WNI Dihukum Cambuk dan 20 Tahun Penjara

Pengadilan Negeri Sibu, Serawak, Malaysia, Rabu (8/5) kemarin, menjatuhkan vonis 20 tahun penjara kepada seorang pria asal Indonesia, Maxi Banfantri (30).


Satu Gadis Tasik Rp25 Juta

Satu Gadis Tasik Rp25 Juta

Empat Warga Negara Asing (WNA) asal Tiongkok diketahui telah memberikan uang Rp25 Juta kepada empat gadis asal Karangnunggal, Tasikmalaya.


Arab Saudi Penggal 34 Warga Penganut Syiah

Arab Saudi Penggal 34 Warga Penganut Syiah

Arab Saudi telah melaksanakan hukuman pemenggalan kepala terhadap 37 warga mereka yang kebanyakan adalah penganut syiah dalam eksekusi massal.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!