Kriminal
Share this on:

Mayat Pria yang Mulai Membusuk Ditemukan di Bibir Pantai Bunton

  • Mayat Pria yang Mulai Membusuk Ditemukan di Bibir Pantai Bunton
  • Mayat Pria yang Mulai Membusuk Ditemukan di Bibir Pantai Bunton

BUSUK - Mayat pria yang sudah mulai membusuk ditemukan di bibir pantai Desa Bunton, Adipala, Cilacap, kemarin. (istimewa)

CILACAP - Warga Dusun Bogemanjir, Desa Bunton Kecamatan Adipala mendadak gaduh pasca penemuan mayat pria tanpa identitas di bibir pantai, Sabtu (19/1) pagi. Suyatno, Kaur Umum Desa Bunton Kecamatan Adipala mengatakan, mayat tanpa identitas tersebut ditemukan tak jauh dari depan rumahnya.

"Tadi saksi lari menemui saya, untuk memberi tahu ada mayat yang sudah membusuk di depan rumah saya. Kemudian kami melaporkannya ke pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti," kata Suyatno.

Jenazah tersebut ditemukan dalam kondisi sudah mulai membusuk dan kulit sudah mulai mengelupas. Ciri-ciri korban memiliki tinggi badan 160 sentimeter, berat badan 65 kilogram, kulit sawo matang, rambut hitam putih atau beruban.

"Diperkirakan meninggal baru dua hari, menggunakan celana dalam warna biru dan dijari manis tangan sebalah kirinya masih memakai cincin emas," ungkap Kapolsek Adipala, Gatot Sumbono.

Pihaknya bersama tim Puskesmas 1 Adipala mendatangi lokasi kejadian dan mengadakan pemeriksaan. Namun tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.

"Korban diserahkan ke pihak perangkat Desa Bunton, Kecamatan Adipala dan dimakamkan secara islam. Pihak perangkat Desa Bunton menolak untuk dilakukan autopsi, sehingga pihaknya dibuatkan berita acara penolakan autopsi dan surat pernyataan," kata dia.

Jenazah pria tersebut dimakamkan di TPU Desa Bunton, Sabtu siang. Kemudian masyarakat akan mengadakan doa bersama untuk jenazah tersebut. (ray/wan/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya

Sejumlah Merek Obat Diamankan Polisi
Sejumlah Merek Obat Diamankan Polisi

Berita Sejenis

29 Wanita WNI Jadi Korban Perdagangan Orang ke China

29 Wanita WNI Jadi Korban Perdagangan Orang ke China

29 perempuan warga negara Indonesia (WNI) diduga menjadi korban perdagangan orang yang melibatkan sindikat China dan Indonesia.


KPK Soroti Dugaan Korupsi Sektor Swasta

KPK Soroti Dugaan Korupsi Sektor Swasta

KPK dinilai memiliki wawasan tentang upaya antikorupsi yang dilakukan oleh pemerintah untuk dunia usaha.


Dikawal Densus 88 Bersenjata Lengkap, 28 Tahanan Teroris Tiba di Semarang

Dikawal Densus 88 Bersenjata Lengkap, 28 Tahanan Teroris Tiba di Semarang

28 orang penumpang kapal Kapal Pelni Lawit Jakarta yang tiba di Pelabuhan Tanjungmas Semarang diamankan Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Mabes Polri.


Tiga Tersangka Kebakaran Pabrik Korek Api Langsung Ditahan

Tiga Tersangka Kebakaran Pabrik Korek Api Langsung Ditahan

Polisi menetapkan tiga tersangka dalam kebakaran yang merenggut 30 korban jiwa di pabrik korek api di Binjai, Jumat (21/6) lalu.


Pemilik Pabrik Korek Ditangkap di Hotel

Pemilik Pabrik Korek Ditangkap di Hotel

Polres Binjai terus mendalami kasus kebakaran yang menewaskan 30 orang di dalam pabrik perakitan korek gas.


Gugatan 02 Diprediksi Bakal Ditolak MK

Gugatan 02 Diprediksi Bakal Ditolak MK

Mahkamah Konstitusi (MK) diprediksi menolak gugatan hasil pilpres 2019 yang dilayangkan Prabowo-Sandiaga.


KPK Mulai Bedah Aset Sjamsul Nursalim

KPK Mulai Bedah Aset Sjamsul Nursalim

Komisi Pemberantasan Korusi (KPK) mengaku telah mengantongi informasi sejumlah aset Sjamsul dan Itjih Nursalim.


Empat Koruptor Kakap yang Masih Bebas Harus Ditangkap

Empat Koruptor Kakap yang Masih Bebas Harus Ditangkap

Pernyataan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan mendapat sorotan dari Indonesia Police Watch (IPW).


Marak Dark Sosmed, Kominfo Surati Facebook

Marak Dark Sosmed, Kominfo Surati Facebook

Fenomena dark social media mulai menghantui masyarakat, khususnya bagi mereka yang aktif di media sosial.


Pintu Pabrik Sengaja Dikunci

Pintu Pabrik Sengaja Dikunci

Bos pabrik korek api gas yang meledak di Langkat, Burhan (37) dan manajer pabrik Lismawarini (43) sudah ditetapkan sebagai tersangka.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!