Kriminal
Share this on:

Mayat tanpa Kepala Itu Mungkinkah Korban Pembunuhan?

  • Mayat tanpa Kepala Itu Mungkinkah Korban Pembunuhan?
  • Mayat tanpa Kepala Itu Mungkinkah Korban Pembunuhan?

**** - Sembilan wisatawan di Pantai Bantol Desa Banjarejo Kecamatan Donomulyo Kabupaten Malang dikagetkan dengan temuan mayat tanpa kepala, Selasa lalu (1/1). Tubuhnya masih utuh, tapi kepalanya sudah hilang.

Apakah mayat laki-laki yang belum diketahui identitasnya itu adalah korban pembunuhan? Benarkah bahwa menghilangkan kepala merupakan upaya pelaku untuk menghilangkan jejak?

Kanitreskrim Polsek Donomulyo Ipda M. Arif Karnawan menjelaskan kronologi penemuan mayat. Sekitar pukul 05.30, Abdullah Mubarok bersama delapan wisatawan asal Surabaya menikmati malam pergantian tahun di Pantai Bantol.

”Tiba-tiba salah satu pengunjung (rombongan Abdullah) melihat tubuh korban mengambang di pantai,” ujar Arif.

Arif tidak berani memastikan apakah pria tanpa identitas tersebut hasil pembunuhan atau tidak. Hingga kini pihaknya masih menyelidiki penyebab meninggalnya korban. Berbagai kemungkinan tetap terbuka.

”Terkait apakah mayat tersebut merupakan korban pembunuhan, kami belum bisa menyimpulkan,” kata dia.

Kini, mayat tersebut dibawa ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk diotopsi. Hasil otopsi bisa menjadi petunjuk aparat kepolisian untuk kematian korban.

Sementara itu, dosen Kriminologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Dr Haris Tofly SH MHum menyatakan, pihaknya tidak berani memastikan apakah mayat tanpa kepala itu korban pembunuhan atau tidak. Tapi, dia merasa ada yang janggal jika tubuhnya baik-baik saja, tapi kepalanya sudah hilang.

”Kalau benar korban pembunuhan, bisa saja pelaku ingin menghapus jejak dengan menghilangkan bagian kepalanya. Karena bagian itu yang paling mudah untuk identifikasi, selain sidik jari dan lainnya,” terangnya.

Bagaimana jika hilangnya kepala itu akibat biota laut? Tofly menyangsikan hal tersebut. ”Sangat tidak mungkin (dimakan ikan). Seharusnya bagian tubuh lainnya juga ikut terluka jika memang itu disebabkan biota laut,” katanya. ”Tapi untuk lebih jelasnya, pihak forensik kepolisian terlatih menangani hal ini. Kita tunggu saja hasilnya,” kata pria yang juga ketua Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Kota Malang itu.

Hal senada dengan Tofly, Dr Prija Djatmika SH MS juga menyangsikan jika hilangnya kepala karena biota laut. Menurut pakar hukum pidana Universitas Brawijaya (UB) itu, jika ulah biota laut, tentu tidak hanya kepalanya yang hilang. Bisa jadi tubuh korban juga terkoyak-koyak.

”Menghilangkan kepala itu modus menghilangkan jejak. Atau setidaknya polisi akan kesulitan mengidentifikasi korban sehingga kejahatan pelaku sulit terlacak,” kata Prija. (mh/c2/dan/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Terlibat OTT ASN Wajib Dipecat

Terlibat OTT ASN Wajib Dipecat

ASN yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kedua OTT itu harus diberhentikan sementara.


Lepaskan Syafrudin Temenggung, Keputusan MA Terus Ditentang

Lepaskan Syafrudin Temenggung, Keputusan MA Terus Ditentang

Keputusan Mahkamah Agung (MA) yang melepaskan mantan Kepala BPPN Syafruddin Temenggung dari segala tuntutan hukum berbuntut panjang.


Kejaksaan Tak Main-main dengan Aparatnya yang Tercela

Kejaksaan Tak Main-main dengan Aparatnya yang Tercela

Kejaksaan Agung menyambut positif pengadilan Tipikor yang memvonis 4 tahun penjara mantan Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku Chuk Suryosumpeno.


Besok Diumumkan, Kredibilitas Anggota Tim Pakar Kasus Novel Dipertaruhkan

Besok Diumumkan, Kredibilitas Anggota Tim Pakar Kasus Novel Dipertaruhkan

Hasil kerja tim pakar investigasi Kasus Novel Baswedan sangat ditunggu. Pada posisi ini, nyali tim bentukan Kapolri itu diuji.


Kwik Kian Gie Digarap KPK

Kwik Kian Gie Digarap KPK

Kendati mantan Kepala BPPN Syafruddin Arsyad Temenggung telah lepas dari tuntutan hukum, tak membuat KPK bergeming.


Jaksa Terbaik Malah Dibui Empat Tahun

Jaksa Terbaik Malah Dibui Empat Tahun

Majelis hakim Pengadilan Tipikor PN Jakarta Pusat menjatuhkan vonis 4 tahun penjara kepada mantan Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku, Chuck Suryosempeno, Rabu (10/7


Insiden 22 Mei, Ombdusman Panggil Polri

Insiden 22 Mei, Ombdusman Panggil Polri

Ombudsman berencana memanggil Polri pekan depan, pemanggilan itu terkait dengan insiden pada 21 dan 22 Mei lalu.


OTT di Kepri, KPK Amankan Kepala Daerah dan Bawahannya

OTT di Kepri, KPK Amankan Kepala Daerah dan Bawahannya

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku berhasil mengamankan enam orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Kepulauan Riau.


Sidang Praperadilan Kivlan Zein Penuh Drama

Sidang Praperadilan Kivlan Zein Penuh Drama

Sidang praperadilan mantan Kepala Staf Kostrad Mayor Jenderal (Purnawirawan) TNI Kivlan Zen, Senin (8/7), ditunda.


Pistol Glock 42 yang Tewaskan Korban Kerusuhan

Pistol Glock 42 yang Tewaskan Korban Kerusuhan

Penyelidikan kasus penembakan saat kerusuhan 21-22 Mei makin terang. Polisi mengklaim telah mengetahui identitas pelaku.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!