Kriminal
Share this on:

Meninggal Dibacok, Korban Dikenal Pendiam

  • Meninggal Dibacok, Korban Dikenal Pendiam
  • Meninggal Dibacok, Korban Dikenal Pendiam

BERDUKA - Tenda dan kursi masih terlihat di depan rumah Agus Suwito, warga RT 9 RW 2 Desa Kendengsidialit, Welahan, kemarin. (m. khoirul anwar/jpnn)

JEPARA - Korban pembacokan di Jalan Raya Kalinyamatan-Welahan, Jepara, dikenal pendiam. Agus Suwito (30), kehilangan nyawa malam harinya. Teka-teki kejadian tersebut masih menjadi tanda tanya bagi keluarga yang ditinggalkan.

Sebelumnya, ada seorang perempuan berjilbab di bawah pohon mangga di selatan SPBU Kriyan, Kecamatan Kalinyamatan. Selang beberapa menit Agus diduga menghampiri perempuan tersebut. sekitar 15 menit kemudian datang mobil sedan berwarna silver.

Dari dalam mobil keluar empat orang yang diduga menganiaya dan membacok korban hingga tidak sadarkan diri. Keluarganya di RT 9 RW 2 Desa Kendeng Sidialit Kecamatan Welahan menuturkan, Agus jika tidak diajak bicara tidak pernah mengawali pembicaraan.

Meskipun dengan anggota keluarga maupun istrinya. Sehingga kejadian pembacokan yang menyebabkan meninggalnya Agus menjadi misteri bagi keluarga. “Selama ini tidak pernah memiliki hubungan buruk dengan keluarga maupun tetangga sekitar. Tahu-tahu ada berita kalau Agus dibacok orang,” ujar ayah korban, Subakri (60).

Keseharian Agus diisi dengan bekerja sebagai penjaga toko kain di Purwogondo, Kalinyamatan. Dia bekerja sekitar dua tahun di toko milik sepupunya. Saat kejadian Agus diketahui sedang libur bekerja. Namun, tidak ada yang tahu kemana dia pergi saat itu.

“Tidak ada yang tahu ketika Mas Agus keluar rumah. Karena hari libur ya tidak ada prasangka apa-apa,” ungkap istri Agus, Umiyati (30).

Kabar pembacokan yang dialami Agus diketahui ayahnya setelah mendapatkan telepon dari salah satu dokter RSUD RA Kartini. Kebetulan dokter tersebut mengenal keluarga Agus. Seketika, Subakri menuju rumah sakit.

Dia menemani sang anak sejak pukul 13.00. Malamnya Agus dinyatakan meninggal dunia. Kemudian diotopsi hingga pukul 03.00 dini hari. Sampai di rumah duka sekitar pukul 04.00. Setelah itu dimakamkan pada siang harinya.

Agus meninggalkan satu istri dan satu anak laki-laki yang masih duduk di kelas 1 SD. “Nanti yang merawat saya siapa Bu kalau Bapak tidak ada. Itu kalimat yang ditanyakan anak saya,” kata Umiyati kepada Radar.

Pihak keluarga berharap polisi bisa mengungkap kasus tersebut. Jika keterangan dari keluarga belum bisa menjadi informasi yang menguatkan penyelidikan. Keluarga meminta untuk menggali informasi dari teman dekat Agus.

“Suami saya memang pendiam. Tidak pernah punya riwayat masalah dengan siapa pun. Itu sepengetahuan kami. Bahkan marah kepada saya tidak pernah. Kadang ibu marah sama dia juga tidak pernah dibantah. Mungkin bisa digali informasi hubungannya dengan teman-temannya di luar sana,” imbuh Umiyati.

Sementara ibu korban, Atminah (50) menginginkan pelaku dihukum berat. “Nyawa dibalas nyawa. Anak saya besarkan sampai punya cucu meninggal dengan begini. Salah apa anak saya,” tuturnya sambil sesekali mengusap air mata.

Kasatreskrim Polres Jepara AKP Budi Santoso menyatakan masih melakukan penyelidikan kasus tersebut. Tim khusus sudah diterjunkan untuk mengungkap kasus itu. “Dengan meninggalnya korban, kami sulit mendeteksi pelaku. Apabila korban bisa menyebutkan salah satu orang saja, bisa kami lacak. Sayang takdir berkehendak lain,” tegasnya. (war/wan/jpg)


Berita Sejenis

Mahasiswanya Dibegal dan Meninggal, Dekan Surati Kapolda dan Wali Kota

Mahasiswanya Dibegal dan Meninggal, Dekan Surati Kapolda dan Wali Kota

Fakultas Hukum (FH) Unhas sangat berduka atas meninggalnya Nirmala (23).


Lansia Meninggal, Polisi Temukan Tisu Magic

Lansia Meninggal, Polisi Temukan Tisu Magic

Lagi, seorang tamu Hotel Benua Mas ditemukan tak bernyawa di kamar hotel Pontianak Utara pada Jumat (10/8) siang.


Tiga Jam Terbakar, 9 Karyawan Pabrik Jadi Korban

Tiga Jam Terbakar, 9 Karyawan Pabrik Jadi Korban

Pabrik plastik Primapack di Jalan Perusahaan 99 Krajan Desa Bedali Kecamatan Lawang Kabupaten Malang terbakar kemarin (7/8).


Jazad Perempuan yang Tewas seperti Diikat dan Terbakar Dimakamkan

Jazad Perempuan yang Tewas seperti Diikat dan Terbakar Dimakamkan

Korban dugaan pembunuhan di Desa Sendangwates Kecamatan Kunduran Kabupaten Blora dimakamkan RSUD dr R Soetijono kemarin.


Buru Pelaku Tawuran, Kerahkan Tim Khusus

Buru Pelaku Tawuran, Kerahkan Tim Khusus

Kasus kekerasan pelajar berupa tawuran di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang terus memakan korban nampaknya tidak bisa ditolerir lagi.


Belajar Berenang, Remaja 16 Tahun Meninggal Tenggelam

Belajar Berenang, Remaja 16 Tahun Meninggal Tenggelam

Remaja 16 tahun ditemukan tak bernyawa setelah terbawa arus sungai, Sabtu (28/7) pagi.


Istri Ajak Ngobrol Korban, Suami Beraksi Congkel Jok Motor

Istri Ajak Ngobrol Korban, Suami Beraksi Congkel Jok Motor

Tim Buser Satuan Reserse dan Kriminal Polres Pekalongan Kota pada Kamis (12/7) malam berhasil membekuk sepasang suami istri pelaku pencurian.


Kenalan lewat Medsos, Motor Mahasiswi Dibawa Kabur

Kenalan lewat Medsos, Motor Mahasiswi Dibawa Kabur

Surija (23), mahasiswi warga Jalan Makam Pasir RT 04 RW 01 Desa Mejasem Timur Kecamatan Kramat Kabupaten Tegal menjadi korban penipuan.


Oknum PNS Rutan Mempawah Jambret Polwan

Oknum PNS Rutan Mempawah Jambret Polwan

Siapa saja bisa menjadi korban kejahatan atau pelakunya. Seperti di Kabupaten Mempawah.


Tersinggung, Rekan Sendiri Dianiaya

Tersinggung, Rekan Sendiri Dianiaya

Lantaran tersinggung, seorang buruh harian lepas nekat menganiaya rekannya sendri hingga membuat korban mengalami luka.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!