Kriminal
Share this on:

Miliki Miras Cap Tikus 6 Ton, Nenek Terancam Penjara

  • Miliki Miras Cap Tikus 6 Ton, Nenek Terancam Penjara
  • Miliki Miras Cap Tikus 6 Ton, Nenek Terancam Penjara

BEBER TANGKAPAN: Tali kapal yang sempat dicuri serta ratusan karung miras cap tikus dirilis di halaman markas Ditpolairud, Somber, kemarin (29/1). (BAIM/KALTIM POST)

BALIKPAPAN - Sebanyak 6 ton lebih minuman keras (miras) tradisional jenis Cap Tikus (CT) yang diselundupkan ke Balikpapan, diketahui mengandung etanol lebih 37 persen. Ini setelah penyidik Subdit Penegakan Hukum (Gakkum) Direktorat Polisi Perairan Udara (Ditpolairud) Polda Kaltim melibatkan ahli untuk lakukan pemeriksaan cairan tersebut.

Ahli itu dari Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM). “Pemeriksaan laboratorium, hasilnya mengandung etanol lebih 37 persen,” terang Direktur Polairud Polda Kaltim Kombes Pol Omad bersama Kasubdit Gakkum Kompol Harun Purwoko, Selasa (29/1) kemarin.

Omad yang menggelarkan barang bukti miras termasuk kasus pencurian tali kapal pengangkut batu bara dari India. Selain barang bukti, ada tujuh tersangka dihadirkan pula. Dua di antaranya penyelundup miras dari Manado. Sisanya tersangka pencurian tali.

Sopir truk Hino DN 8497 VH bernama Hendrik Dunggio (27) dan pemiliknya bernama nenek Fone Sumangkut (52) mengaku baru kali pertama mendistribusikan miras senilai Rp 300 juta itu. Namun, dari hasil pengembangan, Fone diduga sebelumnya telah melakukan aksi serupa pada 2018.

“Informasinya pernah ditangkap. Namun, hanya kena tindak pidana ringan (Tipiring),” ungkap Omad.

Dalam memberantas penyelundupan miras itu, Omad menegaskan pada jajarannya agar proses penegakan hukum sesuai perbuatan tersangka. “Masuk pidana. Terkait pangan,” kata mantan Dirpolair Polda Sumatra Selatan itu.

Sementara Feno bersikeras baru kali ini membawa miras. “Baru ini,” jawab perempuan berambut pendek itu.

Harun Purwoko menambahkan, miras mengandung etanol itu, jika dikonsumsi tentu membahayakan. Efek penikmatnya bisa mabuk dan menimbulkan halusinasi, juga merusak organ tubuh.

Diketahui, hampir tiga hari unit Lidik Gakkum mengawasi aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Feri, Kariangau, Balikpapan Barat. Rupanya target kendaraan truk dengan ciri yang diinformasikan oleh informan, tiba dari Manado, dengan kapal feri Tuna, Kamis (24/1).

Untuk mengelabui petugas, miras berbentuk cairan keruh itu dikemas dalam plastik kemudian dibungkus karung. Karung tersebut berada paling bawah. Bagian atasnya ditumpuk drum kosong sehingga tak terlihat.

Saat menggeledah, petugas mencium aroma menyengat. Mirip alkohol. Dari situlah kecurigaan semakin jelas. Saat dilakukan penghitungan, total ada 150 karung. Masing-masing karung beratnya 45 kilogram. Totalnya 6.750 liter atau 6 ton lebih. Ribuan liter itu jika dikalkulasikan nilainya mencapai Rp270 juta. Diduga akan dipasarkan di Balikpapan dan kota-kota di Kaltim. (aim/rsh/k15/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Wakil Ketua DPR Nonaktif Divonis 6 Tahun Penjara

Wakil Ketua DPR Nonaktif Divonis 6 Tahun Penjara

KPK berharap vonis yang dijatuhkan kepada Wakil Ketua DPR nonaktif Taufik Kurniawan dapat menjadi pembelajaran bagi politisi lain.


Kejaksaan Tak Main-main dengan Aparatnya yang Tercela

Kejaksaan Tak Main-main dengan Aparatnya yang Tercela

Kejaksaan Agung menyambut positif pengadilan Tipikor yang memvonis 4 tahun penjara mantan Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku Chuk Suryosumpeno.


Vonis Ratna Sepertiga Tuntutan JPU

Vonis Ratna Sepertiga Tuntutan JPU

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menjatuhi vonis 2 tahun penjara terhadap Ratna Sarumpaet, Kamis (11/7) lalu.


Galih Ginanjar Sempat Menolak Ditahan

Galih Ginanjar Sempat Menolak Ditahan

Galih Ginanjar, dan pasangan youtuber Rey Utami-Pablo Benua akhirnya masuk penjara.


Jaksa Terbaik Malah Dibui Empat Tahun

Jaksa Terbaik Malah Dibui Empat Tahun

Majelis hakim Pengadilan Tipikor PN Jakarta Pusat menjatuhkan vonis 4 tahun penjara kepada mantan Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku, Chuck Suryosempeno, Rabu (10/7


PK Ditolak, Baiq Nuril Terancam Penjara 6 Bulan dan Denda Rp500 Juta

PK Ditolak, Baiq Nuril Terancam Penjara 6 Bulan dan Denda Rp500 Juta

PK Baiq Nuril, mantan tenaga honorer SMAN 7 Mataram dalam kasus penyebaran konten bermuatan asusila di tolak MA.


Perempuan WNI Dihukum 15 Tahun Penjara di Irak

Perempuan WNI Dihukum 15 Tahun Penjara di Irak

Perempuan WNI dijatuhi hukuman 15 tahun oleh Mahkamah Agung Irak, karena bergabung ISIS.


Jika Enggan Diperiksa KPK, Sjamsul Nursalim Terancam KUHAP

Jika Enggan Diperiksa KPK, Sjamsul Nursalim Terancam KUHAP

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum bisa memastikan akan bekerja sama dengan Interpol.


Vonis Karen Dianggap Ringan

Vonis Karen Dianggap Ringan

Tindak pidana korupsi bukan lagi sebagai kejahatan luar biasa. Setidaknya hal itu bisa terlihat dari vonis 8 tahun penjara Karen Agustiawan.


Divonis 8 Tahun, Karen Agustiawan Minta Banding

Divonis 8 Tahun, Karen Agustiawan Minta Banding

Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menjatuhkan vonis 8 tahun penjara terhadap mantan Direktur Utama PT Pertamina, Karen Agustiawan.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!