Kriminal
Share this on:

MNLF Menyerah, ISIS Lancarkan Teror

  • MNLF Menyerah, ISIS Lancarkan Teror
  • MNLF Menyerah, ISIS Lancarkan Teror

MANILA - Kelompok ekstremis Islamic State alias (ISIS) menyatakan bertanggung jawab atas ledakan di sebuah pasar umum di Filipina Selatan yang melukai tujuh orang kemarin. Insiden ini mengemuka setelah kelompok Front Pembebasan Nasional Moro (MNLF) menyerahkan diri.

"Ledakan itu merupakan yang keempat kalinya terjadi di daerah tersebut dalam 13 bulan," terang Mayor Arvin Encinas, juru bicara militer regional, kepada para wartawan, kemarin.

Ditambahkannya, sebuah kelompok garis keras, yang beroperasi di Kota Isulan di Provinsi Sultan Kudarat, berada di antara pihak-pihak yang dijadikan tersangka. Ledakan terbaru tersebut terjadi saat Filipina Selatan dilanda ketegangan tinggi setelah tiga peristiwa dalam satu tahun belakangan ini, yang dikatakan pemerintah sebagai pengeboman bunuh diri oleh para gerilyawan yang memiliki hubungan dengan ISIS.

"Rekaman video memperlihatkan ledakan Sabtu terjadi di satu tempat parkir sepeda motor. Satu bom, yang diduga sebagai peledak rakitan, diletakkan di satu motor yang diparkir," ungkapnya.

Pada April, satu pengeboman yang diduga dilakukan oleh anggota kelompok pro-IS melukai sedikitnya 18 orang di satu restoran di Sultan Kudarat, di wilayah Mindanao. Mindanao menghadapi aksi penjahat dan gerilyawan bersenjata yang menguasai banyak wilayah tersebut yang dirongrong kemiskinan dan ketidakstabilan.

Para gerilyawan beroperasi di wilayah selatan Filipina, negara yang didominasi pemeluk Katholik Roma. "Sebagian dari mereka diketahui memiliki hubungan dengan kelompok gerilyawan di luar negeri, termasuk Al Qaida dan ISIS," terangnya.

Sebelum peristiwa ini terjadi, militer setempat berhasil melumpuhkan kekuatan Front Pembebasan Islam Moro (MILF). Kelompok ini menyerahkan 940 senjata sebagai bagian dari kesepakatan damai dengan pemerintah.

Sejumlah kelompok pemantau internasional melaporkan bahwa mereka menerima ratusan senjata itu dari sekitar seribu mantan anggota MILF hanya dalam kurun waktu sehari sebelum peristiwa ledakan ISIS terjadi.

"Perang sudah berakhir. Saya sudah tidak punya senjata lagi," ujar Paisal Abdullah Bagundang, seorang anggota MILF yang mengaku terlibat dalam lebih dari 100 baku tembak dengan pasukan pemerintah sejak medio 1970-an.

Upaya perundingan damai pemerintah dengan kelompok pemberpontak di Filipina memang sudah dilakukan sejak puluhan tahun lalu. Kesepakatan pada tahun lalu ini sendiri merupakan perluasan dari hasil perundingan damai antara pemerintah dan Front Pembebasan Nasional Moro (MNLF), kelompok pemberontak awal di Filipina yang juga merupakan cikal bakal MILF.

Pada 1976, MNLF mencapai kesepakatan damai dengan pemerintah dengan pembentukan Kawasan Otonomi Muslim Mindanao (ARMM) yang dianggap gagal karena tak dapat membendung perlawanan bersenjata di wilayah tersebut.

Dalam perkembangannya, MILF yang awalnya hanya kelompok sempalan MNLF mengajukan perluasan otonomi dalam kesepakatan damai pada 2014 lalu. Di bawah hukum ini, Bangsamoro akan diberikan US$950 juta biaya pembangunan selama 10 tahun ke depan, juga mendapatkan bagian dari hasil pajak di daerah kekuasaan mereka.

Namun, pemerintah pusat akan tetap memegang kendali atas kepolisian meski pemimpin daerah otonom tetap dapat terlibat dalam urusan keamanan. Sebagai timbal balik, para militan MILF yang diperkirakan berjumlah 30 ribu orang, akan menyerahkan senjatanya kepada pemerintah. (ful/zul/fin)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya

Seret AS Dalam Konflik Hongkong
Seret AS Dalam Konflik Hongkong

Berita Sejenis

ISIS Ancam Ledakan Universitas Pattimura

ISIS Ancam Ledakan Universitas Pattimura

Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) menebar teror di Universitas Pattimura, Kota Ambon, Maluku, Kamis (15/8).


Polisi Kembali Diserang KKSB Papua

Polisi Kembali Diserang KKSB Papua

Usai membunuh Briptu Hedar, Senin (12/8), teror serangan Kelompok Kriminal Sipil Bersenjata (KKSB) Papua terhadap personel kepolisian kembali terjadi di Kampung


Raja Salman Undang 200 Korban Selamat Teror Christchurch

Raja Salman Undang 200 Korban Selamat Teror Christchurch

Sedikitnya 200 orang yang menjadi korban selamat tragedi penembakan masjid di Selandia Baru, diundang berhaji tahun ini oleh Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaz


KPU Keukeuh Larang Eks Koruptor Ikut Pilkada

KPU Keukeuh Larang Eks Koruptor Ikut Pilkada

Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak akan menyerah untuk memperjuangkan larangan mantan terpidana kasus korupsi maju di Pilkada Serentak 2020.


WNI Pengikut ISIS Tewas di Kamp Pengungsi Suriah

WNI Pengikut ISIS Tewas di Kamp Pengungsi Suriah

Seorang perempuan petempur ISIS berkebangsaan Indonesia ditemukan tewas di dalam tenda kamp pengungsi Al-Hol, Suriah Barat Laut.,


Curhat ke Yosonna, Baiq Nuril Cemas Menanti Amnesti

Curhat ke Yosonna, Baiq Nuril Cemas Menanti Amnesti

Baiq Nuril tak mau menyerah. Perjuangannya untuk mendapatkan keadilan terus ia tempuh.


Perempuan WNI Dihukum 15 Tahun Penjara di Irak

Perempuan WNI Dihukum 15 Tahun Penjara di Irak

Perempuan WNI dijatuhi hukuman 15 tahun oleh Mahkamah Agung Irak, karena bergabung ISIS.


Dikawal Densus 88 Bersenjata Lengkap, 28 Tahanan Teroris Tiba di Semarang

Dikawal Densus 88 Bersenjata Lengkap, 28 Tahanan Teroris Tiba di Semarang

28 orang penumpang kapal Kapal Pelni Lawit Jakarta yang tiba di Pelabuhan Tanjungmas Semarang diamankan Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Mabes Polri.


Perempuan Indonesia Mulai Disasar Kelompok Radikal

Perempuan Indonesia Mulai Disasar Kelompok Radikal

Beberapa tahun terakhir ini aksi teror di Indonesia tidak hanya melibatkan laki-laki, melainkan juga perempuan.


Satu Terduga Teroris Ditangkap di Tegal, Seorang Lagi Tewas Ditembak

Satu Terduga Teroris Ditangkap di Tegal, Seorang Lagi Tewas Ditembak

Pergerakan sel jaringan teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD) kembali terendus. Tiga pelaku pun diamankan Detasmen Khusus (Densus 88) Anti Teror.



Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!