Kriminal
Share this on:

Modus Anyar, Sabu Disimpan di Pulau Tak Berpenghuni

  • Modus Anyar, Sabu Disimpan di Pulau Tak Berpenghuni
  • Modus Anyar, Sabu Disimpan di Pulau Tak Berpenghuni

JAKARTA - Bandar narkotika terus mencoba berbagai cara menyelundupkan barang haram. Yang paling baru, modusnya menggunakan pulau tak berpenghuni untuk menjadi tempat transit menyimpan sabu. Hal tersebut dilakukan bandar berinisial I alias IBB, 39, yang ditangkap dengan barang bukti sabu seberat 54 kg.

Direktur Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipid Narkoba) Brigjen Eko Daniyanto menuturkan, awalnya pada 10 Mei lalu, ditangkap tersangka NBN dengan barang bukti sabu delapan kilogram dan 20 ribu butir ekstasi. "N disuruh seorang DPO bernama Ati, dari kasus ini dikembangkan," tuturnya, kemarin (18/6).

Dalam pengembangan itu, petugas melakukan penyelidikan menggunakan kapal nelayan. Menyamar menjadi nelayan dan selama beberapa bulan melakukan pemetaan. "Lalu dicurigai ada pulau yang menjadi tempat penyimpanan sabu," terangnya.

Petugas mengumpulkan satu per satu informasi. Khususnya ciri-ciri orang yang sering datang ke pulau tersebut. Akhirnya, didapatkan orang dengan ciri-ciri yang sama berinisial I alias IBB. "Kepada petugas dia menunjukkan sabu disimpan di pulau tak berpenghuni Alang Bakau, Bintan, Kepulauan Riau," ujarnya.

Sabu tersebut dikubur di dalam tanah oleh pelaku. Namun, diberikan tanda agar pelaku bisa dengan mudah mengambilnya. "Pulau ini menjadi tempat transit, disimpan dan menunggu perintah bosanya yang berinisial D," tuturnya.

Bila bandar D itu memberikan instruksi diambil, barulah sabu itu diambil dari pulau tersebut. Lalu, sabu akan dikirim ke tempat tujuan, salah satunya Jakarta. "Sabu ini dibawa I dari Joho, Malaysia. I tidak langsung ke pelabuhan di Johor," paparnya.

Ada mekanisme ship to ship untuk lolos dari aparat Malaysia. Jadi, I menunggu di perairan internasional, lalu ada kapal nelayan Malaysia yang mengantar ke I. "Kapal milik I tidak sandar, mengapung di tengah lautan," ujarnya.

Dia mengatakan, untuk jasanya itu I dibayar sebanyak Rp 40 juta sekali kirim. Pengakuannya baru sekali ini melakukan pengiriman. "Namun, mana mungkin maling mau mengaku," tuturnya di kantor Bareskrim, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Untuk bandar D, diketahui merupakan warga Indonesia yang tinggal di Malaysia. Namanya telah dimasukkan dalam daftar pencarian orang, sekaligus dalam waktu dekat Bareskrim akan berkoordinasi dengan Polisi Diraja Malaysia untuk bisa menangkapnya. "Ada beberapa kasus lain juga," jelasnya. (idr/zul/ful)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Terkait Suap Idrus Marham ke Pengawal Tahanan, KPK Harus Evaluasi Diri

Terkait Suap Idrus Marham ke Pengawal Tahanan, KPK Harus Evaluasi Diri

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta berbenah. Menjadi lembaga antirasuah bukan berarti tak ada pengawasan dari instansi lain.


BNN Musnahkan Ganja, Sabu dan Ekstasi di Aceh

BNN Musnahkan Ganja, Sabu dan Ekstasi di Aceh

Badan Narkotika Nasional (BNN) memusnahkan barang bukti narkoba berupa 338 Kg ganja kering, 52 Kg sabu, dan 22.766 butir pil ekstasi.


Kejaksaan Tak Main-main dengan Aparatnya yang Tercela

Kejaksaan Tak Main-main dengan Aparatnya yang Tercela

Kejaksaan Agung menyambut positif pengadilan Tipikor yang memvonis 4 tahun penjara mantan Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku Chuk Suryosumpeno.


Jaksa Agung Tak Mau Ambil Pusing soal Unsur Jaksa di Capim KPK

Jaksa Agung Tak Mau Ambil Pusing soal Unsur Jaksa di Capim KPK

Polemik unsur Kejaksaan dan Polri dalam mengikuti seleksi calon pimpinan KPK masih terus memanas.


Nasib Rizieq Syihab Tak Disinggung

Nasib Rizieq Syihab Tak Disinggung

Lebih dari 1 jam Joko Widodo dan Prabowo Subianto bertemu. Keduanya terlibat banyak perbincangan.


Kwik Kian Gie Digarap KPK

Kwik Kian Gie Digarap KPK

Kendati mantan Kepala BPPN Syafruddin Arsyad Temenggung telah lepas dari tuntutan hukum, tak membuat KPK bergeming.


Indonesia Surga Para Bandar Narkoba

Indonesia Surga Para Bandar Narkoba

Peredaran narkoba di Indonesia tak pernah habis, walau polisi berulang kali mengungkapnya.


Berkas Tak Lengkap, Laporan Mantan Komandan Tim Mawar Ditolak Bareskrim

Berkas Tak Lengkap, Laporan Mantan Komandan Tim Mawar Ditolak Bareskrim

Mantan Komandan Pasukan Tim Mawar Kopassus Mayjen Purn Chairawan K Nusyiwan tak puas dengan hasil mediasi Dewan Pers.


Terkait Eksekusi Baiq Nuril, Jaksa Agung Tak Mau Buru-buru

Terkait Eksekusi Baiq Nuril, Jaksa Agung Tak Mau Buru-buru

Usaha Baiq Nuril, terpidana kasus pelanggaran Undang-Undang ITE, sedikit demi sedikit menemui titik terang.


Amnesti Baiq Tak Dikabulkan Bisa Berdampak Buruk

Amnesti Baiq Tak Dikabulkan Bisa Berdampak Buruk

Menkumham Yasonna H. Laoly memastikan pemerintah memberi perhatian serius terhadap kasus yang tengah dihadapi Baiq Nuril.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!