Kriminal
Share this on:

Mucikari dan Empat Orang PSK Eks Dolly Digerebek

  • Mucikari dan Empat Orang PSK Eks Dolly Digerebek
  • Mucikari dan Empat Orang PSK Eks Dolly Digerebek

TINGGI - Imanuel (tengah) bersama sejumlah PSK saat diamankan di Polsek Sawahan, kemarin. (yuan abadi/radar surabaya)

SURABAYA - Nekat buka praktik prostitusi di eks lokalisasi Dolly membuat Imanuel Dakap (57), harus berurusan dengan polisi. Tersangka ditangkap Sabtu malam (20/10) bersama empat pekerja seks komersial (PSK) yang dijualnya ke pria hidung belang.

Mereka digerebek unit Reskrim Polsek Sawahan saat melayani tamu di kawasan Jalan Jarak 21, Surabaya. Dari penangkapan itu terungkap jika Imanuel Dakap berperan sebagai mucikari.

Warga Jalan Kupang Gunung Timur 6 /14, Surabaya itu diamankan dengan empat PSK masing-masing Lia, 28, warga Desa Jeding, Bantur, Malang, Nina Marlina (28), warga Jalan Dukuh Kupang Timur X, Susi Susanti (27), warga Bumiarjo 5, Sawunggaling, Wonokromo Surabaya dan Munipa (37), warga Jalan Kuntul Rt. 002 Rw. 001 Desa Kalipucang, Tutur Pasuruan.

Kanit Reskrim Polsek Sawahan, AKP Hariyoko Widhi mengatakan penangkapan Imanuel berdasarkan informasi dari masyarakat yang mengaku resah dengan adanya praktik prostitusi terselubung itu. Kemudian polisi melakukan penyelidikan hingga mendapati jika praktik prostitusi tersebut dikoordinir oleh Imanuel.

“Tersangka merupakan mucikari yang sudah lama beroperasi. Bahkan berdasarkan keterangannya kepada penyidik dia sudah menjadi mucikari sejak umur 15 tahun,” ungkap AKP Hariyoko, Minggu (21/10).

Mucikari dan keempat PSK ditangkap di dua lokasi berbeda. Imanuel di tangkap di salah satu warung kopi di Gang Dolly, sedangkan empat PSK diamankan di salah satu kos di Jalan Jarak 21.

Di warung tersebut, merupakan tempat mangkal Imanuel untuk mencari pelanggan. Modusnya, dia akan menawari sejumlah pria yang melintas di gang tersebut.

“Sasaranya kebanyakan pengendara sepeda motor yang melintas. Mereka ditawari layanan seks,” terangnya.

Ketika ada pelanggan yang berminat, Imanuel lantas menawarkan tarif untuk layanan prostitusi. Biasanya tarif antara Rp 250 hingga Rp 300 ribu. Tak lupa, Imanuel menunjukkan foto-foto koleksi PSKnya. Setelah deal, Imanuel lantas menghubungi PSK yang dipilih oleh pelanggan.

“Agar aksinya tak mencolok, tersangka Imanuel meminta PSK atau perantaran lain untuk jemput bola (menjemput pelanggan ke kos-kosan,Red),” ujar Hariyoko.

Di kos inilah pelanggan diservice PSK. Setelah usai, maka pelanggan akan membayar tarif yang disepakati. Setelah itu, mereka berbagi hasil. Imanuel mendapatkan uang Rp 50 ribu, PSK mendapatkan bagian Rp 150 ribu, dan Rp 50 ribu lagi akan membayar sewa kamar kos.

“Sebenaranya ada perantara lain yang menikmati hasil dari prostitusi ini, namanya Antok. Namun saat kami melakukan penggerebekan dia (Antok,Red) berhasil kabur,” tandasnya.

Pengakuan Imanuel, dirinya menjadi mucikari atau mencari pelanggan sejak umur 15 tahun atau melakukan kegiatan terlarang ini sudah 30 tahun. Dia belajar menjadi mucikari dengan orang-orang yang berprofesi yang sama. Meski sama-sama menjadi mucikari, namun modusnya berbeda.

“Kalau dulu ketika Dolly masih buka, saya gampang dan tak perlu sembunyi- sembunyi ketika mencari pelanggan,” ungkapnya.

Dia mengaku tak sembarangan menawarkan PSK kepada setiap pengendara. Karena sudah lama menjadi mucikari, dia mengaku tahu persis bagaimana ciri-ciri pria hidung belang yang hendak mencari PSK. (yua/rtn/rud/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Tiga Pengedar Pil Koplo dan Sabu-sabu Diringkus

Tiga Pengedar Pil Koplo dan Sabu-sabu Diringkus

Satuan Narkoba Polres Brebes berhasil mengamankan tiga pelaku pengedar sabu dan obat-obatan terlarang jenis dextro.


Truk vs Avanza, Lima Orang Tewas Terpanggang

Truk vs Avanza, Lima Orang Tewas Terpanggang

Kecelakaan mau tterjadi di KM 7 Jalan Lintas Sumatera,tepatnyad  i Desa Langling Kecamatan Bangko Merangin, Senin (25/3) kemarin.


6,4 Juta Liter BBM Diselamatkan

6,4 Juta Liter BBM Diselamatkan

Badan Penyalur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH) Migas mencata sejak 2016 hingga awal Maret telah mencegah penyelewengan penggunaan BBM 6,4 juta liter.


2,2 Juta Milenial Terpapar Narkoba

2,2 Juta Milenial Terpapar Narkoba

Sasaran peredaran dan penggunaan narkoba kini diarahkan untuk generasi muda.


Berenang, Siswa Madrasah Meninggal Tenggelam di Sungai

Berenang, Siswa Madrasah Meninggal Tenggelam di Sungai

Berhati-hatilah ketika membiarkan anak di bawah umur berenang di sungai tanpa pengawalan orang dewasa.


KPK Harus Kejar Orang Dekat Romi

KPK Harus Kejar Orang Dekat Romi

Kasus dugaan korupsi yang menjerat anggota DPR sekaligus Ketua Umum (Ketum) PPP Muchammad Romahurmuziy bukan melulu soal dugaan suap jual beli jabatan.


Tak Kuat Menanjak Truk Mundur, Sepeda Motor Tergencet

Tak Kuat Menanjak Truk Mundur, Sepeda Motor Tergencet

Tak kuat menanjak, sebuah truk sarat muatan genteng mundur dan menimpa sebuah sepeda motor di Desa Pekandangan Kecamatan Banjarmangu, kemarin sekitar pukul 13.


Empat Pengedar Psikotropika Ditangkap

Empat Pengedar Psikotropika Ditangkap

Satuan Reserse Narkoba Polres Pekalongan Kota, belum lama ini menangkap empat orang yang diduga sebagai pengedar dan atau pemakai jenis psikotropika.


Tanam Ganja di Pot, Dua Pemuda Diringkus

Tanam Ganja di Pot, Dua Pemuda Diringkus

Sutikno (38) warga Panembangan, Cilongok dan Iqbal Munafi (26) warga Sokawera, Cilongok terpaksa harus berurusan dengan polisi.


Nenek Tewas di Tempat Pembuatan Batu Bata

Nenek Tewas di Tempat Pembuatan Batu Bata

Warga Desa Purwodadi Kecamatan Sragi dan sekitarnya digemparkan adanya penemuan sesosok mayat seorang manula di area tempat produksi batu bata.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!