Kriminal
Share this on:

Mukul karena Pacar Diganggu, Kris Hatta Dipenjara Lagi

  • Mukul karena Pacar Diganggu, Kris Hatta Dipenjara Lagi
  • Mukul karena Pacar Diganggu, Kris Hatta Dipenjara Lagi

JAKARTA - Artis Kris Hatta harus kembali merasakan tidur di balik jeruji besi. Setelah divonis bebas atas kasus pemalsuan dokumen nikah awal Juli dan sempat merasakan dinginnya lantai penjara selama tiga bulan, kini dia kembali harus merasakannnya lagi.

Artis bernama asli Krisdian Topo Khuhatta itu kembali ditahan polisi karena tersangkut kasus penganiayaan. Dia ditangkap aparat kepolisian Polda Metro Jaya, karena diduga menganiaya artis FTV Anthony Hilenaar pada 6 April lalu.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono menjelaskan, penangkapan Kris Hatta ini dilakukan jajaran unit 4 Subdit Resmob Ditreskrimum Polda atas laporan kasus penganiayaan dengan laporan polisi LP/2019/IV/PMJ/Dit.Reskrimum pada April 2019.

Adapun pelapor atas kejadian ini, bernama Anthony. Dalam laporannya, Anthony mengaku dipukul di bagian wajah, hingga mengakibatkan hidungnya berdarah dan patah. Dan untuk membuktinya korban pun telah melakukan visum di RSCM Jakarta. Pemukulan terjadi, Sabtu (6/4) dini hari, di sebuah klub hiburan malam Jakarta, Dragon Fly.

"Jadi, kejadian ini berawal dari ketika pelapor atas nama Anthony sedang berada di TKP, kemudian terlapor berinisial KH (Kris Hatta) terlibat cekcok dengan rekan pelapor. Dan ketika pelapor berniat untuk melerai, ternyata terlapor langsung memukulnya," kata Argo kepada wartawan, Rabu (24/7) kemarin.

Argo mengungkap, pasca kejadian tersebut korban melaporkan Kris Hatta ke Polda Metro Jaya, dan kasusnya pun langsung ditindak lanjuti oleh anggota sampai akhirnya pada Rabu (24/7) pagi tadi, yang bersangkutan ditangkap di kosan temannya di Jalan H Sidik, Setiabudi, Jakarta Selatan.

"Penangkapan dilakukan oleh Unit 4 Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya yang dipimpin langsung AKP Rovan Richard Mahenu dan Iptu Verdika Prasetya. Dan yang bersangkutan saat ini juga sudah ditetapkan tersangka, dan ditahan selama 20 hari ke depan," ujar Argo.

Menurut Argo, penetapan tersangka dan penahanannya itu adalah pertimbangan dan subjektifitas dari penyidik yang sebelumnya telah melakukan sejumlah proses penyidikan, serta telah memiliki alat bukti kuat terkait kasus penganiayaan yang dilakukan oleh Kris Hatta di TKP.

"Kami sudah periksa 5 saksi, yakni saksi korban, saksi di tkp, satpam, dan teman korban. Bahkan penyidik juga sudah memiliki alat bukti cukup berupa rekaman dari kamera CCTV saat kejadian penganiayaan itu berlangsung, kemudian hasil visum korban," ungkapnya.

Berkaitan soal alasan polisi baru memproses kasusnya ini, setelah tiga bulan kasusnya dilaporkan. Argo menuturkan, pihaknya pada saat memperoleh laporan dan menindaklanjutinya diketahui saat itu tersangka juga sedang terjerat kasus hukum yang lain, maka menunggu proses hukum selesai.

"Waktu itu kan dia sedang menghadapi kasus yang lain, sehingga kita beri kesempatan kasus yang lain itu diselesaikan dulu, dan akhirnya baru sekarang kita proses kasusnya. Dan hingga kini, pihak penyidik masih akan melakukan pemeriksaan intensif kepada tersangka," jelas Argo.

Di tempat yang sama, saat kegiatan konferensi pers di Polda Metro Jaya. Kris Hatta secara singkat mengakui alasannya melakukan aksi penganiayaan atau pemukulan kepada pelapornya, Anthony. "Pacar saya diganggu oleh temannya pelapor," ucap Kris Hatta kepada awak media.

Kini, atas perbuatannya Kris Hatta pun bakal dijerat pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan dengan ancaman kurungan penjara maksimal 2 tahun 8 bulan. (mhf/gw/zul/fin)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Enam Polisi Harus Dibawa ke Pengadilan Umum

Enam Polisi Harus Dibawa ke Pengadilan Umum

Enam anggota Polres Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) menjalani proses sidang disiplin. Mereka disidang karena melanggar standar operasional prosedur (SOP).


KPK Periksa Eni Saragih Lagi

KPK Periksa Eni Saragih Lagi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa mantan Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih sebagai saksi kasus dugaan suap, Kamis (10/10) kemarin.


Kejagung Akan Terlibat Mulai Perencanaan Ibu Kota Baru

Kejagung Akan Terlibat Mulai Perencanaan Ibu Kota Baru

Kejaksaan Agung (Kejagung) tak lagi sekadar menunggu, tetapi terlibat sejak awal dalam proses pembangunan Ibu Kota baru.


Novel Baswedan Diserang Lagi

Novel Baswedan Diserang Lagi

Serangan terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan datang lagi.


380 Peserta Demo DPR Jadi Tersangka, 179 Ditahan

380 Peserta Demo DPR Jadi Tersangka, 179 Ditahan

Total sebanyak 1.489 orang, yang terdiri atas pelajar, mahasiswa, dan warga sipil diamankan karena diduga sebagai perusuh dalam aksi demo di depan Gedung DPR/DP


Polri Buru Penyebar Hoaks Rasis Papua

Polri Buru Penyebar Hoaks Rasis Papua

Dua kerusuhan terjadi lagi di Bumi Cendrawasih. Kali ini terjadi di Wamena, Jayawijaya dan di Expo Waena, Jayapura, Papua, Senin (23/9) kemarin.


Tampar Bayi, TKI di Malaysia Divonis Enam Bulan Penjara

Tampar Bayi, TKI di Malaysia Divonis Enam Bulan Penjara

Seorang TKI yang berprofesi sebagai babysitter dihukum denda oleh Pengadilan Malaysia, karena menampar pipi seorang bayi berusia enam bulan.


Waras Wasisto Diperiksa KPK Lagi

Waras Wasisto Diperiksa KPK Lagi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Waras Wasisto.


Veronica Koman Dianggap Dikriminalisasi

Veronica Koman Dianggap Dikriminalisasi

Veronica Koman dijadikan tersangka oleh aparat kepolisian karena bertindak rasis. Penetapan tersangka ini dianggap bentuk dari kriminalisasi kemerdekaan berpend


Kapolri Larang Aksi Demo di Papua dan Papua Barat

Kapolri Larang Aksi Demo di Papua dan Papua Barat

Aksi massa yang terjadi di Papua dua pekan belakangan berakhir dengan kerusuhan karena banyak ditunggangi berbagai kepentingan.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!