Kriminal
Share this on:

Nasib Rizieq Syihab Tak Disinggung

  • Nasib Rizieq Syihab Tak Disinggung
  • Nasib Rizieq Syihab Tak Disinggung

**JAKARTA ** - Lebih dari 1 jam Joko Widodo dan Prabowo Subianto bertemu. Keduanya terlibat banyak perbincangan. Namun, keduanya tidak membahas soal Habib Rizieq Syihab yang selama ini disebut-sebut sebagai syarat rekonsiliasi.

"Nggak ada pembahasan itu. Sama sekali tidak ada pembahasan. Pak Jokowi dan Pak Prabowo lebih banyak berbincang soal negara. Bagaimana memajukan bangsa ini lebih baik ke depan," kata Sekretaris Kabinet, Pramono Anung, di FX Plaza, Sudirman, Jakarta, Sabtu (13/7) kemarin.

Pramono meyakini pertemuan Jokowi-Prabowo masih akan berlanjut. Hanya, dia tak bisa menyampaikan soal apa saja yang nantinya akan dibahas. "Tentu saja pertemuan lanjutan akan digelar. Namun, apa saja yang akan dibahas belum bisa disampaikan," imbuhnya.

Seperti diketahui, Rizieq Syihab saat ini masih berada di Arab Saudi. Pihak pengacara menyebut Rizieq terhambat untuk bisa kembali ke Tanah Air. Front Pembela Islam (FPI) menyebut ada permintaan dari otoritas Indonesia kepada otoritas Arab Saudi untuk mencegah Rizieq Syihab. Permintaan itu disampaikan dalam saluran diplomatik dan non diplomatik.

"Masalah pokok itu adalah, adanya permintaan dari otoritas Indonesia ke otoritas Saudi, agar mencegah Habib Rizieq meninggalkan wilayah Saudi. Itu masalah pokoknya. Permintaan tersebut dilakukan baik melalui saluran diplomatik, maupun non diplomatik. Yaitu berupa informasi fitnah bahwa Habib Rizieq terkait dengan beberapa persoalan hukum di Indonesia. Padahal faktanya, sudah clear dari persoalan hukum, dengan adanya SP3 baik perkara di Polda Metro Jaya maupun di Polda Jabar," tegas Sekretaris Umum FPI Munarman.

Seharusnya, lanjutnya, pemerintah Indonesia menyampaikan klarifikasi ke Arab Saudi bahwa Rizieq tidak mempunyai masalah hukum lagi. Munarman juga meminta pemerintah mencabut pencegahan terhadap Rizieq.

Terpisah, PKS menyambut baik pertemuan Jokowi dan Prabowo. Namun, PKS menyayangkan Prabowo yang tidak tegas menyerukan oposisi. "Pertemuan antar pemimpin membawa kesejukan. Akan baik jika Pak Prabowo menyatakan kami oposisi," tegas Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera di Jakarta, Sabtu (13/7).

Dia menilai pernyataan kami oposisi itu baik untuk demokrasi sekaligus menghindari timbulnya kekecewaan di kalangan pendukung. Mardani yakin jika Prabowo akan tetap bersama PKS di barisan oposisi. "Jika pertemuan tidak diikuti dengan deklarasi #KamiOposisi, akan membuat kekecewaan pendukung. PKS yakin kok, Pak Prabowo dan pendukungnya akan tetap bersama. Karena oposisi itu baik dan mulia," paparnya.

Sebelumnya dalam pertemuan dengan Jokowi, Prabowo mengatakan pihaknya juga akan mengkritik Jokowi. Sebab, demokrasi membutuhkan check and balance. Prabowo menegaskan kesiapannya membantu pemerintah. Namun, dia juga siap menjadi oposisi.

Sementara itu, mantan Cawapres Sandiaga Uno merasa terhormat jika diberi kesempatan menjadi oposisi. "Saya betul-betul merasa terhormat kalau diberi kesempatan menjadi oposisi yang terus mengontrol dan mengawasi kinerja pemerintah," ujar Sandiaga di Jakarta, Sabtu (13/7).

Menurutnya, pemerintahan ke depan membutuhkan oposisi. Dia berharap keberadaannya sebagai oposisi dapat mewarnai jalannya pemerintahan Jokowi-Maruf Amin. (rh/zul/fin)

Berita Sebelumnya

Facebook Didenda Rp70 Triliun
Facebook Didenda Rp70 Triliun

Berita Sejenis

Tersangkakan Menpora, Tak Ada Muatan Politis

Tersangkakan Menpora, Tak Ada Muatan Politis

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membantah penetapan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi sebagai tersangka kasus dugaan suap dana hibah KONI be


Sikap PBB Terhadap Veronika Koman Tak Berimbang

Sikap PBB Terhadap Veronika Koman Tak Berimbang

Perutusan Tetap Republik Indonesia (PTRI) Jenewa menilai, pernyataan sikap lima pelapor khusus hak asasi manusia (HAM) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terkait


Intelijen Sisir Austalia, Veronika Koman Di-DPO

Intelijen Sisir Austalia, Veronika Koman Di-DPO

Mabes Polri tak mau melunak dan terus memburu Veronika Koman. Sejumlah telik sandi pun merapat keAustralia.


Amunisi Kedaluwarsa Tak Perlu Disimpan

Amunisi Kedaluwarsa Tak Perlu Disimpan

Insiden ledakan gudang amunisi Markas Komando Brimob Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (15/9) pagi, menyebabkan 44 rumah warga di sekitar rusak.


Jaksa Agung Tak Persoalkan Pimpinan KPK Terpilih

Jaksa Agung Tak Persoalkan Pimpinan KPK Terpilih

Komisi III DPR telah memilih lima komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) priode 2019-2023.


Korupsi BTN Gresik Tak Kunjung Ada Tersangka

Korupsi BTN Gresik Tak Kunjung Ada Tersangka

Penyidik pidana khusus Kejaksaan Agung hingga kini tak kunjung menetapakn tersangka dugaan korupsi di PT Bank Tabungan Negara (BTN) Cabang Gresik, Jawa Timur.


Tak Nyaman, Rommy Minta Dipindah ke Lapas Cipinang

Tak Nyaman, Rommy Minta Dipindah ke Lapas Cipinang

Mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy alias Rommy merasa tak nyaman berada di Rutan Cabang KPK di belakang Gedung Merah Putih KPK.


Jika Tak Kooperatif, Veronica Koman Akan Di-DPO-kan Polisi

Jika Tak Kooperatif, Veronica Koman Akan Di-DPO-kan Polisi

Polri memberikan ultimatum kepada tersangka penyebaran provokasi dan hoaks Veronica Koman untuk korperatif.


KUHP Lama Tak Jamin Kepastian Hukum

KUHP Lama Tak Jamin Kepastian Hukum

DPR RI tengah berupaya menyelesaikan RUU KUHP yang baru. Targetnya RUU akan disahkan menjadi UU sebelum 30 September mendatang.


Dipanah, Lima Penambang Emas di Papua Dibunuh Kelompok Tak Dikenal

Dipanah, Lima Penambang Emas di Papua Dibunuh Kelompok Tak Dikenal

Saat situasi keamanan di Bumi Cenderawasih mulai kondusif, anggota kelompok separatis justru berulah.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!