Kriminal
Share this on:

Nekat Lawan Jambret, Ibu-ibu Tewas Didor

  • Nekat Lawan Jambret, Ibu-ibu Tewas Didor
  • Nekat Lawan Jambret, Ibu-ibu Tewas Didor

SURABAYA - Tim Anti Bandit Satreskrim Polrestabes Surabaya meringkus dua pelaku perampas tas yang menewaskan Suminah (47), warga Jalan Pesapen Gang III/ 25, Surabaya. Kedua pelaku diketahui bernama Dunung Yowono (19) dan Agus Herianto (27).

Para pelaku ini masing-masing warga Desa Kedungpring, Lamongan dan Balung Gebang, Gondang Nganjuk ini diringkus setelah polisi menggerebek tempat persembunyian mereka di rusun di Kawasan Genting, Surabaya, Rabu malam (13/12).

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan mengatakan proses untuk menangkap kedua tersangka ini tak mudah. Sebab petunjuk yang dimiliki pihaknya sangat minim. Namun berkat upaya keras yang dilakukan, pihaknya berhasil mengetahui identitas lengkap dengan tempat persembunyian keduanya.

“Mereka bersembunyi di sebuah rusun di kawasan Genting. Begitu kami dapat informasi tersebut, kamipun melakukan penggerebekan,”ungkap Kombes Pol Rudi, kemarin.

Dari penggerebakan tersebut, polisi berhasil mengamankan Dunung dan juga dua temannya yakni Biska dan Ipal. Keduanya merupakan satu komplotan perampasan dengan Dunung. Hanya saja dalam kasus Suminah, Dunung melakukan aksinya hanya dengan Agus.

“Sementara, saat kami gerebek. Tersangka Agus berhasil lolos. Namun kami berhasil menangkapnya kembali saat ia pulang ke rumahnya di Nganjuk,” lanjut Rudi.

Dalam penggerebekan, pihaknya terpaksa menindak tegas pelaku. Sebab selain mencoba membuang barang bukti hasil rampasan, yakni handphone (HP) Suminah, ia juga mencoba kabur dengan melawan polisi. Akhirnya polisi terpaksa melumpuhkan pelaku dengan menembak kaki kanannya.

“Kami tindak tegas pelaku, lantaran mencoba melawan saat hendak ditangkap,” terangnya.

Dari penangakapan keempat tersangka tersebut, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, yakni HP dan kotak kosmetik milik korban. Sedangkan dari tangan Biska dan Ipal, polisi mengamankan surat kendaraan, dompet, buku nikah dan paspor hasil rampasan.

“Komplotan ini memang kelompok yang sudah beraksi di sejumlah lokasi di Surabaya,” imbuh perwira menengah dengan tiga melati di pundaknya ini.

Bahkan berdasarkan catatan polisi, Dunung dan Agus merupakan residivis kasus yang sama. Keduanya pernah ditangkap pada 2010 lalu. Mereka keluar penjara pada tahun 2012 lalu. Dalam kurun waktu hingga saat ini, kedua tersangka ini sudah melakukan aksinya sebanyak belasan kali.

“Bahkan, selain dengan Dunung, Agus juga beraksi dengan komplotan lain. Saat ini kami masih mengembangkan kasus ini,” terangnya.

Wakasat Reskrim Polrestabes Surabaya, Kompol I Dewa Gede Juliana menambahkan dalam menjalankan aksinya, Dunung dan Agus biasanya bersama Biska dan Ipal. Namun saat merampas tas Suminah, Hanya Dunung dan Agus yang beraksi. Keduanya berboncengan mengendarai sepeda motor Satria FU.

“Posisinya, Dunung sebagai joki sedangkan Agus bertugas sebagai eksekutor,” ungkapnya.

Kemudian saat melintas di Jalan Indrapura, keduanya melihat korban yang berkendara sendirian. Setelah dikuntit, merekapun memepet dan merampas tas korban. Namun tarikan tersebut mengakibatkan korban terjatuh hingga tewas di lokasi kejadian.

Sementara itu kepada polisi, Agus mengaku menghentikan aksinya setelah ia mengetahui jika korban alias Suminah tewas. Dia mengetahui kondisi korban tersebut setelah membaca koran. Diapun bersembunyi untuk sementara waktu untuk menghindari polisi.

“Saya tahu kalau dikejar, rencanaya sebelum digerebak saya hendak pulang kampung ke Nganjuk. Namun polisi datang lebih dulu,” kata tersangka Agus.

Dia mengatakan, terus melakukan aksinya lantaran butuh uang untuk biaya hidup. Sebab setelah keluar dari penjara, ia tak kunjung mendapatkan pekerjaan. Untuk menghilagkan jejak, biasanya ia selalu berpindah kos.

“Biasanya setelah beraksi di kawasan tertentu, kami pindah kos. Alasan lain, saya juga tidak mampu membayar kos tersebut,” terangnya.

Diberitakan sebelumnya, korban Suminah dijembret saat perjalanan pulang dari tempat kerjanya di Mal BG Junction Surabaya. Awalnya, Suminah diduga tewas karena kecelakaan. Sebab tidak ada satu saksiyang melihat langsung kejadian.

Namun setelah identitas Suminah terungkap dan polisi bertemu keluarganya, baru diketahui Suminah adalah korban kejahatan. Sebab tas yang berisi HP dan barang lainnya hilang. Suminah tewas di TKP saat terpelanting dari motor Mio putih L 5370 QL miliknya, setelah tasnya dirampas para pelaku. (yua/rud/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Amsor, Tersangka Kecelakaan Maut Tol Cipali Alami Luka Berat

Amsor, Tersangka Kecelakaan Maut Tol Cipali Alami Luka Berat

Aparat kepolisian telah menetapkan tersangka pada kecelakaan beruntun di Tola Cipali Km 151, Majalengka yang mengakibatkan 12 orang tewas.


Delapan dari 9 Peserta Aksi 21-22 Mei Tewas Diduga Akibat Peluru Tajam

Delapan dari 9 Peserta Aksi 21-22 Mei Tewas Diduga Akibat Peluru Tajam

Empat dari sembilan korban tewas saat kerusuhan 21-22 Mei dipastikan karena peluru tajam.


Komnas HAM Desak Polri Tangkap Pelaku Penembakkan

Komnas HAM Desak Polri Tangkap Pelaku Penembakkan

Dua korban tewas pada kerusuhan 21-22 Mei akibat tertembak peluru tajam.


Nekat, 35 Kg Sabu Disembunyikan dalam Truk Sayuran

Nekat, 35 Kg Sabu Disembunyikan dalam Truk Sayuran

Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil menggagalkan penyelundupan narkotika jenis sabu-sabu seberat 35 kilogram ke Jakarta.


Satu Terduga Teroris Ditangkap di Tegal, Seorang Lagi Tewas Ditembak

Satu Terduga Teroris Ditangkap di Tegal, Seorang Lagi Tewas Ditembak

Pergerakan sel jaringan teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD) kembali terendus. Tiga pelaku pun diamankan Detasmen Khusus (Densus 88) Anti Teror.


Tentara Serbu Markas Teroris, 15 Orang Tewas

Tentara Serbu Markas Teroris, 15 Orang Tewas

Setidaknya 15 orang tewas, saat pasukan Sri Lanka terlibat baku tembak dengan terduga teroris di lokasi persembunyian teroris, Jumat (26/4) Malam.


Indonesia Selidiki Bebasnya Penyiksa TKI Hingga Tewas

Indonesia Selidiki Bebasnya Penyiksa TKI Hingga Tewas

Pemerintah Indonesia terkejut atas keputusan pengadilan Malaysia membebaskan S Ambika, majikan TKI asal Nusa Tenggara Timur bernama Adelina Jemira Sau.


Terduga Penyiksa TKI Hingga Tewas Dibebaskan

Terduga Penyiksa TKI Hingga Tewas Dibebaskan

Anggota parlemen dan lembaga pembela tenaga kerja migran di Malaysia mempertanyakan putusan Pengadilan Tinggi setempat.


Tembok Gereja Roboh saat Paskah , 16 Jemaat Tewas

Tembok Gereja Roboh saat Paskah , 16 Jemaat Tewas

Tiga belas orang tewas dan 16 lainnya luka-luka, tertimpa tembok gereja yang tiba-tiba runtuh.


Pelajar Indonesia Ditemukan Tewas di China

Pelajar Indonesia Ditemukan Tewas di China

Seorang pelajar asal Indonesia yang hilang di China selama lima hari, akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!