Kriminal
Share this on:

Ngaku Perwira, Tipu Pemilik Spa Rp120 Juta

  • Ngaku Perwira, Tipu Pemilik Spa Rp120 Juta
  • Ngaku Perwira, Tipu Pemilik Spa Rp120 Juta

DENPASAR - Satu lagi kasus penipuan berhasil terungkap. Kali ini, seorang pedagang nasi campur yang bernama M Zikri Rifan Syah, 52, diciduk. Ini lantaran dia menipu dengan mengaku sebagai anggota Polri berpangkat AKP yang bertugas di Polda Bali. Lelaki paro baya itu ditangkap Tim Resmob Poresta Denpasar pada Selasa (19/2) pukul 18.00 di daerah Guwangan, Gianyar.

Berdasarkan LP-B/227/II/2019/Bali/Resta Dps, tanggal 19 Februari 2019. Korban pemilik spa Suyanti, 57, rela menginvestasikan uangnya Rp 120 juta hanya termakan bujur rayu pelaku dan iming-iming bunga yang tinggi. Laki-laki asal Jakarta Barat yang tinggal di Jalan Cokroaminoto Ubung ini berhasil menguras uang korbannya hingga Rp 120 juta.

"Pelaku mengaku kepada korban sebagai anggota Polri untuk menanamkan saham di Koperasi Polda Bali. Padahal bukan," ungkap Kapolresta Denpasar Kombespol Ruddi Setiawan pada Jumat (22/2).

Kejadian berawal dari perkenalan korban dengan pelaku di tempat spa korban di Jalan Danau Tempe. Saat itu dengan memakai pakaian preman, pelaku mengaku sebagai anggota Polda Bali berpangkat AKP Aris Rifansyah. Pada 2 Februari 2018 pelaku mengajak korban untuk menanamkan modal di Koperasi Polda Bali. Dengan ajakan pelaku, korban pun tertarik dan percaya.

"Korban mentransfer uangnya Rp 30 juta dan akan mendapatkan bunga sebesar 10 persen setelah 3 bulan. Setelah 3 bulan korban mendapatkan uang sebesar Rp 6 juta dan Rp 3 juta. Uangnya justru digunakan berfoya-foya tersangka," ucapnya.

Tak berhenti di situ, korban ditawari oleh pelaku untuk mengikuti lelang barang di Polda Bali berupa barang – barang elektronik. Korban tertarik dengan tawaran pelaku, dan kembali menyerahkan uang sebesar Rp 45 juta. Namun tak ada barang apapun yang diterima korban. Saat itu pelaku beralasan bahwa korban harus sabar menunggu.

"Pelaku menawari lagi bahwa ada lelang barang – barang sebesar Rp 45 juta dari atasan pelaku. Dan korban kembalu menyerahkan uang sebesar Rp 25 juta sebanyak dua kali transfer," jelasnya.

Hingga Sabtu (2/2) korban menunggu-nunggu barang hasil lelangan dari Polda Bali tapi tidak datang. Dan pelaku juga tidak pernah mendatangi korban lagi. Lantaran merasa curiga korban melakukan pengecekan ke Polda Bali. Ternyata tidak ada anggota Polda Bali atas nama AKP Aris Rifansyah. Ketika korban menghubungi nomor handphone pelaku, rupanya sudah tidak aktif. Dengan kejadian tersebut korban baru mengetahui bawa dirinya ditipu.

Tim Resmob Polresta Denpasar yang melakukan penyelidikan. Kemudian mendapatkan keterangan dari korban tentang kejadian tersebut dan ciri-ciri pelaku. Hingga akhirnya ditangkap pada Selasa (19/2) pukul 18.00 di daerah Guwangan Gianyar.

Dari hasil interogasi, pelaku mengakui perbuatan tersebut. Dan uang yang diterimanya digunakan oleh pelaku untuk dipinjamkan kepada teman-temannya. Dan pelaku sendiri mendapat bunga dari peminjam tersebut.

Beberapa barang bukti yang disita di antaranya selembar kuitansi penyerahan uang dari korban kepada pelaku sebesar Rp 30 juta. "Kami sangkakan Pasal 378 KUHP dengan pidana penjara paling lama 4 tahun. Dan atau Pasal 372 KUHP dengan pidana penjara paling lama 4 tahun atau pidana denda paling banyak Rp 900 juta," pungkasnya. (afi/aim/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Diduga Terima Rp45 juta dan SGD11 ribu, Gubernur Kepri Tersangka

Diduga Terima Rp45 juta dan SGD11 ribu, Gubernur Kepri Tersangka

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Nurdin Basirun sebagai tersangka kasus dugaan suap, Kamis (11/7) kemarin.


Buronan Kejagung Dibekuk saat Bersembunyi di Apotek

Buronan Kejagung Dibekuk saat Bersembunyi di Apotek

Nanang Fauzi, buronan kasus penipuan bilyet giro senilai Rp400 juta ditangkap tim intelijen gabungan dari Kejaksaan Agung dan Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Bar


Bareskrim Ungkap Pembuatan Obat Palsu

Bareskrim Ungkap Pembuatan Obat Palsu

Bareskrim Polri menangkap pemilik pabrik obat palsu PT Jaya Karunia Investondo (JKI).


PK Ditolak, Baiq Nuril Terancam Penjara 6 Bulan dan Denda Rp500 Juta

PK Ditolak, Baiq Nuril Terancam Penjara 6 Bulan dan Denda Rp500 Juta

PK Baiq Nuril, mantan tenaga honorer SMAN 7 Mataram dalam kasus penyebaran konten bermuatan asusila di tolak MA.


Astaghfirullohaladzim, Uang Negara Rp470 Juta Diduga Jadi Bancakan

Astaghfirullohaladzim, Uang Negara Rp470 Juta Diduga Jadi Bancakan

Ketua Pokja Unit Layanan Pengadaan (ULP) Sekretariat KPU Kota Bogor berinisial MH ditetapkan sebagai tersangka.


Pemilik Pabrik Korek Ditangkap di Hotel

Pemilik Pabrik Korek Ditangkap di Hotel

Polres Binjai terus mendalami kasus kebakaran yang menewaskan 30 orang di dalam pabrik perakitan korek gas.


Polri Pastikan 9 Pati-nya Berpengalaman di Penyidikan

Polri Pastikan 9 Pati-nya Berpengalaman di Penyidikan

Sembilan perwira tinggi (Pati) Polri yang mengajukan ikut seleksi capim KPK masih menunggu hasil asesmen.


Cabuli Tiga Bocah, Kakek Ini Ngaku Khilaf

Cabuli Tiga Bocah, Kakek Ini Ngaku Khilaf

Seorang kakek yang tega mencabuli tiga anak perempuan masih di bawah umur, Kusnoyo alias Sikus (72),mengaku khilaf.


Australia Denda Nelayan Indonesia Rp 40 juta

Australia Denda Nelayan Indonesia Rp 40 juta

Nakhoda sebuah kapal nelayan asal Indonesia ditangkap dan dinyatakan bersalah, karena menangkap ikan secara ilegal di Perairan Australia.


Ngaku Telah Diperkosa, PRT Indonesia Dihukum 14 Hari

Ngaku Telah Diperkosa, PRT Indonesia Dihukum 14 Hari

Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang berprofesi sebagai pembantu rumah tangga (PRT) diadili dan dibui di oleh pengadilan Singapura.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!