Kriminal
Share this on:

Ngaku Polisi, Dua Perampas HP Dimassa

  • Ngaku Polisi, Dua Perampas HP Dimassa
  • Ngaku Polisi, Dua Perampas HP Dimassa

DITANGKAP - Seorang tersangka perampasan HP diamankan usai kejar-kejaran dengan petugas, kemarin. (triyono/radar pekalongan)

KEDUNGWUNI - Aksi tindak kriminalitas yang kian meresahkan masyarakat Kota Santri kembali terjadi. Dalam aksinya, kedua pelaku berpura pura sebagai anggota dengan merampas HP korban di wilayah Bebekan Kedungwuni, kemarin malam.

Adapun kedua pelaku M. Rozikin alias Acong (30), warga Gang 13 RT 02 RW VI Kelurahan Sapuro Kebulen Kecamatan Pekalongan Barat Kota Pekalongan dan Anggit Saputro (28), warga Dukuh Klidang Kongsi RT 02 RW III Kelurahan Karangasem Selatan, Batang. Sementara korban, Saeful (18), warga Dukuh Blendung RT 03 RW VIII Desa Purworejo Kecamatan Sragi Kabupaten Pekalongan.

Data dihimpun bahwa peristiwa bermula saat korban, Saiful Hadi (18), berangkat dari rumah bersama kedua temanya menuju ke Lapangan Bebekan Kedungwuni. Sampai di lokasi, mereka nongkrong bersama dengan untuk menikmati suasana malam hari di areal Lapangan Bebekan Kelurahan Kedungwuni Barat, Kedungwuni Kabupaten Pekalongan tepatnya di depan SMK N 1 Kedungwuni.

Namun disaat pukul 23.00 wib korban dan teman-temannya hendak pulang kerumah, tiba-tiba datang kedua pelaku M Rozikin alias Acong yang merupakan seorang residivis. Pelaku datang dengan Anggit alias Badul (28), dengan mengendarai sepeda motor Yamaha Mio dengan Nopol G 2222 WA.

Saat dilokasi, mereka saling berbagi tugas. Acong turun dari sepeda motor, sedangkan Badul standby diatas sepeda motor. Saat itulah, Acong berpura-pura telphon dengan atasan seakan akan berkomunikasi dengan komandannya. Saat itulah, Acong langsung meminta kunci kontak milik korban namun oleh korban ditolak.

Lantaran kunci tak diberikan, Acong langsung merampas secara paksa handphone milik korban yang saat itu di pegang oleh temannya. Setelah berhasil kemudian kedua pelaku pergi mengendarai sepeda motor dengan kecepatan tinggi menuju ke arah utara menuju Desa Ambokembang, Kedungwuni.

"Tadinya pelaku meminta kunci motor, namun setelah tidak boleh malah HP yang diminta paksa," kata korban.

Mengetahui Hanphonenya di rampas, korban dan teman-teman berusaha mengejar kedua pelaku. Namun apes, saat melintas ditengah perkampungan sepeda motor yang dikendarai oleh pelaku tiba-tiba terjatuh ke sawah. Saat itu juga kedua pelaku langsung ditangkap oleh korban yang dibantu oleh warga sekitar.

Usai jatuh, Acong sempat melarikan diri ke areal persawahan, namun tidak lama kemudian ia berhasil diamankan oleh anggota Polisi dibantu warga sekitar Desa Ambokembang Gang 6.

Kasubbag Humas Polres Pekalongan Iptu Akrom menegaskan bahwa tersangka dalam aksinya sempat mengelabui para korban seakan akan sebagai anggota. Beruntung korban tidak percaya begitu saja dan melakukan perlawanan dengan mengejar ke arah utara.

"Dari pemeriksaan seorang pelaku merupakan residivis dan untuk mempertanggung jawabkan atas perbuatannya kini tersangka harus menjalani pemeriksaan di unit Reskrim Polsek Kedungwuni," tegasnya.

Adapun barang bukti yang diamankan lanjut dia, Handphone XIAOMI warna gold, Powerbank warna silver merk MI, Satu unit sepeda motor yamaha Mio warna hijau, Nopol G 2222 WA yang digunakan sebagai alat kejahatan.

"Kedua pelaku kini dijerat dengan Pasal 363 KUHP yang ancaman hukumannya 7 tahun hukuman kurungan penjara," ungkapnya. (yon/wan/zul)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Penahanannya Ditangguhkan, Eggi Wajib Lapor Dua Kali Seminggu

Penahanannya Ditangguhkan, Eggi Wajib Lapor Dua Kali Seminggu

Wajah tersangka dugaan makar, Eggi Sudjana terlihat begitu semringah saat keluar dari tahanan, setelah permohonan penangguhan penahanannya dikabulkan.


Dalami Penganggaran e-KTP, Dua Anggota DPR Diperiksa KPK

Dalami Penganggaran e-KTP, Dua Anggota DPR Diperiksa KPK

KPK memeriksa seorang mantan dan dua anggota DPR terkait kasus dugaan korupsi Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP).


Tiga Tersangka Kebakaran Pabrik Korek Api Langsung Ditahan

Tiga Tersangka Kebakaran Pabrik Korek Api Langsung Ditahan

Polisi menetapkan tiga tersangka dalam kebakaran yang merenggut 30 korban jiwa di pabrik korek api di Binjai, Jumat (21/6) lalu.


Dimutasi, Dua Jabatan Penting di Kejagung Kosong

Dimutasi, Dua Jabatan Penting di Kejagung Kosong

Posisi dua jabatan penting eselon I di lingkungan Kejaksaan Agung (Kejagung) hingga kini belum juga terisi.


Jangan Ada Prasangka Polisi Terlibat di Kasus Novel

Jangan Ada Prasangka Polisi Terlibat di Kasus Novel

Masyarakat diminta untuk tidak berasumsi polisi terlibat dalam kasus penyiraman air keras yang menimpa Novel Baswedan.


Dua Calon Rektor Diperiksa

Dua Calon Rektor Diperiksa

Indikasi adanya aliran uang ke Romahurmuziy alias Romy dalam seleksi pengisian jabatan rektor Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) terus ditelusuri.


Berkas Perkara Eggi dan Lieus Dilimpahkan

Berkas Perkara Eggi dan Lieus Dilimpahkan

Polri telah melimpahkan berkas perkara tahap I kasus dugaan makar dua tokoh ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta pekan ini.


Komnas HAM Desak Polri Tangkap Pelaku Penembakkan

Komnas HAM Desak Polri Tangkap Pelaku Penembakkan

Dua korban tewas pada kerusuhan 21-22 Mei akibat tertembak peluru tajam.


Polisi Tunggu Kajian Dewan Pers

Polisi Tunggu Kajian Dewan Pers

Bareskrim memastikan laporan soal tim mawar harus menunggu kajian dan rekomendasi dari Dewan Pers.


Polisi Kembali Gagalkan Penyelundupan 37 Kg Sabu dari Malaysia

Polisi Kembali Gagalkan Penyelundupan 37 Kg Sabu dari Malaysia

Tim Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menggagalkan penyelundupan 37 kilogram narkotika jenis sabu asal Malaysia.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!