Kriminal
Share this on:

Oknum Polisi Ditetapkan Pengguna Narkoba

  • Oknum Polisi Ditetapkan Pengguna Narkoba
  • Oknum Polisi Ditetapkan Pengguna Narkoba

Budi Setyawan saat diperiksa Sat Narkoba kemarin karena mendapati mengunakan sabu.(FOTO: SUBEKAN)

BLORA - Oknum polisi yang digerebek mengonsumsi sabu-sabu Budi Setyawan ditetapkan sebagai pengguna narkoba. Bukan penjual. Kasat Narkoba Polres Blora AKP Suparlan mengatakan AKP Suparlan memastian jika Budi Setyawan bukanlah kurir ataupun pengedar.

Sebab dari hasil pemeriksaan, tersangka mengakui beberapa kali mengunakan narkoba. Untuk mendapatkan barang haram itu dilakukan patungan. Seperti sabu yang diamankan minggu lalu seharga Rp 300 ribu.

Diberitakan sebelumnya Budi Wibowo, Suisman, dan Budi Setyawan digerebek polisi di Jalan Halmahera, Kelurahan Jetis, Blora. Budi Styawan bertugas di Polsek Kecamatan Tunjungan.

Budi ditangkap setelah mendapatkan informasi masyarakat. Bahwa akan ada transaksi narkoba pada pukul 19.00 di Beran. Yaitu Suisman warga Desa Kedungrejo, Kecamatan Tunjungan dan Budi Wibowo warga Dukuh Kalangan, Kecamatan Tunjungan.

Atas informasi itu, petugas melakukan penyelidikan. Pada pukul 22.45 di Jalan Halmaheran berhasil mengamankan dua orang tersebut. Setelah petugas melakukan pengeledahan dan menemukan 1 paket narkotika jenis sabu seberat 0,12 gram. Barang haram tersebut diambil dari rumah Budi. “Saat itu kami belum tahu kalau oknum polisi itu terlibat,” jelasnya.

Setelah pengembangan dari hasil penangkapan kedua tersangka tersebut, keesokan harinya (7/1) Sat Narkoba mendatangi rumah oknum polisi. Sesuai informasi yang didapat kemudian melakukan pemeriksaan dan pengeledahan rumah Budi. Alat bong ditemukan. “Ketiganya semua positif mengunakan narkoba. Mereka sering mengunakan sabu di tempat servis barang elektronok milik Budi Wibowo,” terangnya.

Ketiganya patungan Rp 100 ribuan. Mereka ingin menggunakan bersama di tempat servis milik Wibowo.

Dia menegaskan oknum polisi bukan termasuk dalam jaringan. Adapun barang haram yang digunakan oknum itu didapat dari memesan orang melalui nomor handphone dan dikirim ke salah satu alamat. Dan saat itu yang memesan adalah Budi Setyawan yang tujuannya digunakan secara bersamaaan.

“Barang haram ini digunakan untuk menghilangkan nyeri di kepalanya. Sebab, beberapa tahun lalu dirinya pernah mengalamai kecelakaan serius dibagian dagu,” imbuhnya.

Budi Setiyawan mengaku, menggunakan sabu ini untuk menghilangkan rasa sakit di dagunya. Sebab, pasca dia mengalami luka parah di dagu, sering kali rasa nyeri itu muncul. “Barang itu saya dapat dari pesan melalui nomor telepon,” ujarnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kini oknum polisi itu mendekam ditahanan Sat Narkoba Polres Blora. Selain itu pelaku juga akan dikenakan sanksi lantaran dinilai melanggar kode etik Polri. (sub/zen/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Sanksi Oknum dan Pejabat Lapas Harus Dipublikasikan

Sanksi Oknum dan Pejabat Lapas Harus Dipublikasikan

Pemindahan Setya Novanto (Setnov) dari Lapas Sukamiskin ke Lapas Gunung Sindur dinilai belum menyelesaikan masalah.


Polisi Tunggu Kajian Dewan Pers

Polisi Tunggu Kajian Dewan Pers

Bareskrim memastikan laporan soal tim mawar harus menunggu kajian dan rekomendasi dari Dewan Pers.


Polisi Kembali Gagalkan Penyelundupan 37 Kg Sabu dari Malaysia

Polisi Kembali Gagalkan Penyelundupan 37 Kg Sabu dari Malaysia

Tim Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menggagalkan penyelundupan 37 kilogram narkotika jenis sabu asal Malaysia.


Ustadz Lancip Diperiksa Pekan Depan, Pria Bersorban Hijau Ditahan

Ustadz Lancip Diperiksa Pekan Depan, Pria Bersorban Hijau Ditahan

KH Ahmad Rifky Umar Said Barayos atau kerap disapa Ustadz Lancip harus berurusan dengan polisi.


Polisi Bekuk Pria Bersorban Hijau Pengancam Jokowi

Polisi Bekuk Pria Bersorban Hijau Pengancam Jokowi

Polisi menangkap seseorang yang diduga sebagai pria bersorban hijau yang mengancam akan membunuh Presiden Jokowi dan Wiranto, Jumat (24/5) lalu.


Polisi Tetapkan 32 Tersangka Bentrokan Antardesa di Buton

Polisi Tetapkan 32 Tersangka Bentrokan Antardesa di Buton

Polri menetapkan 36 tersangka dari 82 orang yang diamankan dalam peristiwa bentrokan antara warga dua desa di Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara.


Oknum Juru Parkir yang Viral Itu ternyata Nyambi Tukang Cuci Mobil

Oknum Juru Parkir yang Viral Itu ternyata Nyambi Tukang Cuci Mobil

Oknum juru parkir di Obyek Wisata Guci yang menariki tarif parkir Rp20 ribu per mobil, akhirnya diamankan Tim Saber Pungli Polres Tegal.


1.000 Tentara dan Polisi Amankan Jakarta Fair Kemayoran

1.000 Tentara dan Polisi Amankan Jakarta Fair Kemayoran

Aparat gabungan TNI-Polri siap mengamankan penyelenggara Jakarta Fair Kemayoran (JFK) yaitu Jakarta International Expo (JIExpo).


Tiga Panel Hakim Sengketa Pileg Ditetapkan

Tiga Panel Hakim Sengketa Pileg Ditetapkan

Tiga panel hakim konstitusi sengketa pemilihan calon legislatif (Pileg) 2019 telah ditetapkan Mahkamah Konstitusi (MK).


442 Perusuh Diciduk, Empat Pos Polisi Dirusak

442 Perusuh Diciduk, Empat Pos Polisi Dirusak

Polisi kembali menangkap 185 orang terkait kericuhan dalam aksi 22 Mei di Kantor Bawaslu pada Selasa (21/5) hingga Rabu (22/5) lalu.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!