Kriminal
Share this on:

Overload, 38 Napi Dipindah ke Nusakambangan

  • Overload, 38 Napi Dipindah ke Nusakambangan
  • Overload, 38 Napi Dipindah ke Nusakambangan

DIPINDAH - Pemindahan 38 napi Lapas Semarang ke Lapas Permisan Nusakambangan, kemarin. (istimewa)

SEMARANG - Sebanyak 38 warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang sudah menjadi narapidana (napi) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Kedungpane, Semarang dipindahkan ke Lapas Kelas IIA Permisan Nusakambangan. Pemindahan tersebut dilakukan untuk mengurangi jumlah napi, mengingat kapasitas hunian Lapas Kedungpane sudah overload.

Kapasitas Lapas Kedungpane seharusnya 663 orang, kini dihuni 1.691 orang. Pemindahan dilakukan secara persuasif dan dadakan. Selama pemindahan dikawal oleh 6 petugas lapas serta 2 petugas dari Polsek Ngaliyan. Pemindahan dilakukan sesuai Standar Operasional dan Prosedur (SOP) yang berlaku.

Kepala Lapas Semarang Dadi Mulyadi menjelaskan, pemindahan 38 napi tersebut guna menindaklanjuti surat Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia Jawa Tengah tentang pemindahan narapidana. Dikatakan, pemindahan sebenarnya sudah dilakukan pada Selasa (23/10) lalu dari pukul 22.45.

"Saat ini, kondisi Lapas Semarang sangat over kapasitas. Dengan kapasitas hunian 663 orang, namun per hari ini, penghuni mencapai 1.691 orang yang terdiri atas narapidana dan tahanan," kata Dadi Mulyadi kepada Jawa Pos Radar Semarang, kemarin.

Dikatakan, meski overload, pengamanan hanya dilakukan 16 petugas setiap regu jaga. Praktis, jumlahnya tidak sebanding dengan tahanan. Akan tetapi dengan segala keterbatasan jumlah petugas yang ada, pihaknya tetap berkomitmen untuk selalu semangat dalam melaksanakan pekerjaan dan memberikan pelayanan yang maksimal kepada narapidana.

Ia juga menyampaikan, idealnya jumlah petugas keamanan yang sesuai SOP yakni 1 banding 2. Artinya, satu narapidana dijaga oleh dua petugas keamanan. "Tapi untuk saat ini, kami memang masih bisa meng-cover seluruh narapidana yang ada. Semoga dengan adanya pemindahan para napi ini, bisa membawa hasil yang baik. Yang dipindah napi dari berbagai perkara,” jelasnya.

Sekretaris Komunitas Peduli Hukum (KPH) Semarang, Mochammad Ikhsan, meminta pihak Kemenkum dan HAM segera melakukan reformasi pusat-pusat penahanan, khususnya lapas dan rumah tahanan (rutan).

Menurutnya, dengan banyaknya kasus pembunuhan, dugaan jual beli kamar, pelayanan ekstra khususnya bagi narapidana korupsi, sudah sepantasnya dilakukan penataan. Untuk itu, ia menyampaikan, langkah-langkah reaksioner dan sesaat dalam penanganan masalah ini tidak akan menyelesaikan persoalan yang ada.

Dikatakan, sejumlah persoalan yang harus segera dibenahi atau direformasi, antara lain persoalan kapasitas lapas berlebih jumlah narapidana, budaya atau praktik koruptif, praktik-praktik kekerasan dan penyiksaan sebagai sebuah penghukuman yang masih kerap terjadi, dan pemidanaan narapidana untuk kasus-kasus kejahatan kecil dan pecandu narkotika.

Persoalan lainnya, lanjut dia, adalah penjara khusus bagi terpidana korupsi yang berujung pada diskriminasi. Jual beli fasilitas dan perpanjangan rantai dan budaya koruptif, intervensi dan minimnya koordinasi dan sinergi aparat penegak hukum lain dalam penanganan tahanan kasus-kasus tertentu. Kualitas dan akses dari standar minimum para terpidana di pusat-pusat penahanan juga buruk.

Menurutnya, berbagai masalah tersebut akan sia-sia, jika tindakan yang dilakukan hanyalah bersifat reaksioner, dalam bentuk pemusnahan dan penyitaan barang-barang atau fasilitas, maupun sidak atau operasi yang bersifat sesaat.

“Melainkan dibutuhkan perubahan dan pendekatan yang lebih struktural dan implementatif baik dari hulu sampai hilir harus dilakukan. Selain itu, unsur pimpinan lapas maupun rutan juga harus diberikan penghargaan (reward) dan hukuman (punishment) apabila berprestasi dan bersalah. Salah satu hukumannya dimutasi ke daerah terpencil,” tandasnya. (jks/aro/adi/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya

Residivis Penggelapan Motor Diringkus
Residivis Penggelapan Motor Diringkus

Berita Sejenis

Berusaha Kabur, 9 Napi Sekap Petugas

Berusaha Kabur, 9 Napi Sekap Petugas

Petugas Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Blora berhasil menggagalkan upaya pelarian sembilan penghuni lapas belum lama ini.


Terlibat Narkoba, Napi Diasingkan dan Remisi Dicabut

Terlibat Narkoba, Napi Diasingkan dan Remisi Dicabut

Puluhan narapidana (napi) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IA Bandarlampung atau Lapas Rajabasa yang terindikasi terlibat penyalahgunaan narkoba.


Dua Napi Lapas Kendalikan 600 Ribu Ekstasi Siap Edar

Dua Napi Lapas Kendalikan 600 Ribu Ekstasi Siap Edar

Mendekam di balik jeruji besi tak menghentikan Andang Anggara (26) dan Sonny Sasmita (40) mengendalikan peredaran narkotika.


Enam Hari di Sel Pengasingan, Napi Tewas Gantung Diri

Enam Hari di Sel Pengasingan, Napi Tewas Gantung Diri

Enam hari berada di sel pengasingan, Muhamad Slamet Munir (34), warga binaan rumah tahanan kelas 2B Pemalang ditemukan sudah tidak bernyawa gantung diri.


Bisa Gandakan Uang dengan Sulap, Mantan Napi Raup Rp172 Juta

Bisa Gandakan Uang dengan Sulap, Mantan Napi Raup Rp172 Juta

Aminullah (45), dibekuk anggota tim anti bandit (TEKAB) Satreskrim Polres Serang, Senin (24/10) malam.


Sebarkan Video "Kuda-kudaan" dengan Pacar, Mantan Napi Ditangkap

Sebarkan Video "Kuda-kudaan" dengan Pacar, Mantan Napi Ditangkap

Belum genap dua tahun menghirup udara bebas, CPK (31) berulah lagi. Dia kini harus kembali masuk ke hotel prodeo.


Tikam Polisi, Pelaku Bikin Napi Lapas lainnya Resah

Tikam Polisi, Pelaku Bikin Napi Lapas lainnya Resah

Proses penangkapan EN alias Edi salah seorang napi Lapas Kelas IIA Gorontalo, pelaku penikaman anggota polisi hingga berbuntut kericuhan,



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!