Kriminal
Share this on:

Pabrik Solar Palsu Digerebek, Tiga Bule Ditangkap

  • Pabrik Solar Palsu Digerebek, Tiga Bule Ditangkap
  • Pabrik Solar Palsu Digerebek, Tiga Bule Ditangkap

TANGERANG - 1 - HL KRIM

CEK TKP - Dirkrimsus Polda Banten Kombes Pol Abdul Karim (kanan) melihat lokasi pabrik pembuatan solar palsu yang digerbek di Kabupaten Tangerang, kemarin (22/2). (tumpak M Tampubolon/indopos)

Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Banten mengrebek pabrik milik PT Ching Kai Lie di Kabupaten Tangerang. Pengrebekan itu dilakukan karena perusahaan milik warga asing ini memproduksi bahan bakar minyak (BBM) jenis solar palsu ke masyarkat. Dari penggerbekan itu tiga orang warga Tiongkok diamankan dan ditetapkan sebagai tersangka.

Dirkrimsus Polda Banten, Komisaris Besar Abdul Karim mengatakan terbongkarnya praktik pemalsuan solar yang ada di Kampung Sarakan RT005/RW005, Kelurahan Sukasari, Kecamatan Rajeg ini setelah pihaknya banyak mendapat laporan masyarakat dan beberapa perusahaan yang menjadi korban. Para korban itu mengeluhkan kerusakan mesin kendaraan dan peralatan perusahaan setelah menggunakan solar buatan PT Ching Kai Lie.

“Dari sana kami langsung telusuri semua, dua minggu anggota berada di lokasi untuk mengetahui seluk beluk praktik pembuatan solar palsu ini. Setelah semua bukti kami dapatkan penggrebekan pun kami lakukan,” kata Abdul Karim, kemarin.

Karim mengatakan, dalam penggrebekan tersebut, pihaknya berhasil mengamankan empat orang yakni Yan Huanran (48), Huang Shiwen (45), Hong Gaoquan (40), dan Adi (38), yang bekerja sebagai marketing. Selain itu polisi juga berhasil menyita barang bukti berupa 100 jerigen asam sulfat, 50 karung bahan bleaching, 30 karung chaostic soda, 4 tungku proses pembakaran, 7 tanki pendingin air kapasitas 4 ton, 8 tungku tanki pencucian, 8 tanki duduk hasil proses oli dengan rincian 5 tanki 24 ton, 1 tanki 20 ton, 1 tanki 16 ton, 1 tanki 18 ton, 2 mesin kompresor dan 1 tabung, 1 tanki penampung oli bekas ukuran 250 ton, 3 tanki tidak digunakan, 8 tanki titipan tidak digunakan.

“Keempat orang itu kami tetapkan sebagai tersangka, tiga orang warga Tiongkok dan satu orang WNI. Sekarang ketiganya sudah dibawa ke Mapolda untuk dimintai keterangan. Pabrik ini juga tidak memiliki dokumen resmi dari pemerintah daerah setempat dan provinsi. Jadi memang pelanggarannya sangat berat,” paparnya.

Dijelaskan, modus para tersangka memproduksi solar palsu itu menggunakan bahan baku oli bekas yang dibeli dari pengepul. Oli bekas tersebut kemudian dimasukan para pelaku ke dalam tungku pembakaran untuk memisahkan residu. Selanjutnya, hasil oli yang sudah bersih tersebut dimasukkan ke dalam tanki duduk 1 untuk dicampur asam sulfat dan bahan bleaching.

“Kalau sudah seperti solar kemudian dimasukkan ke dalam tanki duduk 2 dengan dicampur bahan kimia soda api serta air sebagai pendingin. Produk siap dijual dengan nama Bio Chemicals Oil (BCO) yang merupakan bahan bakar setara solar. Penjualannya ke Tangerang, Cilegon, Jakarta, Bandung. Nama-nama sub penjual tersebut di antaranya PT Citra Nuansa Sinergi dan PT Renergi Cahaya Indonesia,” ungkapnya.

Pabrik tersebut mampu memproduksi BCO sebanyak 150 ton/bulan. Dari hasil penjualan solar palsu tersebut Yan Huanran meruap keuntungan sebesar Rp225 juta per bulan. Pabrik tersebut sudah beroperasi sejak tahun 2015 silam.

“Mereka jual Rp5.000/liter dan keuntungannya berkisar Rp1.500/liter. Dalam waktu setahun mereka meraup Rp2,7 miliar, nah kalau tiga tahun sudah mencapai Rp8,1 miliar. Ketiga WNA ini juga masuk menggunakan visa kunjungan wisata, dan kami masih mencari aset mereka dari penjualan solar palsu ini,” imbuhnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Yan Huanran CS ini dijerat pasal 53 atau Pasal 54 Undang-undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi dan pasal 8 (1) huruf a, e jo Pasal 62 Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan konsumen. Komplotan pemalsu solar palsu ini terancam kurungan penjara enam tahun dan denda Rp60 miliar. Dalam melakukan aktivitasnya Yan Huanran tidak memiliki legalitas perizinan di antaranya izin pengolahan BBM dari BP Migas, Izin niaga migas dari BP Migas, Izin pemanfaatan limbah B3.

Salah satu warga di lokasi kejadian, Amri Dani menuturkan sangat terkejut dengan penggrebekan yang dilakukan polisi di pabrik milik PT Ching Kai Lie. Sebab, mereka pun tidak mengetahui jika pabrik tersebut melakukan pemalsuan solar dari bahan baku oli kendaraan. Mengingat tidak ada satu pun warga yang bekerja di dalam pabrik tersebut.

“Pabriknya tertutup sekali, yang kerja kebanyakan bukan warga sini. Paling yang kami lihat hanya ada truk tangki aja yang keluar masuk. Itu pun aktivitasnya di malam hari. Memang pabrik ini sudah tiga tahun beroperasi,” tuturnya.(cok/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Gendeng, Tiga Tahun Ayah Cabuli Anak Angkatnya

Gendeng, Tiga Tahun Ayah Cabuli Anak Angkatnya

Malang nasib Bunga (bukan nama sebenarnya, red). Gadis berusia 16 tahun ini harus menjadi koran pencabulan. Pelaku tidak lain orangtua angkatnya sendiri.


Angkut Miras, Empat Pemuda Diamankan

Angkut Miras, Empat Pemuda Diamankan

Keuntungan yang menjanjikan membuat Arifin, 24, dan tiga rekannya ketagihan berjualan minuman keras (miras).


Pakai Berlian Palsu, Pasutri Tipu Pengusaha

Pakai Berlian Palsu, Pasutri Tipu Pengusaha

Sepasang pasangan suami istri (pasutri) ditangkap aparat Polsek Semarang Timur terkait kasus kejahatan penipuan.


Sembunyikan SS di Jam Tangan

Sembunyikan SS di Jam Tangan

Hendak pesta sabu-sabu (SS) , dua pemuda digerebek anggota Satreskoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak.


Polisi Seriusi Razia Preman

Polisi Seriusi Razia Preman

Polsek Purwokerto Selatan menggelar razia preman, Kamis (22/11) lalu. Hasilnya, tiga anak jalanan diamankan dan diberi pembinaan.


Bawa Ratusan Butir Pil Koplo, Pelajar di Pekalongan Ditangkap Polisi

Bawa Ratusan Butir Pil Koplo, Pelajar di Pekalongan Ditangkap Polisi

Seorang pelajar SMK asal Desa Tangkil Kulon Kecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan, MFR, diamankan Sat Res Narkoba Polres Pekalongan.


Hendak Ambil Paket Pil Koplo, Malah Ditangkap Polisi

Hendak Ambil Paket Pil Koplo, Malah Ditangkap Polisi

Polsek Pekalongan Barat Polres Pekalongan Kota berhasil menggagalkan upaya peredaran obat-obatan jenis psikotropika.


Baru Foreplay Keburu Digerebek

Baru Foreplay Keburu Digerebek

Pasangan bukan suami istri, Yopi dan Ice, tak tuntas menyalurkan hasrat seksnya di warung remang-remang.


Transaksi Sabu di Pinggir Jalan, Sopir Ekspedisi Disergap BNN

Transaksi Sabu di Pinggir Jalan, Sopir Ekspedisi Disergap BNN

Dua pengguna narkoba jenis Methampethamine atau sabu ditangkap jajaran Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Purbalingga.


Tiga Anggota Komplotan Pelaku Curanmor Diringkus

Tiga Anggota Komplotan Pelaku Curanmor Diringkus

Satreskrim Polres Banyumas berhasil meringkus komplotan pelaku pencurian sepeda motor belum lama ini. Tiga pelaku berhasil diringkus dalam perkara ini.



Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!