Kriminal
Share this on:

Pakai Berlian Palsu, Pasutri Tipu Pengusaha

  • Pakai Berlian Palsu, Pasutri Tipu Pengusaha
  • Pakai Berlian Palsu, Pasutri Tipu Pengusaha

DITAHAN - Pasutri penipu mendekam di sel tahanan, kemarin. (agus wahyudi/jpnn)

SEMARANG - Sepasang pasangan suami istri (pasutri) ditangkap aparat Polsek Semarang Timur terkait kasus kejahatan penipuan. Modus yang digunakan adalah hanya berbekal berlian palsu yakni terbuat dari bahan kaca. Bahkan untuk meyakinkan korbanya, pelaku mengaku berlian palsu tersebut ditawar orang dengan harga mencapai puluhan milyar.

Pasutri tersebut bernama Suparman (57) dan istrinya Muzilah (49), merupakan warga Jalan Pinus Permai Kelurahan Panarung Kecamatan Pahandut, Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Keduanya berhasil ditangkap di Hotel Pattimura Jalan Pattimura, Semarang Timur, akhir Nopember lalu.

Pengungkapan ini setelah korban bernama Gabby, merupakan seorang pengusaha yang bertempat tinggal di Semarang Timur. Ia mendatangi Mapolsek Semarang Timur, pada 3 Nopember 2018. Berbekal berbagai bukti, korba mengaku telah menjadi korban penipuan oleh dua orang yang terjadi, Kamis (28/10) silam.

Kejadian penipuan ini berawal saat korban bertemu dengan dua pelaku yang telah menjadi pelangganya tersebut membeli peralatan musik ditempat usahanya yang berlokasi di Jalan Halmahera, Semarang Timur. Seringnya bertatap muka ini, pasutri tersebut bersekongkol bercerita memiliki berlian asal dari Kalimantan.

"Pelaku ini bercerita kepada korban memiliki berlian yang pernah di tawar orang seharga Rp80 miliar. Dia (pelaku) juga bercerita punya perusahaan pendulangan perhiasan di Kalimantan. Cuma, ini hanya cerita pelaku saja untuk meyakinkan korbanya, modusnya itu," ungkap Kapolsek Semarang Timur Iptu Agil Widiyas Sampurna saat di kantornya Jumat (30/11) kemarin.

Selain itu, pelaku juga menjanjikan akan dijadikan agen dari pendulangan berlian di Kalimantan. Korban yang merasa terbujuk rayu oleh cerita pelaku, lantas tertarik untuk membeli berlian tersebut. Sebagai tanda jadi, pelaku meminta uang muka dan telah diambil beberapa kali sebelum barang berlian dikirim.

"Kerugian korban sebesar Rp7,5 juta, yang diminta pelaku untuk uang DP, dan tersangka memastikan akan menjual berlian yang kecil kepada korban dengan nilai total mencapai Rp300 juta," bebernya.

Rupanya, pesanan tersebut tidak kunjung datang dan korban yang merasa curiga telah menjadi korban penipuan lantas melaporkan ke kepolisian. Setelah dilakukan penyelidikan, pelaku berhasil ditangkap yang saat berada di dalam hotel Pattimura.

"Dari hasil penggeledahan ditemukan barang bukti yang katanya pelaku berlian. Ketika barang biukti tersebut di cek di Pegadaian, ternyata barang itu hanya kaca yang berbentuk berlian," ujarnya.

Agil menambahkan, hasil pemeriksaan sementara tersangka ini sudah beraksi lebih dari sekali. Satu kali beraksi di Kota Semarang dan satu kali di Kalimantan. Namun demikian, Agil belum bersedia membeberkan nama korban dan jumlah kerugiann tersebut.

"Korban yang di Kalimantan itu jumlah kerugiannya tidak jauh berbeda dengan korban di Semarang. Modusnya tetap sama menggunakan tipu muslihat dengan barang menyerupai berlian," tegasnya.

Sementara, tersangka Suparman berdalih baru kali ini melakukan perbuatan tersebut. Ia mengaku, kenal dengan korban lantaran sering membeli alat musik yang kemudian disewakan di Kalimantan. Terkait barang berlian palsu miliknya tersebut Suparman mengaku merupakan warisan dari orangtuanya.

"Dari orangtua saya. Itu pernah ditawar sama orang Rp80 miliar, tapi saya belum ketemu orangnya," terangnya.

Kini, Pasutri tersebut mendekam di sel tahanan guna menunggu proses hukum selanjutnya. Akibat perbuatanya dijerat dengan Pasal 378 KUHP tentang penipuan atau Pasal 372 KUHP tentang penggelapan. Barang bukti yang disita antara lain batu kaca yang dibentuk seperti berlian, selembar kuitansi dan beberapa lembar bukti serah terima bermaterai. (mha/wan/jpg)

Berita Sebelumnya

Sindir UGM, Mahasiswa Goreng Ikan Asin
Sindir UGM, Mahasiswa Goreng Ikan Asin

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Bermain dengan Teman-temannya, Balita Tewas Tercebur Kolam Lele

Bermain dengan Teman-temannya, Balita Tewas Tercebur Kolam Lele

Nasib nahas menimpa pasangan suami istri (pasutri) Iwan Setiadi (37) dan Waspini (40), warga Desa Pemaron, Brebes.


Ancam Istri Pakai Celurit, Suami Dibui

Ancam Istri Pakai Celurit, Suami Dibui

Kebiasaan istri yang sering pulang malam membuat Ahmad Ramadhan,25, curiga.


Nyaru Polisi, Tipu Driver Ojol

Nyaru Polisi, Tipu Driver Ojol

Sat Reskrim Polres Wonosobo berhasil mengungkap perkara tindak pidana penggelapan atau penipuan dengan sasaran driver ojek online (Ojol).


Bawa Sabu 1 Kilogram, Pasutri Ditangkap BNN

Bawa Sabu 1 Kilogram, Pasutri Ditangkap BNN

Pasangan suami istri diamankan Badan Nasional Narkotika (BNN) Provinsi Jambi di depan Polsek Jujuhan.


Ibu dan Anak Kompak Edarkan Upal

Ibu dan Anak Kompak Edarkan Upal

Sepasang ibu dan anak, warga Dusun Kendalduwur Desa Sidorejo Kecamatan Comal Kabupaten Pemalang ternyata sudah lima kali mengantarkan Uang Palsu kepada pemesan.


Curi Burung Pakai Mobil Pinjaman, Malah Terekam CCTV

Curi Burung Pakai Mobil Pinjaman, Malah Terekam CCTV

Dua pelaku pencurian burung yang menggunakan mobil di tiga TKP Perumahan Taman Wiguna Selatan, Gununganyar Surabaya Selasa (26/6) lalu akhirnya diringkus.


Korban Pemerkosaan Diancam Pakai Samurai

Korban Pemerkosaan Diancam Pakai Samurai

Polres Palu akhirnya menampilkan ke hadapan wartawan sejumlah pelaku pemerkosaan dan pencurian dengan kekerasan yang terjadi di Kelurahan Tondo.


Berbisnis Narkoba, Pasutri Ditangkap Polisi

Berbisnis Narkoba, Pasutri Ditangkap Polisi

Syamsuddin Noor alias Udin (42) dan istrinya, Juriah (36) digiring aparat ke Polda Kalsel.


Ikut Konvoi, Anak Putus Sekolah Bacok Korban Pakai Pedang

Ikut Konvoi, Anak Putus Sekolah Bacok Korban Pakai Pedang

RO (17), pelaku pembacokan Ahmad Fatoni, siswa XII MA Miftahul Ulum Kayen dikenai dua pasal pidana.


Gembosi Ban pakai Obeng, Maling Gondol Uang Rp426 Juta

Gembosi Ban pakai Obeng, Maling Gondol Uang Rp426 Juta

Aksi kejahatan dengan modus pecah ban kambuh lagi di Kota Semarang.



Video

Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!