Kriminal
Share this on:

Panjat lalu Curi Durian dari Pohonnya, Kuli Nyaris Dimassa

  • Panjat lalu Curi Durian dari Pohonnya, Kuli Nyaris Dimassa
  • Panjat lalu Curi Durian dari Pohonnya, Kuli Nyaris Dimassa

BARANG BUKTI - Tersangka dan barang bukti durian pada kasus pencurian durian di Kranggan, kemarin. (setyo wuwuh/jpnn)

TEMANGGUNG - Yatno (33), kuli bangunan asal Dusun Kebonsari Desa Pendowo Kecamatan Kranggan Temanggung, sempat menjadi bulan-bulanan massa. Dia terbukti mencuri durian milik tetangganya, kemarin.

Yatno mengaku, terpaksa mencuri karena penghasilannya selama ini tidak mencukupi kebutuhan ekonominya. “Sehari paling hanya dibayar Rp60 ribu, untuk membiayai kebutuhan rumah tangga sangat kurang,” akunya.

Setidaknya sejak awal mencuri hingga tertangkap basah oleh warga, dirinya telah mencuri sebanyak 52 durian. Satu buah durian dia jual seharga Rp30-40 ribu.

“Dijual di Pasar Kranggan, sekali mencuri paling tidak 15 hingga 20 durian. Saya panjat sendiri pohon durian itu biasanya habis Magrib, durian langsung saya jatuhkan,” akunya.

Nahas, saat dia akan menjual durian hasil curiannya ke pasar, tiba-tiba dihadang oleh beberapa tetangganya dan menanyakan durian yang dibawanya. “Saya langsung mengaku, soalnya saya juga tidak punya pohon durian,” tuturnya.

Sementara Sartono (54), sang korban, mengaku sudah beberapa pekan ini jumlah durian di kebunnya selalu berkurang. Padahal dia dan keluarganya belum pernah memetik durian.

“Sudah sekitar 56 durian yang hilang,” ungkapnya.

Bahkan, dia mengungkapkan, tidak hanya durian miliknya saja yang hilang, durian beberapa tetangganya juga raib digasak pencuri. Berawal dari kehilangan ini kemudian warga berusaha mengintai pelaku pencurian.

Namun warga tidak pernah menangkap basah pencuri itu. Usut demi usut, akhirnya warga mencurigai Yatno, yang selama ini tidak pernah mengikuti kegiatan sosial masyarakat yang dilakukan malam hari. Berawal dari kecurigaan tersebut warga lantas mengintai gerak-gerik Yatno.

“Benar, warga langsung menghadang Yatno saat membawa durian yang akan dijual ke pasar Kranggan. Setelah ditanya ternyata benar bahwa durian yang dibawa Yatno itu milik saya,” ceritanya.

Kapolsek Kranggan AKP Yanu Fajar mengatakan, saat petugas Polsek melakukan patroli subuh, petugas mendapati warga yang sedang berkerumun. Ternyata saat itu warga sedang melakukan penangkapan terhadap pelaku pencurian durian.

Dari keterangan warga dan korban, selam beberapa waktu terakhir, pelaku pencurian tidak pernah mengikuti kegiatan sosial seperti yasinan dan kegiatan malam yang dilakukan masyarakat. “Dari kecurigaan tersebut kemudian warga berusaha membuntuti pelaku, dan ternyata benar Yatno yang selama ini melakukan pencurian durian milik warga,” jelasnya.

Dia mengatakan, selama ini memang sering ada laporan kehilangan durian, namun pihaknya tidak serta merta menangkap tanpa adanya barang bukti. Namun untuk kasus ini, pelaku tidak bisa mengelak sebab pelaku tertangkap basah saat akan menjual durian hasil curiannya.

“Dari tangan tersangka kami amankan sejumlah buah durian dan sepeda motor Mio warna merah dengan nomor polisi AA 4496 FN yang digunakan pelaku untuk menjual durian,” jelasnya.

Pelaku juga dijerat dengan pasal 364 tentang tindak pidana pencurian ringan dengan ancaman hukuman tiga bulan penjara dengan denda Rp900.000. “Tersangka saat ini masih mendekam di ruang tahanan Polsek Kranggan, kasus ini akan kami limpahkan ke Polres Temanggung,” tutupnya. (set/wan/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Motor Mogok, Dua Jambret Dimassa Seorang Tewas

Motor Mogok, Dua Jambret Dimassa Seorang Tewas

Meski dalam kondisi babak belur dan mendekam di tahanan, namun Faizal (20) masih bernasib baik.


Pembunuh Sopir Online Ketahuan dari Bercak Darah di Celana

Pembunuh Sopir Online Ketahuan dari Bercak Darah di Celana

Beberapa saat menerima informasi dari Polda Kaltim seputar pembunuhan, semua wilayah melakukan pengawasan ketat khususnya jalur darat.


Dua Pelaku Begal Diminta Menyerahkan Diri

Dua Pelaku Begal Diminta Menyerahkan Diri

Dua dari empat pelaku begal yang berhasil melarikan diri usai beraksi pada Jumat (8/6) di perbatasan Desa Penawar dengan Desa Kemantan Hilir, Kerinci.


Kepergok Curi Helm, Pria Paro Baya Babak Belur

Kepergok Curi Helm, Pria Paro Baya Babak Belur

RH (37), warga Slamaran, RT 2/9 Kelurahan Degayu, Pekalongan Utara, akhirnya harus merelakan wajahnya babak belur.


Tabrakan Karambol di Purworejo Dipicu Sopir yang Kelelahan

Tabrakan Karambol di Purworejo Dipicu Sopir yang Kelelahan

Insiden tabrakan beruntun terjadi di ruas Jalan Purworejo-Magelang. Tepatnya di Desa Kebongunung, Kecamatan Loano, Rabu (23/5) sore lalu.


Santriwati Hilang Sepekan Lebih Akhirnya Ditemukan

Santriwati Hilang Sepekan Lebih Akhirnya Ditemukan

Setelah menghilang lebih dari sepekan, Farikah Amafiroh akhirnya ditemukan di rumah temannya di Desa Jepang Pakis Kecamatan Jati kabupaten Kudus, kemarin.


Tabrak Truk dari Belakang, Pelajar Tewas Sektika

Tabrak Truk dari Belakang, Pelajar Tewas Sektika

Kecelakaan maut kembali terjadi di jalur pantai utara (Pantura) Kabupaten Batang, tepatnya di depan pangkalan truk Tamanan.


Curi Aki, Teguh Habiskan Ramadan di Tahanan

Curi Aki, Teguh Habiskan Ramadan di Tahanan

Teguh Priyanto (20), warga Karangnanas, Sokaraja harus rela melepas kebahagiaannya berkumpul bersama keluarga di bulan Ramadan ini.


Menghilang, Santriwati Diduga Dijemput Kenalan Facebooknya

Menghilang, Santriwati Diduga Dijemput Kenalan Facebooknya

Awal Ramadan ini terasa sulit bagi Aminatun sekeluarga. Anak ketiganya, Farikah Amafiroh (18) menghilang usai pulang dari Pondok Pesantren (Ponpes) Arwaniyyah.


Besi Proyek Double Track Kereta Api Dimaling

Besi Proyek Double Track Kereta Api Dimaling

Bukan hanya barang berharga yang menjadi sasaran pencuri. Namun, sejumlah material proyek pembangunan pun tak luput dari endusan pencuri.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!