Kriminal
Share this on:

Papua Kembali Panas, 45 Orang Damankan

  • Papua Kembali Panas, 45 Orang Damankan
  • Papua Kembali Panas, 45 Orang Damankan

PAPUA - Kondisi Bumi Cendrawasih, Papua kembali memanas dan mencekam, Rabu (21/8). Setelah aksi berujung rusuh Manokwari, Jayapura dan Sorong, kini rusuh meluas ke Mimika, Papua dan juga Fakfak, Papua Barat.

Adapun kerusuhan pertama terjadi di wilayah Mimika, Timika, Papua. Kerusuhan berawal, setelah adanya gelombang unjuk rasa ribuan masyarakat dari berbagai kalangan di depan kantor DPRD Mimika, berkaitan dengan insiden di Malang dan Surabaya, sejak pagi.

Demo yang awalnya kondusif, tiba-tiba berubah menjadi rusuh pada siang hari, sekitar pukul 13.30 WIT. Rusuh diawali dengan aksi anarkis massa yang melakukan pelemparan batu ke arah polisi yang mengamankan kegiatan tersebut.

Bahkan, massa pun berusaha untuk menerobos barikade polisi yang berjaga di pintu masuk kantor DPRD Mimika. Bentrok pun tak terhindarkan. Sampai akhirnya, situasi pun semakin tak bisa terkendali dan massa mulai semakin anarkis dengan melakukan blokade jalan dan perusakan.

Diantaranya, massa melakukan perusakan terhadap dua kendaraan polisi dan kendaraan pribadi yang ada di depan kantor DPRD Mimika, dan juga sebuah hotel, serta fasilitas umum lain dengan lemparan batu. Imbasnya, sekolah-sekolah di wilayah itu pun harus diliburkan sementara.

Selain di wilayah tersebut, kerusuhan juga terjadi di wilayah Fakfak, Papua Barat, dengan tindakan anarkis berupa pembakaran sebuah pasar dan objek vital lainnya. Bahkan kantor Dewan Adat pun tak luput dari pembakaran massa setelah ada penaikan bendera bintang kejora di lokasi.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol M Iqbal mengatakan peristiwa yang terjadi hari ini diduga masih berkaitan dengan di Manokwari dan Sorong. Kini, pihaknya terus melakukan upaya persuasif untuk memastikan situasi aman dan kondusif.

"Situasi hari ini masih berkaitan dengan kemarin. Dan kami saat ini masih terus melakukan upaya-upaya persuasif dengan elemen masyarakat. Silakan menyampaikan aspirasi, boleh tapi jangan anarkis," ujar Iqbal di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (21/8).

Iqbal menyebut, kasus kerusuhan di dua wilayah ini diawali dengan situasi yang berbeda, dimana di Timika kegiatan unjuk rasa. Sementara di Fakfak tiba-tiba ada pergerakan massa dari sekelompok yang kini masih diselidiki lebin lanjut, karena nekat melakukan pembakaran pasar di wilayah tersebut.

"Ya, memang selain di Timika tadi pagi, sekitar pukul 09.00 WIT, ada pergerakan massa di Fakfak juga yang diduga melakukan pembakaran di pasar dan beberapa objek vital. Tapi insyaallah bisa dikendalikan kepolisian, TNI, mengedepankan upaya-upaya persuasif, komunikasi dengan di-support penuh oleh seluruh tokoh agama, tokoh sentral di sana," kata Iqbal.

Untuk memastikan situasi aman dan kondusif. Iqbal mengungkapkan, kalau Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian telah memerintahkan jajaran polisi untuk dikirim ke sana, dan kini sudah dilakukan pengerahan personel sebanyak 12 Satuan Setingkat Kompi (SSK), atau sebanyak 1.200 personel ke Papua.

"Bapak Kapolri memerintahkan Pak Asops untuk mem-BKO-kan personel. Kini, untuk Papua Barat akan disebar ke beberapa kota, tentunya sesuai dengan perkiraan intelejen. Adapun saat ini sudah 12 SSK dari Polda-polda terdekat, seperti Sulsel, Sulteng, Maluku, NTB dan terakhir Kaltim," ungkap Iqbal.

Selain itu, personel tambahan ini juga tentunya ditempatkan juga di wilayah Manokwari dan Sorong, Papua Barat. Dan pasukan tambahan ini juga siap ditempatkan di Fakfak, bila dibutuhkan namun tergantung perkiraan intelejen. (mhf/zul/gw/fin)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Instalasi Minyak Arab Saudi Diserang Pemberontak

Instalasi Minyak Arab Saudi Diserang Pemberontak

Produksi minyak Arab Saudi, kembali terganggu dengan adanya serangan awak pesawat yang diduga dilakukan pemberontak Yaman, kemarin (15/9).


APV Sembilan Penumpang Terguling di Tol Jagorawi, Tiga Tewas

APV Sembilan Penumpang Terguling di Tol Jagorawi, Tiga Tewas

Kecelakaan tunggal yang mengakibatkan tiga orang meninggal dunia terjadi di Jalan Tol Jakarta-Bogor-Ciawi (Jagorawi), Minggu (15/9) kemarin.


Transaksi Mencurigakan di 6 Rekening Veronica Koman Ditelusuri Polisi

Transaksi Mencurigakan di 6 Rekening Veronica Koman Ditelusuri Polisi

Polisi menemukan transaksi mencurigakan di enam rekening tambahan milik tersangka ujaran kebencian dan hoaks Asrama Mahasiswa Papua Surabaya, Veronica Koman.


Kejaksaan Tunggu Pelimpahan Berkas Veronika Koman Cs

Kejaksaan Tunggu Pelimpahan Berkas Veronika Koman Cs

Penanganan kasus dugaan tindak pidana umum, provokasi publik yang mengakibatkan kericuhan di Papua dan Papua Barat memasuki babak baru.


Waras Wasisto Diperiksa KPK Lagi

Waras Wasisto Diperiksa KPK Lagi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Waras Wasisto.


Mantan Ketua BEM Uncen Tersangka Baru Kerusuhan Papua

Mantan Ketua BEM Uncen Tersangka Baru Kerusuhan Papua

Mantan Ketua BEM Universitas Cendrawasih (Uncen), Feri Kombo (FK) menjadi tersangka baru kasus kerusuhan Papua dan Papua Barat.


MNLF Menyerah, ISIS Lancarkan Teror

MNLF Menyerah, ISIS Lancarkan Teror

Kelompok ekstremis Islamic State alias (ISIS) menyatakan bertanggung jawab atas ledakan di sebuah pasar umum di Filipina Selatan yang melukai tujuh orang kemari


Polri Siapkan Red Notice, Pekan Depan Veronica Jadi DPO

Polri Siapkan Red Notice, Pekan Depan Veronica Jadi DPO

Polda Jawa Timur berencana akan memasukan Veronica Koman sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) pekan depan.


Lima Jazad Penambang Emas di Yahukimo Belum Ditemukan

Lima Jazad Penambang Emas di Yahukimo Belum Ditemukan

Kasus penyerangan kelompok bersenjata tajam kepada ratusan penambang emas di Yahukimo, Papua beberapa waktu lalu masih didalami polisi.


Selebaran DPO Veronica Koman Hoaks

Selebaran DPO Veronica Koman Hoaks

Selebaran terkait daftar pencarian orang (DPO) atas nama Veronica Koman yang dikeluarkan Polda Metro Jaya dan tersebar di grup-grup (Whatsapp) ternyata hoaks.



Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!